Sudah Menghitung Usia Kehamilan Tapi Bayi Lahir Lewat HPL, Kenapa Ya?

konsultasi kehamilan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Menghitung usia kehamilan merupakan cara yang tepat agar ibu siap untuk menjalani hari demi hari sebagai seorang ibu hamil. Ibu bisa tahu makanan apa yang sebaiknya ibu konsumsi serta kegiatan apa yang seharusnya ibu lakukan karena ibu tahu kondisi kehamilan.

Lebih dari itu, salah satu tujuan utama menghitung usia kehamilan adalah untuk mengetahui HPL atau hari perkiraan lahir. Sebagai ibu hamil, ibu pasti was-was ingin tahu kapan si kecil akan lahir ke dunia. Setidaknya, jika ibu sudah tahu perkiraan tanggal serta bulan apa sang buah hati akan lahir ke dunia, ibu bisa melakukan persiapan.

Sayangnya, banyak ibu-ibu yang kecewa karena hari kelahiran sang buah hati lebih awal atau telat dari HPL. Padahal, mereka sudah melakukan beberapa cara penghitungan usia kehamilan yang berbeda seperti pemeriksaan USG dan juga menggunakan kalkulator menghitung usia kehamilan.

Ada dua kemungkinan kenapa hasil dari penghitungan meleset. Ibu ingin tahu kemungkinan apa saja yang dimaksud? Berikut penjelasan selengkapnya.

Resiko Macrosomia

Memang tidak sedikit ibu hamil memiliki pengalaman bahwa HPLnya terlambat. Artinya, sang buah hati lahir melebih HPL yang dihasilkan dari proses menghitung usia kehamilan. Jika ibu sekarang sedang mengandung, kejadian ini juga bisa ibu alami lho.

Oleh karena itu, ada baiknya ibu tidak begitu percaya dengan hasil dari penghitungan usia kehamilan. Apapun cara yang ibu gunakan, semua cara tersebut memiliki kelemahan yang sama, yaitu meleset dari perkiraan persalinan. Hanya saja, bukan berarti ibu tidak perlu menghitung usia kandungan ya. Ibu bisa menghitung sendiri dengan menggunakan kalkulator menghitung usia kehamilan.

Namun, apakah ibu tahu kenapa hal tersebut terjadi? Salah satunya disebabkan munculnya resiko macrosomia. Ini merupakan keadaan di mana bayi yang ada di dalam kandungan mengalami kelebihan berat badan. Hal tersebut terjadi karena si kecil mendapatkan terlalu banyak nutrisi, terlalu lama di dalam kandungan, dan mengalami diabetes. Itulah kenapa penting sekali bagi ibu untuk rutin konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan mulai saat kehamilan muda. Tentu banyak hal yang perlu ibu konsultasikan sejak hamil muda dengan tujuan agar ibu dan janin dalam kandungan selalu sehat.

Data yang Kurang Valid

Salah satu cara untuk menghitung usia kehamilan adalah menggunakan kalkulator. Ibu bisa menghitungnya secara manual dengan rumus tertentu. Namun, jika ibu tidak ingin repot, ibu bisa masuk ke situs yang menyediakan fasilitas kalkulator menghitung usia kehamilan. Ibu hanya perlu memasukkan beberapa data seperti HPHT (hari pertama hari terakhir menstruasi, bulan, dan juga tahunnya. Secara otomatis, ibu akan tahu usia kehamilan serta HPL.

Dalam hal ini, ibu harus tahu bahwa hasil dari menggunakan kalkulator penghitungan usia kehamilan ini valid jika data yang ibu masukkan valid. Jika tidak, maka bukan tidak mungkin waktu persalinan meleset dari HPL. Dan inilah yang sering terjadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ibu bise menerapkan cara menghitung usia kehamilan yang berbeda. Selain menggunakan kalkulator, ibu juga perlu mempertimbangkan untuk membandingkan hasilnya dengan pemeriksaan USG dan juga sistem fundus uteri.

Yang pasti, hasil yang akan ibu peroleh hanya HPL, yaitu hari perkiraan lahir, bukan hari lahir tapi hanya perkiraan saja. Namun, setidaknya ibu bisa mengetahui perkembangan janin dalam kandungan jika ibu sudah menghitung usia kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*