Sejak Umur Berapa Pendidikan Karakter Ditanamkan

pendidikan karakter anak family.fimela.com

Kalau ditanya kapan sebaiknya si kecil diajarkan tentang pendidikan karakter, maka jawabannya sedini mungkin harusnya sudah mulai diajarkan. Para ahli perkembangan anak menyarankan pada usia keemasan anak harusnya sudah dimulai ditanamkan karakter yang baik.

Lalu, apa yang dimaksud dengan usia keemasan? Dalam dunia psikologi anak, periode keemesan anak itu ketika usianya mencapai 3 tahun. Pada usia tersebutlah anak dikatakan sedang dalam periode emas.

Kenapa Pada Periode Emas?

Sebenarnya, tentang periode emas anak ini sudah banyak dibahas oleh para pakar perkembangan anak. Salah satunya sudah dijelaskan di www.friso.co.id. Secara umum, periode emas merupakan periode di mana balita mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Sel-sel otak sedang dalam potensi yang kuat untuk berkembang. Tinggal ibu sebagai orang tua harus mampu membuat sel otak tersebut berkembang secara maksimal.

Bagaimana caranya? Tidak lain adalah dengan memberikan stimulus yang tepat. Memberikan permainan yang tepat, menunjukkan kegiatan yang menunjang bakat alami anak, dan lain sebagainya dianggap menjadi stimulus yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan sel otak.

Sementara itu, bagaimana dengan pendidikan karakter? Karena balita belum bisa diajar layaknya anak-anak yang sudah berada di bangku sekolah, tentu pola asuh menjadi cara yang tepat untuk mengajarkan tentang pendidikan karakter ini. Pola asuh ini berkaitan dengan bagaimana ibu membiasakan si kecil melakukan kegiatan setiap hari, mulai dari hal yang sederhana hingga hal rumit yang bagi si kecil. Ibu bisa memulai dengan membiasakan si kecil untuk selalu membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan. Jangan biarkan si kecil terbiasa membuang makanan. Biasakan balita ibu membantu ibu merapikan kamar tidur dan lingkungan rumah. Ini menjadi hal sederhana yang bisa ibu lakukan.

Akan tetapi, pola asuh tidak hanya berkaitan hal-hal itu saja. Pola asuh juga harus ditunjukkan dengan bagaimana perilaku ibu kepada sang buah hati. Jangan meneriaki atau memarahi si kecil dengan cara membentak apalagi menggunakan kekerasan fisik. Biasakan untuk mengajak si kecil berdiskusi. Ini menjadi cara yang lebih tepat agar suatu hari nanti anak ibu bisa meniru kebiasaan baik tersebut.

Ada baiknya ibu mempelajari lebih jauh tentang parenting. Ini tidak hanya ilmu tentang bagaimana mengasuh anak yang benar, tapi lebih kepada bagaimana ibu bisa menjadi orang tua yang bisa menerapkan pola asuh yang tepat.

Kunci Pendidikan Karakter

Ada baiknya ibu ingat salah satu kutipan dari Dorothy Law Nollte. Jika anak dibesarkan dengan kekerasan, maka ia belajar berkelahi. Namun, jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri.

Dari kutipan tersebut, terlihat jelas dari mana inti utama pendidikan karakter itu. Intinya tidak lain adalah ibu sendiri. Jika ibu benar dalam mengasuh dan mendidik anak, maka ibu tidak salah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak. Begitu sebaliknya.

Oleh sebab itu, sebenarnya tidak perlu susah-susah mencari apa yang harus dilakukan. Setidaknya ada dua hal yang perlu ibu lakukan saat ini.

  1. Introspeksi Diri

Hal utama dan paling penting untuk ibu lakukan saat ini adalah melakukan introspeksi diri. Artinya, ibu melakukan review kepada diri sendiri apakah ibu sudah bisa memberikan contoh yang baik kepada si kecil atau tidak. Ingat, anak kecil adalah peniru yang handal. Ia meniru apa yang ibu sering lakukan karena itulah yang ia sering lihat. Jika ibu belum merasa bisa menjadi contoh yang baik, maka mulailah merubah diri. Mulailah dengan melakukan hal kecil seperti selalu membersihkan rumah setiap pagi, merapikan tempat tidur, membuang sampah di tempat yang sampah, dan lain sebagainya.

  1. Belajar Tentang Parenting

Ini juga tak kalah pentingnya dengan yang sebelumnya. Sayangnya, banyak orang tua yang merasa sudah tahu dan sudah menerapkan pola asuh yang tepat yang ia pelajari turun temurun dari orang terdahulu. Padahal, apa yang mereka pelajari tersebut tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan anak saat ini. Ada baiknya ibu membuka wawasan baru tentang parenting yang ibu pelajari langsung dari pakar perkembangan anak. Ibu bisa ikut ke dalam forum atau konsultasi online tentang perkembangan anak di situs Friso.

Dua hal tersebut sepertinya cukup untuk membuat ibu yakin bisa menerapkan pendidikan karakater pada anak. Yang pasti, pendidikan seperti ini tidak harus menunggu ketika si kecil sudah masuk sekolah. Pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang berasal dari ibu sebagai orang tua. Karena apa yang ditanamkan oleh keluarga jauh lebih mengena daripada pelajaran yang didapatkan dari bangku sekolah nanti.

Terlepas dari itu semua, ibu juga tidak boleh meniadakan pentingnya nutrisi untuk perkembangan anak. Sama halnya dengan pendidikan, nutrisi juga harus diperhatikan. Semakin tumbuh besar, maka anak membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dan lebih kompleks. Sepertinya memberikan makanan yang bergizi dan bervariasi saja tidaklah cukup. Ibu perlu berikan 3 gelas Susu Pertumbuhan kepada si kecil setiap hari. Dengan demikian, sudah bisa dipastikan kebutuhan nutrisi harian balita terpenuhi. Ia bisa beraktivitas dengan baik dan tumbuh kembangnya pun lebih maksimal.

Jadi, sekarang ibu sudah tahu kan betapa pentingnya peran ibu sebagai orang tua dalam tumbuh kembang anak? Kalaupun ibu sibuk sekali dengan pekerjaan atau bisnis yang ibu jalankan saat ini, setidaknya ibu tidak lupa untuk mengontrol perkembangan anak, terutama penerapan pendidikan karakter yang jauh lebih penting daripada pendidikan intelektual.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*