Tidak Semua Suami Siap Menjadi Seorang Ayah

suami siap menjadi ayah, ibu hamil www.ibudanbalita.com

Bisa saja suami ibu terlihat bahagia ketika sang buah hati lahir ke dunia. Tapi, bahagia tidak jaminan suami ibu siap menjadi ayah. Ini banyak yang terjadi. Apakah suami ibu salah satunya?

Lihat saja ciri-cirinya suami yang tidak atau belum siap untuk menjadi seorang ayah.

  • Tidak Mau Menggendong Bayi

Sebenarnya bukan berarti tidak mau menggendong bayi. Tentu ada alasan lainnya lagi. Mungkin suami ibu tidak luwes ketika menggendong bayi atau bayi menangis setiap kali digendong oleh suami ibu. Dan ini sebenarnya berasal dari diri suami ibu sendiri. Karena ia tidak siap, maka cara menggendongnya pun kurang luwes dan tidak bisa membuat bayi nyaman. Bayi pun akhirnya menangis setiap kali digendong oleh suami ibu.

  • Kurang Perhatian

Banyak ibu yang cerita bawasannya ketika mereka sedang hamil, semua mereka semakin perhatian dan semakin sayang. Bahkan, mereka cenderung dimanja oleh suami. Namun, jika suami ibu kurang memberikan perhatian padahal ibu sedang hamil besar, itu salah satu tanda suami ibu tidak siap menjadi ayah.

Ibu bisa saja kesal dan tersinggung kenapa ketika hamil justru suami ibu tidak memberikan perhatian. Tapi, ini berkaitan dengan perasaan sang suami yang tidak siap dengan kehadiran seorang bayi di dalam rumah.

  • Jarang Berbicara Dengan Topik Anak

Coba ibu ajak suami berbicara tentang anak, seperti bagaimana berbagi peran untuk menjaga bayi suatu hari nanti, mendekorasi ulang kamar anak, dan lain sebagainya. Bagaimana respon suami ibu? Semoga saja ia excited untuk bicara tentang hal tersebut.

Terlepas dari itu semua, pastinya ada alasan kenapa suami ibu belum siap untuk menjadi seorang suami.

     1. Alasan Ekonomi

Beberapa laki-laki menganggap kehadiran anak di dalam keluarga itu sebuah beban. Secara logika, mereka harus siap mengeluarkan lebih banyak biaya untuk membesarkan sang buah hati. Bagaimana jika keadaan ekonomi kurang bagus? Bagaimana jika posisi atau jabatan suami masih rendah dan masih rentan terhadap pemberhentian?

Kekhawatiran secara ekonomi inilah yang menjadi salah satu penyebab suami merasa belum siap.

     2. Alasan Kedewasaan

Salah satu alasan kenapa pernikahan dini tidak disarankan adalah tentang kedewasaan yang belum matang, apalagi ketika sudah mendapatkan momong. Baby blues sering dialami oleh seorang ibu yang masih berusia terlalu muda. Secara mental, ia belum siap untuk menjadi seorang ibu. Dan stres seperti ini juga bisa dialami oleh suami.

     3. Masalah Eksternal

Ketidaksiapan suami bisa juga disebabkan oleh masalah yang tidak ada kaitannya dengan ibu. Mungkin ia merasa kurang harmonis dengan orang tua ibu. Terlepas dari alasan-alasan tersebut, sebaiknya ibu membantu suami ibu agar siap menjadi seorang ayah.  Ibu bisa mengajak suami ibu untuk belajar tentang cara merawat bayi di mana informasi tentang perawatan bayi bisa ibu dapatkan dari situs ibu dan balita.

Sesekali ibu juga bisa mengajak suami belanja keperluan bayi nanti. Sedikit demi sedikit, suami ibu akan semakin percaya diri dan siap untuk menjadi seorang ayah. Jika penyebabnya adalah masalah ekonomi keluarga yang belum mapan, ibu harus membesarkan hati suami ibu bawasannya kehadiran bayi di dalam keluarga akan mendatangkan rejeki sendiri.

Yang pasti, ibu harus membantu suami untuk tidak terlalu khawatir dengan masa depan yang belum jelas. Katakan kepada suami untuk menjalani apa yang bisa dilakukan sekarang.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*