Sulitnya Memastikan Bayi Mendapatkan Manfaat ASI Eksklusif

manfaat asi ekslusif

Siapa saja tahu manfaat ASI eksklusif sangat luar biasa. Bahkan para ahli kesehatan bayi tidak berhenti mengkampanyekan pentingnya memberikan ASI eksklusif. Tidak lain hal tersebut bertujuan untuk memastikan semua ibu memberikan ASI kepada bayi usia di bawah 6 bulan, bukan susu formula.

Sayangnya, semakin giat kampanye dilakukan, semakin rendah jumlah ibu yang mampu memberikan ASI eksklusif. Tuntutan pekerjaan membuat banyak ibu yang gagal memberikan ASI kepada bayi hingga usia 6 bulan. Maka tidak aneh jika sekarang ini banyak sekali anak yang mudah sekali terkena penyakit. Salah satu manfaat dari ASI eksklusif adalah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dan jika bayi tidak mendapatkan ASI, maka ia mudah sakit.

Butuh usaha yang cukup keras bagi seorang ibu agar berhasil memberikan ASI eksklusif. Beruntung sekali jika ibu juga memiliki kemauan yang keras seperti itu. Usaha yang tidak mudah dimulai sejak awal ketika bayi baru lahir. Ibu harus mulai belajar memberikan ASI dengan cara melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini.

IMD ini sangat penting mengingat bayi akan mendapatkan kolostrum. Kolostrum ini berbeda dengan ASI biasa. Kolostrum hanya keluar pada awal-awal menyusui saja, yaitu hanya sekitar 1-4 hari saja.

Perbedaan Antara Kolostrum Dengan ASI Biasa

Sebenarnya, kolostrum ini ya ASI. Hanya saja ASI yang istimewa, hanya keluar di hari-hari pertama setelah kelahiran bayi.

Dianggap ASI istimewa karena memang kandungannya sangat istimewa dan penting sekali untuk perkembangan bayi. Kolostrum memiliki kandungan protein 3 kali lipat jika dibandingkan dengan ASI biasa yang keluar setelah 5 hari ke atas setelah kelahiran. Protein inilah yang akan membuat bayi cepat tumbuh besar dengan berat badan yang ideal. Bagi bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah, melakukan IMD dan memastikan bayi mendapatkan kolostrum akan membuat berat badan bayi naik signifikan.

Selain itu, kolostrum juga akan menghindarkan bayi terkena penyakit kuning. Banyak sekali bayi yang lahir dengan penyakit kuning. Ini merupakan penyakit yang bisa disebabkan oleh kurang jernihnya air ketuban, infeksi bakteri atau virus, kerusakan fungsi hati, kekurangan enzim, dan lain seterusnya. Terlepas dari berbagai penyebab bayi kuning tersebut, ibu bisa memanfaatkan ASI eksklusif untuk menghindarikan atau menyembuhkan si kecil dari penyakit kuning.

Namun, dari itu semua, yang paling penting adalah bayi mendapatkan immunoglobulin. Ini adalah antibodi yang hanya ada pada kolostrum. Bayi yang mendapatkan kolostrum akan tumbuh menjadi anak yang tidak mudah sakit karena sudah mendapatkan antibodi berupa immunoglobulin. Jadi, seberapa penting memberikan ASI setelah bayi dilahirkan menurut ibu?

Teknik IMD Yang Tepat

Yang sering menjadi masalah adalah sulitnya memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir. Apalagi jika ibu baru pertama kali memberikan ASI, maka ibu akan menemukan kesulitan. Kebanyakan ibu akan mengatakan ASI tidak keluar, bayi tidak mau menyusu, dan lain sebagainya. Sehingga, bayi akhirnya tidak mendapatkan kolostrum. Tentu hal tersebut sangat disayangkan.

Untuk itu, penting sekali bagi ibu untuk mengetahui  bagaimana teknik IMD agar bayi bisa menyusui dan mendapatkan manfaat dari ASI eksklusif terutama kolostrum.

Langkah awal adalah meletakkan bayi tengukurap di dada. Akan tetapi, harus dipastikan dulu bayi sudah bersih. Tali pusarnya sudah dipotong dan juga sudah diikat. Keringkan badan bayi dengan handuk lalu tengkurapkan pada dada.

Pastikan posisi bayi berada di antara payudara. Letakkan sedikit ke bawah. Dengan posisi ini, maka bayi akan mencari puting sendiri.

Agar ibu nyaman dalam memberikan IMD, sebaiknya ibu letakkan bantal yang tidak terlalu tinggi di bawah kepala. Ini juga akan membuat ibu lebih mudah melakukan kontak dengan sang buah hati. Tutup tubuh ibu dan bayi dengan selimut agar si kecil tidak kedinginan. Ibu harus tahu bayi di dalam rahim merasa sangat hangat. Sementara itu, setelah lahir, ia merasa dingin sekali.

Yang perlu ibu ketahui adalah proses IMD ini tidak sebentar. Biasanya membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Peluk dan belai bayi dengan lembut sebagai cara membantu bayi mau menyusu.

Kesalahan Saat Melakukan IMD

Tidak sedikit ibu yang salah dalam menerapkan proses IMD. Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung meletakkan bayi di atas dada ibu tanpa membersihkan badan bayi terlebih dahulu. Memang pada intinya inisiasi menyusu dini itu secara langsung membiarkan bayi menemukan puting sang ibu setelah lahir. Akan tetapi, seharusnya badan dibersihkan dulu.

Kesalahan selanjutnya adalah membedong bayi. Masyarakat awam khawatir bayi kedinginan.  Oleh sebab itu, bayi dibedong lalu baru diberikan kepada sang ibu untuk kemudian disusui. Dan cara menyusuinya pun salah, yaitu menggendong dan mengangkat bayi agar menyusui. Cara ini salah. Seharusnya bayi tidak perlu dibedong, tapi cukup ditutupi dengan selimut lembut saja. Kemudian, tengkurapkan bayi di atas dada sang ibu tepatnya di antara payudara. Pada dasarnya, ini adalah latihan agar bayi bisa secara alami menyusu sendiri.

Hal ini berbeda jika bayi sudah berusia beberapa hari. Ibu bisa memberikan ASI dengan cara menggendong atau sambil tiduran. Yang pasti, pemberian ASI harus dilakukan hingga usia bayi menginjak 6 bulan.

Ibu harus menjaga kesehatan. Hindari stres dan konsumsilah makanan yang bergizi. Jika perlu, ibu konsumsi juga susu untuk ibu menyusui agar ASI keluar dengan lancar. Semua itu ibu harus lakukan agar berhasil memberikan ASI eksklusif dan si kecil benar-benar mendapatkan manfaat ASI eksklusif.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*