Tidak Sekedar Sering Bicara dengan Balita Lho Bu

Ibu dan balita www.ibudanbalita.com

Saat balita baru mulai belajar bicara, ibu tidak cukup hanya sering berkomunikasi dengan si kecil. Ada hal lain yang tak kalah penting.

Dalam teori psikolinguistik, balita itu belajar berbicara dengan cara meniru suara yang orang lain katakan. Itulah mengapa ada yang bilang semakin sering ibu mengajak si kecil berbicara maka ia akan semakin cepat bisa berbicara.

Itu memang benar. Tapi kurang tepat. Karena ada hal lain yang juga harus ibu lakukan. Apa saja itu?

3 Hal Penting Selain Mengajak Berbicara Balita

Membuat si kecil memahami apa yang ibu katakan. Itu intinya. Jadi, selain membiarkan si kecil mendengar dan menirukan apa yang ibu katakan, ibu juga harus mampu membuat si kecil memahami apa yang ia katakan.

Oleh sebab itulah sering bicara dengan balita tidaklah cukup. Tiga hal berikut ini menjadi pelengkapnya.

1. Gunakan Gerakan

Selain berbicara, ibu juga harus melakukan gerakan untuk menunjukkan apa yang ibu maksudkan dengan kata-kata ibu tersebut.

Atau ibu bisa menunjukkan ke benda yang ibu katakan. Seperti menunjukkan gambar benda tertentu dan ibu tinggal mengatakan apa itu.

Bahasa tubuh atau gerakan visual akan membuat si kecil cepat memahami apa yang ibu katakana. Ingat ya bu, si kecil tidak hanya boleh bisa berbicara tapi juga harus bisa mengerti atau memahami apa yang ia bicarakan.

2. Melakukan Eye Contact

Bagaimana ibu bisa menyampaikan maksud apa yang ibu katakan kepada orang lain? Apakah cukup dengan merangkai kata-kata menjadi kalimat? Tidak, kan?

Dibutuhkan eye contact agar pesan yang disampaikan melalui kata-kata benar-benar diterima.

Dengan orang dewasa saja ibu membutuhkan eye contact ketika berbicara apalagi dengan balita?

Hal ini juga berfungsi layaknya gerakan atau gesture. Dengan melakukan eye contact, ibu akan lebih mudah untuk berbicara dan sekaligus membuat balita mudah menirukan dan belajar bicara.

Untuk itu, pastikan ibu menatap mata si kecil ketika berkomunikasi ya.

3. Dengarkan dan Beri Tanggapan

Terkadang ibu tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh si kecil. Hal tersebut dikarenakan kata-kata yang diucapkan si kecil belum jelas.

Akan tetapi, ibu harus mendengarkan. Ibu juga perlu memberikan tanggapan. Karena dengan itulah ibu berperan untuk membuat si kecil terus belajar bicara sekaligus ibu berkesempatan untuk memahami dan menyempurnakan pengucapan yang dilakukan oleh si kecil.

Sekarang sudah jelas bukan mengapa sering mengajar berbicara saja tidak cukup untuk membuat si kecil lebih cepat belajar bicara?

Penjelasan seperti ini sebenarnya sudah dibahas di situs ibu dan balita. Di sana juga terdapat banyak sekali inspirasi mengenai bagaimana menstimulus si kecil agar mau mulai belajar bicara.

Kenapa Si Kecil Terlambat Bicara?

Balita ibu terlambat bicara? Jika usianya sudah mencapai 2 tahun namun tidak ada satupun kosakata yang bisa ia ucapkan, ada kemungkinan balita ibu mengalami keterlambatan dalam berbicara. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Kunjungi www.ibudanbalita.com dan dapatkan cara yang efektif untuk mendorong balita mau belajar bicara. Di sana ibu juga bisa berkonsultasi dengan pakar perkembangan balita. Konsultasikan hal tersebut karena barangkali ada hal yang harus segera mendapatkan penanganan khusus terkait dengan perkembangan balita.

Selain stimulus, ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisinya, khususnya nutrisi perkembangan otak. Berikan susu balita terbaik agar perkembangan otak maksimal sehingga ia bisa segera bisa berbicara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*