Saat Hamil, Suami Lebih Sering Marah. Kenapa Ya?

suami dan ibu hamil www.ibudanbalita.com

Apakah suami ibu sering marah? Atau sering ngambek? Tidak hanya suami ibu yang seperti itu.

Yuk cari tahu kenapa.

Dengan mengetahui penyebabnya, maka ibu tahu apa yang seharusnya dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi. Yang pasti, diperlukan kerjasama yang baik antara ibu dan juga suami ibu untuk memastikan ibu bisa menjalani masa kehamilan dengan baik.

Yang Suami Seharusnya Lakukan

Dukungan dari suami itu sangat dibutuhkan. Karena menjadi seorang ibu hamil itu sangat berat. Dan hanya dengan dukungan suami saja yang bisa meringankan beban tersebut.

Seharusnya seorang suami lebih memanjakan ibu. Namun, terkadang pada kenyataannya tidak demikian.

Mungkin ibu bisa mengajak suami untuk mengetahui lebih jauh tentang kehamilan. Banyak informasi kehamilan yang bisa ibu bisa baca dengan suami di ibu dan balita. Dengan demikian, diharapkan suami ibu bisa mengerti betapa penting dukungan suami saat ibu hamil.

Lebih dari itu, suami ibu juga bisa tahu apa yang seharusnya dilakukan selama ibu menjalani masa kehamilan.

Suami Kok Justru Sering Marah

Kemarahan suami tentu ada alasannya. Namun, kebanyakan suami yang memiliki istri hamil marah karena hal-hal sebagai berikut:

  • Ibu Sering Marah

Ini mungkin tidak ibu sadari. Ibu tidak sadar jika ternyata ibu sendirilah yang menjadi penyebab suami marah. Ibu sering ngambek sehingga membuat mood suamipun tidak bagus. Dan akhirnya ia mudah marah.

Ibu harus tahu selama masa kehamilan, produksi hormon meningkat. Dan inilah yang membuat ibu mengalami perubahan mood. Ibu harus tahan emosi sehingga ibu tidak membuat suami ibu juga mudah marah.

  • Rumah Terasa Kurang Bersih

Pantas saja jika suami ibu marah lantaran rumah tidak bersih.

Banyak ibu hamil yang malas untuk bersih-bersih rumah. Jangankan bersih-bersih rumah, menjaga kesehatannya saja malas. Mulai muncullah kebiasan kurang baik seperti terlambat makan, kurang olahraga, dan lain sebagainya.

Rasa malas ini disebabkan karena perut yang semakin membesar dan semakin berat. Selain itu, ibu hamil merasa ingin dimanjakan.

  • Permintaan Macam-Macam

Masih percaya dengan ngidam? Ada yang bilang ngidam harus dituruti. Jika tidak, anak yang lahir nanti akan ngiler atau mudah mengeluarkan air liur.

Benarkah demikian?

Sebenarnya itu hanya mitos. Hanya saja, banyak ibu hamil yang memahami hal tersebut sebagai hal yang harus dipercayai. Dan akhirnya mereka merengek-rengek minta suami untuk membeli sesuatu yang tidak wajar.

Ada ibu hamil yang minta buah mangga padahal belum waktunya musim mangga. Dan permintaan macam-macam lainnya yang membuat suami marah. Jadi, pantas bukan jika suami marah?

Kerjasama Dibutuhkan

Memang sudah menjadi keharusan di mana ibu dan suami bekerjasama. Saat hamil, suami harus memahami betapa beratnya menjadi seorang ibu hamil. Dengan pemahaman tersebut, maka suami akan memahami apa yang dirasakan oleh ibu.

Begitu juga sebaliknya. Bukan berarti ibu sedang hamil maka ibu manja dan terlalu membebani suami. Dan yang penting, ibu harus menjaga emosi agar tidak mudah marah yang membuat suami ibu balik marah kepada ibu.

Kerjasama ini pula yang harus dijalin ketika bayi lahir nanti. Pembagian peran ibu dan sang suami untuk perawatan bayi sangat dibutuhkan. Bayi butuh perawatan dan perlindungan yang ekstra. Dan ini mustahil jika hanya dilakukan oleh ibu saja. Dibutuhkan sekali dukungan dan bantuan dari suami.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*