Posisi Tengkurap Tidur Bayi Ternyata Direkomendasikan

Tidur bayi

www.johnsonsbaby.co.id

Posisi tengkurap tidur bayi sebenarnya adalah salah satu posisi teraman bagi bayi. Menidurkan bayi pada posisi tengkurap mengurangi resiko kematian mendadak saat tidur, suatu kematian yang telah merenggut nyawa beberapa bayi. Alasan tetap dari rekomendasi ini belum sangat pasti, tapi penelitian menemukan bayi yang tidur tengkurap mendapat asupan nafas lebih sedikit atau menghilangkan karbon dioksida karena bayi mendapat nafas dari suatu kantong kecil di dalam hidung.

Saat bayi beranjak dewasa, perut akan membesar, dan bayi kamu akan tumbuh tinggi setiap waktu. Nyatanya, kamu akan diminta untuk mengetahui bahwa 90 persen bayi akan tidur terlelap semalaman (6 sampai 8 jam) saat berusia 3 bulan. Kebanyakan bayi dapat tidur lebih lama usai disusui ketika berat mencapai 5.44 sampai 5.89 kilo, jadi jika bayi kamu cukup “bongsor” , kemungkinan bayi tidur lebih lama pada usia lebih muda. Jangan merasa tenang dulu, kebanyakan bayi bisa tidur terlelap tanpa gangguan selama berminggu minggu atau bahkan berbulan bulan, dan kembali pada jadwal tidur tidak beraturan seperti bangun tengah malam. Hal ini bisa dikarenakan lapar, atau proses tumbuh gigi.

Tentu kamu tetap harus menikmati proses, penelitian terbaru menemukan beberapa bagian otak mungkin tidak berkembang pada bayi yang meninggal karena kematian mendadak saat tidur. Ketika bayi tidur mendapati situasi menantang diluar kebiasaan bayi tersebut, mereka mungkin gagal untuk bangun agar melarikan diri dari bayi. Karena tidak mungkin mengindetifikasi pola tingkah laku bayi saat tidur, dan kaitan kematian mendadak pada bayi dan posisi tidur sangat kuat, secara ilmu pengetahuan direkomendasikan untuk ditidurkan dalam posisi tengkurap.

Beberapa dokter pernah menganggap tidur menyamping bisa menjadi alternatif dari tengkurap, namun bukti terkini menunjukkan bahwa tidur menyamping sebaiknya dihindari karena alasan kesehatan, (Mohon diingat bahwa ada beberapa pengecualian mengenai saran ini, termasuk bayi dengan kondisi medis tertentu, yang mana dapat kamu konsultasikan terlebih dahulu).

Rekomendasi menidurkan dalam posisi tengkurap ini berlaku bagi bayi yang masih pada tahun pertama. Meskipun, sangat penting untuk diterapkan pada bayi berusia 6 bulan, dimana kemungkinan kematian mendadak paling tinggi.

Meskipun kamu yakin kalau bayi kamu telah tidur tengkurap, sama pentingnya untuk menghindari posisi bayi pada bidang empuk, dan kenyal seperti bantal, karpet, sofa, atau bahkan tas. Termasuk bahan bahan lembut yang biasa digunakan pada mainan bayi. Karena bahan tersebut dapat menghambat jalur oksigen jika bayi tanpa sengaja membenamkan wajah. Hindari pula menidurkan bayi di ranjang air, dan matras. Ranjang bayi dengan bidang matras datar yang sudah dilapisi selimut adalah tempat tidur teraman. Jauhkan mainan berbahan lembut seperti boneka beruang dari jangkauan sang bayi.

Pastikan suhu ruangan bayi nyaman, dan jauhkan bayi dari AC atau penghangat ruangan, jendela terbuka, atau jalur masuk udara lainnya. Gunakan pakaian tidur untuk bayi terutama yang menutup seluruh badan sebagai ganti selimut.

Kempeng (alat isap bayi) mungkin membantu kegelisahan bayi. Meskipun, jika bayi tidak mau kempeng atau kempeng kerap jatuh dari mulut bayi, jangan paksa bayi. Jika kamu menyusui,

tunggu hingga bayi terbiasa dengan sesi menyusui, umumnya 3 sampai 4 minggu, sebelum memperkenalkan kempeng pada bayi.

Tidur tengkurap memang penting, saat bayi bangun, cukup penting untuk tidak membuat bayi tetap dalam posisi tengkurap. Pergantian ini akan membantu mengembangkan massa otot, dan kemampuan bayi menopang kepala, serta menghindari cacat yang tak diinginkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*