Tanda-Tanda Bayi Sehat Yang Memerlukan Penanganan Khusus

bayi sehat www.facebook.com/ibudanbalita

Kesehatan bayi terkadang sulit ditebak. Ada kalanya bayi terlihat sehat dan ceria namun seketika terlihat tidak sehat dan kurang bersemangat. Bagi ibu-ibu yang baru pertama kali memiliki seorang bayi, mereka harus tahu mana hal yang harus ditangani dengan serius dan mana hal yang tidak perlu ibu khawatirkan. Semua memang berhubungan dengan kesehatan si kecil. Namun, ternyata ada hal-hal yang tidak perlu ibu sangat khawatirkan.

Dalam hal ini, ada beberapa kondisi serta tanda-tanda di mana ibu harus memberikan penanganan khusus untuk menjaga kesehatan anak yang masih bayi. Artinya, ibu tidak boleh menganggap remeh tanda-tanda berikut ini. Apa sajakah tanda-tanda yang dimaksud?

  1. Demam

Bagi orang dewasa, demam bisa sangat mudah ditangani. Hanya dengan minum obat, mengkonsumsi makanan sehat dan istirahat cukup, demam akan berangsur-angsur sembuh.

Lain hal dengan bayi. Untuk bayi yang mengalami demam hingga 38 derajan celcius, maka kondisi tersebut merupakan kondisi yang membahayakan bayi sehat. Demam yang tinggi biasanya diiringi dengan batuk serta diare. Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya ibu segera membawa ke dokter.

Bukankah ada obat penurun panas khusus untuk bayi? Betul sekali. Setiap selesai posyandu, ibu pasti diberi obat penurun panas oleh tenaga medis. Hanya saja, obat penurun panas tersebut hanya diberikan jika demam yang dialami oleh bayi tidak parah. Jika panas si kecil mencapai 38 derajat celcius dan diikuti dengan batuk dan diare, maka segeralah ibu membawa si kecil untuk periksa ke dokter anak.

  1. Daerah Pusar Memerah

Sebenarnya, tali pusar bayi sehat yang masih menempel akan kering dan terlepas sendiri dalam hitungan 6-7 hari. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, tali pusar tersebut tidak cepat mengering dan cenderung memerah. Ada kemungkinan itu adalah infeksi.

Infeksi ini bisa disebabkan beberapa hal seperti pemberian antibiotik, faktor resiko bayi prematur, dan lain sebagianya. Sebaiknya, ibu tidak mencoba menangani sendiri. Serahkan kepada dokter anak agar segera mendapatkan penanganan khusus.

  1. Sesak Nafas

Apakah bayi juga bisa sesak nafas? Tentu saja. Bayi yang kesehatan kurang baik sering kali merasa kesulitan ketika bernafas. Ibu bisa melihat bagaimana bayi mengirup udara. Jika ada bunyi ketika bayi mengirup udara, maka ada kemungkinan bayi mengalami sesak nafas.

Sesak nafas akan semakin parah jika bayi sesekali batuk serta wajahnya berubah sedikit kebiru-biruan. Pada kondisi kesehatan bayi seperti ini, ibu harus segera mengajak si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Pasalnya dikhawatirkan sesak nafas tersebut merupakan penyakit keturunan. Kalaupun keturuan, dokter anak bisa memberikan solusi agar penyakit tersebut tidak semakin parah.

  1. Kuning

Salah satu ciri dari bayi sehat adalah warna kulit serta matanya putih agak kemerah-merahan. Bahkan, ada beberapa bayi lahir dengan warna kulitnya yang gelap. Itu tidak menjadi masalah. Ibu harus berhati-hati jika warna kulit serta mata kuning. Itu sering disebut penyakit kuning. Jika bayi ibu mengalami penyakit kuning, itu artinya bayi ibu rentan sekali terhadap penyakit lainnya. Artinya, ibu harus segera memberikan penanganan khusus. Ibu bisa menjemur si kecil di bawah terik matahari pagi. Akan tetapi, jika tidak berhasil, ibu bisa membawa ke rumah sakit agar mendapatkan fototerapi untuk mengatasi penyakit kuning yang diderita si kecil.

Itulah beberapa hal yang ibu harus waspadai mengenai penyakit yang sering diderita si kecil. Ibu tidak mau terjadi apa-apa dengan si kecil. bukan? Oleh karena itu, ibu harus selalu mengupdate pengetahuan tentang bayi sehat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*