Tenang, Tidak Perlu Konsultasi Anak Saat Tidur Si Kecil Kurang dari 10 Jam

ibudanbalita https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Pasti ada masalah serius jika orang tua harus melakukan konsultasi anak. Akan tetapi, jika anak tidur setiap hari kurang dari 10 jam, apakah itu masalah yang serius?

Sebenarnya bisa serius dan juga tidak. Tergantung faktor. Tapi tunggu dulu. Jangan terburu-buru konsultasi dengan dokter anak jika si kecil tidur kurang dari 10 jam. Ada beberapa hal yang harus ibu ketahui.

Kenapa Anak Harus Tidur Setidaknya 10 Jam Setiap Hari

Pertanyaan itu yang seharusnya ibu tanyakan terlebih dahulu. Ada banyak artikel yang menjelaskan bawasannya balita usia 3 tahun harus tidur setidaknya 10 jam setiap hari. Di siang hari tidur dua jam dan di malam hari ia tidur 8 jam.

Semakin kecil, maka anak anak harus lebih banyak tidur. Pertanyaannya adalah kenapa aturannya seperti itu.

Pada dasarnya tidur itu merupakan proses di mana organ tubuh si kecil berkembang, terutama tulang. Lebih penting lagi, masa tidur itu masa di mana hormone pertumbuhan disekresi.

Bayangkan jika anak ibu waktu tidurnya kurang. Tentu saja perkembangannya sedikit banyak akan terganggu, bukan?

Itulah dasar atau alasan kenapa anak harus tidur setidaknya 10 jam setiap hari. Setiap orang tua jadi was-was jika si kecil tidur kurang dari 10 jam.

Sayangnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada konsep yang salah jika mengartikan setiap anak harus tidur cukup setidaknya 10 jam.

Istirahat, Bukan Lamanya Waktu Tidur

Ada yang salah jika memahami bawasannya lama waktu tidur menentukan sekali perkembangannya. Sebenarnya, yang berpengaruh terhadap perkembangan anak itu kualitas tidurnya, bukan lama waktu tidurnya.

Memang idealnya anak secara umum harus tidur minimal 10 jam setiap hari. Namun, jika anak sudah memiliki quality time untuk tidur, maka tidak masalah jika ia tidur kurang dari 10 jam.

Ada indikasi yang bisa ibu gunakan untuk menentukan apakah si kecil memiliki kualitas tidur yang baik atau tidak. Yang pertama, anak mudah diajak tidur.

Tidak jarang lho anak yang harus rewel terlebih dahulu sebelum tidur. Walaupun ibu sudah memastikan anak tidak lapar dan tidur cukup di siang hari, tetap saja ia rewel saat mau tidur.

Jadi, ukuran apakah anak memiliki kualitas tidur yang baik atau tidak adalah bagaimana ketika ia akan tidur.

Selain itu, lihat juga bangun tidurnya. Apakah si kecil selalu bangun tidur di pagi hari? Jika ya maka itu tandanya anak sudah memiliki waktu tidur yang tepat.

Dua indiksi tersebut yang harus ibu perhatikan. Jadi bukan lama waktu tidurnya dan sebarapa bagus kualitas tidur yang dimiliki oleh si kecil.

Secara langsung kualitas tidur yang baik juga berpengaruh terhadap perkembangan balita. Itulah mengapa mulai sekarang ibu harus pastikan si kecil tidur lelap.

Ada istilah yang digunakan oleh para ahli perkembangan anak, yaitu REM. REM ini kepanjangan dari rapid eye movement. Jika anak sudah dalam kondisi Non-REM, maka ia sudah tidur lelap. Dan inilah yang dibutuhkan oleh anak.

Jadi, apakah ibu harus konsultasi dokter anak ketika si kecil kurang tidur? Tidak harus. Pastikan dulu apakah si kecil sudah memiliki waktu tidur yang berkualitas atau tidak. Jika sudah dengan melihat dua indikasi tersebut di atas, maka tidak ada yang perlu ibu khawatirkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*