Teknik Menghitung Usia Kehamilan yang Tidak Sering Digunakan

Menghitung usia kehamilan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan sangat mudah. Ibu hanya perlu datang ke dokter kandungan untuk melakukan konsultasi kehamilan. Ibu minta untuk dilakukan pemeriksaan USG dan ibu akan tahu banyak informasi seputar janin terutama usia kehamilan ibu.

Hanya saja, cara tersebut bisa dikatakan sangat mainstream. Semua orang bisa melakukannya. Ibu hanya perlu datang ke dokter dan meminta untuk dilakukan pemeriksaan USG.

Sebenarnya, untuk menghitung usia kehamilan, ibu tidak hanya bisa menggunakan pemeriksaan USG saja. Ada juga teknik lain. Sayangnya, teknik ini sangat jarang dilakukan. Akan tetapi, sepertinya ibu bisa mencoba teknik berikut untuk memandingkan antara informasi yang diberikan oleh dokter mengenai usia kehamilan dengan menggunakan pemeriksaan USG dengan hasil penghitungan usia kehamilan yang ibu lakuan sendiri dengan teknik yang satu ini.

Sistem Fundus Uteri

Nama teknik menghitung usia kehamilan tersebut adalah sistem fundus uteri. Apa itu dan bagaimana cara melakukan penghitung dengan menggunakan teknik ini?

Sebelum ibu tahu bagaimana menerapkan teknik ini, ibu perlu mengetahui apa itu fundus. Para ahli medis tentu tidak lagi asing dengan istilah fundus. Masyarakat awam menyebut fundus sebagai puncak rahim. Jadi, ada puncak rahim yang bisa digunakan sebagai patokan berapa usia kehamilan ibu saat ini.

Untuk menerapkan teknik ini, ibu hanya perlu meraba fundus atau puncak rahim dari mulut vagina. Fundus merupakan bagian yang terasa menojol ke bagian perut. Dengan menggunakan jari, ibu bisa meraba atau menyentuh fundus tersebut sehingga ibu bisa menghitung usia kehamilan.

Lalu, apakah bisa menghitung usia janin dalam kandungan dengan cara tersebut? Ternyata ada patokannya. Ketika ibu memasukkan jari dari vagina sampai ke fundus dan ibu mengetahui bahwa jaraknya itu sekitar 28 cm, itu artinya usia kehamilan ibu sekitar 28 minggu. Itu patokan menghitung usia kehamilan dengan teknik fundus uteri ini.

Memang kelihatannya tidak valid jika ibu menerapkan sistem fundus uteri ini. Akan tetapi, ibu bisa bandingkan antara hasil dari sistem fundus uteri dengan hasil USG. Apakah sama atau beda.

Kenapa Ibu Perlu Menggunakan Teknik Menghitung Usia Kehamilan yang Berbeda

Sebenarnya teknik menghitung usia janin itu tidak hanya USG dan fundus uteri. Ada juga kalkulator menghitung usia kehamilan. Lalu, pertanyaanya sekarang adalah perlukah ibu melakukan atau mempraktekkan cara yang berbeda?

Jawabannya adalah perlu. Harus dipahami bahwa tidak semua teknik itu menghasilkan hasil yang valid. Bahkan alat USG pun bisa memberikan informasi berupa usia kehamilan serta HPL (hari perkiraan lahir) yang meleset dari kenyataan.

Untuk itulah mengapa sepertinya perlu bagi ibu untuk menggunakan teknik yang berbeda agar ibu mendapatkan informasi yang mungkin beda namun ibu bisa membuat perkiraan yang lebih jelas dan pasti kira-kira kapan sang buah hati akan lahir daripada menggunakan satu cara menghitung usia kehamilan saja.

Terlepas dari itu semua, penting juga untuk ibu ketahui bahwa HPL atau hari perkiraan lahir terkadang meleset karena dipengaruhi banyak faktor. Selain kesalahan dalam menghitung usia kandungan, melesetnya HPL tersebut dikarenakan kesehatan ibu atau janin yang mungkin kurang baik sehingga membuat masa melahirkan bisa tiba-tiba berubah. Kadang lebih awal kadang terlambat dari HPL.

Itulah mengapa ibu harus memperhatikan nutrisi mulai saat hamil muda agar ibu bisa memastikan kesehatan janin dalam kandungan sehingga bayi lahir sehat dan lahir tepat waktu. Kalaupun meleset dari perkiraan, itu bukan karena masalah kesehatan tapi adanya kesalahan atau kekurang validan dalam menghitung usia kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*