Tes HIV/AIDS untuk Ibu Hamil Muda

hamil muda https://www.ibudanbalita.com

Hamil muda harus benar-benar dijaga. Salah satunya dengan cara melakukan serangkaian tes, terutama tes HIV/AIDS. Siapapun sangat dianjurkan untuk melakukan tes HIV/AIDS.

Kenapa tes ini penting? Dan bagaimana jika ibu merasa tidak memiliki keturunan terjangkit HIV/AIDS atau bukanlah pasien HIV/AIDS? Menurut surat edaran Menteri Kesehatan GK/Menkes/001/I/203, setiap wanita hamil harus menjalani tes HIV. Untuk lebih jelasnya, ibu membaca informasi selengkapnya berikut ini.

Pentingnya Tes HIV/AIDS untuk Ibu Hamil

Ibu mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang terkejut dengan berita ini. Memang tes untuk ibu hamil relatif baru di Indonesia. Akan tetapi, di beberapa negara maju seperti Amerika, tes HIV/AIDS ini sudah biasa dilakukan.

Tes ini dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS kepada bayi yang ada di dalam kandungan. Menurut survey kesehatan, penularan bisa diminimalisir sedini mungkin jika janin masih ada di dalam kandungan.

Seperti yang ibu ketahui, sampai saat ini HIV/AIDS belum ada obatnya. Hanya ada obat sebagai langkah memperlambat penyebaran virus saja saat ini. Untuk itu, tidak ada salahnya jika ibu memeriksakan HIV/AIDS sejak hamil muda untuk memastikan apakah ibu terkena serangan virus HIV/AIDS atau tidak.

Ibu bisa mengatakan bahwa ibu sama sekali tidak pernah melakukan hubungan seks bebas atau bukan dari keluarga pengidap penyakit HIV/AIDS. Akan tetapi, ibu harus tahu penyebaran penyakit ini tidak hanya dari hubungan seks atau keluarga. Virus ini bisa menyebar lewat darah juga.

Oleh karena itu, ibu jangan tersinggung jika harus mendapatkan tes HIV/AIDS. Hal ini sangat penting agar janin dalam kandungan bisa tumbuh dengan sehat dan nantinya lahir tanpa ada penyakit mematikan seperti HIV ini.

Langkah-Langkah Tes HIV/AIDS

Tes HIV/AIDS untuk ibu hamil ini sudah ada di dalam keputusan menteri. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus ibu ketahui tentang langkah-langkah tes HIV/AIDS.

Pertama-tama, ibu akan mendapatkan tes HIV/AIDS di berbagai pusat kesehatan entah di rumah sakit atau puskesmas. Usahkan tes tersebut ibu lakukan dengan didampingi suami ibu. Hal itu dibutuhkan agar tidak ada saling curiga antara ibu dan suami.

Jika memang terjadi positif HIV/AIDS, sebaiknya ibu melakukan konseling agar suami tidak menaruh kecurigaan dengan menuduh ibu pernah selingkuh. Konseling ini diperlukan untuk menentukan penyebab atau asal dari HIV/AIDS ini.

Setidaknya ibu bisa memberikan tindakan khusus agar bayi ibu bisa lahir dengan sehat dan selamat tanpa virus HIV. Pasalnya, sampai saat ini, langkah preventif paling efektif untuk menekan penularan HIV/AIDS adalah melalui pengecekan atau tes HIV/AIDS saat hamil muda.

Sosialisasi Tes HIV/AIDS

Sekarang ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi tes HIV/AIDS pada ibu hamil muda. Tes ini sangat penting untuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Tentu saja jika ibu positif mengidap HIV/AIDS, hal tersebut mungkin bukan salah ibu karena ibu tidak tahu kenapa bisa menghidap penyakit berbahaya ini.

Akan tetapi, ibu pasti ingin menyelamatkan sang buah hati di dalam kandungan agar bisa lahir sehat, bukan? Kesadaran itu harus ibu pahami.

Namun, yang jelas, tujuan utama dari penerapan peraturan ini adalah untuk menekan penyebaran HIV/AIDS, apalagi sekarang penyebarannya sangat cepat dengan berbagai faktor penyebab. Melakukan tes HIV/AIDS merupakan bagian dari cara untuk membantu pencegahan penyakit ini. Selain itu, tes ini juga menjadi rangkaian dari cara ibu merawat janin di dalam kandungan mulai sejak hamil muda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*