Tanda Balita Bahagia Tidak Hanya Ditunjukan Dengan Senyuman Saja

si kecil bahagia www.ibudanbalita.com

Bahagia itu tidak hanya ditunjukkan oleh balita dengan cara tersenyum dan tertawa saja. Ada tanda lain yang harus ibu ketahui juga.

Kebahagian balita ini menjadi sangat penting karena saat ia bahagia, maka pada saat itulah perkembangannya lebih optimal. Ada proses belajar yang lebih cepat dan lebih efektif ketika ia bahagia.

Itulah mengapa balita sangat tidak dianjurkan dibentak sehingga ia sedih dan bahkan stress. Begitu juga dengan metode pendidikan. Sayangnya, banyak sekolah yang menerapkan metode pendidikan yang membuat anak-anak stress. Seharusnya kurikulum yang diterapkan merupakan kurikulum yang membuat peserta didik bahagia. Karena hanya itulah yang menjadi kunci bawasannya anak-anak akan belajar lebih efektif.

Lalu, bagaimana ibu tahu jika balita ibu bahagia?

Balita Bahagia Jika Ia Cerewet

Seharusnya ibu senang sekali jika si kecil suka ngoceh atau cerewet. Itu salah satu tanda bawasannya ia sedang gembira.

Apalagi jika balita baru mulai belajar berbicara. Cerewet menjadi modal yang sangat berharga agar ia lebih cepat bicara. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan jika ocehannya tersebut terdengar tidak ada maknanya. Yang pasti, itu adalah proses belajar. Dan dia bahagia. Itu yang sangat penting.

Namun, ada satu hal yang harus ibu lakukan. Ibu tidak boleh si kecil bicara sendiri. Sebisa mungkin ibu harus memberikan tanggapan. Ini sebagai cara untuk mengoreksi perkataan yang kurang jelas, sehingga si kecil bisa menirukan kata atau kalimat dengan lebih jelas.

Balita Tenang Ketika Digendong

Coba ibu gendong si kecil. Apakah ia tenang dan nyaman saat digendong? Jika ya, maka ibu harus bersyukur karena itu tandanya si kecil sedang berbahagia.

Menurut psikolog anak yang artikelnya diposting di www.ibudanbalita.com, salah satu cara untuk mengetahui balita sehat dan bahagia adalah dengan cara menggendongnya. Jika ia merasa nyaman, maka balita sedang bahagia.

Berbeda jika balita malah menangis ketika ibu gendong. Mungkin saja ia sedang sakit sehingga ia merasa tidak nyaman walaupun ibu gendong. Secara psikologis, bayi akan merasa lebih nyaman jika berada di pelukan ibu. Jika tetap saja ia menangis, berarti ada masalah pada balita ibu.

Melakukan Kontak Mata

Balita sudah bisa melakukan kontak mata. Bahkan, ibu bisa melihat apakah ia bahagia atau tidak dari matanya.

Kontak mata ini perlu dilakukan setiap kali ibu berkomunikasi dengan si kecil. Selain untuk mengetahui apa yang balita ingin sampaikan, kontak mata juga bisa ibu lakukan untuk mengetahui seberapa bagian sang buah hati.

Ini sangat penting terutama ketika balita belum begitu lancar berbicara. Dengan melakukan kontak mata, sekaligus ibu mengajarkan agar balita bisa cepat dan lancar dalam berbicara.

Bahagia itu sisi psikologis. Namun, bahagia bisa dilihat dari tanda yang ditunjukkan secara fisik.

Untuk mempelajari lebih jauh tentang psikologi anak, tentu saja ibu perlu berbincang-bicang dengan pakar psikologi anak. Kunjungi saja situs ibu dan balita jika ibu ingin berbincang dengan psikolog anak. Ini sangat dianjurkan agar ibu lebih tahu bagaimana psikologi anak sehingga ibu mengerti apa yang seharusnya ibu lakukan pada kondisi psikologi balita tertentu.

Tentu tidak mungkin balita selalu bahagia. Ada kalanya ketika ia sedih. Dan tugas ibu adalah memahami kesedihan tersebut sehingga akhirnya ibu bisa membuatnya tersenyum dan bahagia lagi.

Ibu harus ingat, bahagia itu kunci penting di mana balita bisa belajar hal-hal yang baru.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*