Perubahan Yang Berbeda Di Tiga Fase Kehamilan

Fase Kehamilan www.medkes.com

Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, mereka harus tahu perbedaan yang terjadi pada setiap fase kehamilan. Ini menjadi sangat penting agar mereka bisa mempersiapkan diri terhadap perubahan tersebut.

Ada perubahan yang terjadi selama masa kehamilan di mana perubahan tersebut bisa berakibat kurang baik untuk kesehatan dan kegiatan setiap hari. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa ibu hamil harus mengerti perubahan dari setiap fase kehamilan.

Tiga Fase Kehamilan Dan Perubahan Yang Terjadi

Ibu harus tahu fase ibu hamil dibagi menjadi tiga; yaitu kehamilan trimester pertama, kedua, dan ketiga. Setiap fase terjadi hingga 3 bulan. Jadi, tiga bulan pertama dinamakan trimester pertama, tiga bulan kedua dinamakan trimester kedua, dan tiga bulan ketiga dinamakan trimester ketiga.

Trimester pertama disebut juga dengan masa hamil muda. Pada fase ini, perubahan signifikan akan ibu rasakan. Hal ini disebabkan ada janin yang sedang berkembang di dalam rahim.

Salah satu perubahan yang terjadi pada saat fase kehamilan muda ini adalah rasa lemah dan lesu. Hal ini hampir dialami oleh setiap ibu hamil muda. Tubuh yang lemas biasanya disebabkan oleh organ tubuh yang bekerja lebih keras. Ini dipengaruhi oleh hormon yang diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak. Hormon tersebut memang dibutuhkan oleh seorang ibu hamil muda untuk menjaga perkembangan janin di dalam kandungan baik.

Sayangnya, peningkatan jumlah hormon tersebut membuat tubuh lemas. Pasalnya, organ tubuh bekerja lebih keras lagi. Apalagi jika hal ini dibarengi dengan mual dan muntah atau yang sering disebut dengan morning sickness. Jika ini terjadi, makanan yang ibu konsumsi akan keluar lagi sehingga tubuh tidak memiliki cukup tenaga.

Berbeda dengan fase kehamilan trimester kedua. Tubuh sudah mulai beradaptasi dengan perubahan. Produksi hormon juga sudah mulai stabil. Hanya saja, ada perubahan lain yang akan ibu rasakan. Salah satunya adalah perubahan pada fisik. Perut semakin membesar dan beban terasa lebih berat. Hal ini terkadang memicu dua hal. Yang pertama adalah kram pada kaki. Dan yang kedua adalah asam lambung naik.

Untuk mengatasi kram, ibu hanya perlu mengatur jadwal kegiatan setiap hari. Usahakan agar ibu tidak terlalu lama berdiri atau duduk. Jika pekerjaan menuntut ibu untuk lebih banyak duduk, ada baiknya ibu meluangkan waktu setiap 30-40 menit untuk berdiri dan berjalan kaki sebentar. Dengan demikian, kram pada kaki bisa dihindari.

Sementara itu, asam lambung yang naik bisa diantisipasi dengan pemilihan makanan yang baik, yaitu makanan yang segar, bukan makanan yang rasanya asam. Selain itu, ibu juga perlu mengatur pola makan yang baik. Lebih baik makan dengan porsi yang sedikit namun sering daripada makan dalam porsi yang banyak namun hanya dua kali sehari. Makan dengan porsi yang besar ketika perut sedang sangat lapar akan memicu naiknya asam lambung.

Kurangi juga mengkonsumsi kopi. Atau akan lebih baik jika ibu berhenti minum kopi selama masa kehamilan. Ibu bisa ganti dengan susu untuk ibu hamil yang bisa ibu sajikan sebagai teman untuk menghangatkan tubuh saat ibu sedang bersantai.

Fase kehamilan trimester ketiga menimbulkan perbedaan lainnya lagi. Setidaknya, secara fisik ibu memang berbeda. Perut semakin membesar. Namun, bukan itu yang penting untuk ibu ketahui. Di fase kehamilan ini, kebanyakan ibu hamil akan mengalami stres berat. Ini yang sering dirasakan oleh seorang wanita yang baru pertama kali hamil.

Stres ini dipacu oleh rasa khawatir yang berlebihan. Jika kehamilan sudah mencapai trimester ketiga, maka persalinan sudah sangat dekat. Terkadang, rasa khawatir yang berlebihan mengenai proses persalinan atau paska persalinan muncul muncul di benak para ibu hamil.

Stres ini bisa diatasi dengan cara melupakan hal-hal negatif dan menggantinya dengan pikiran yang positif. Untuk itu, akan lebih baik jika seorang ibu hamil menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif. Ibu bisa ikut program senam ibu hamil atau yoga ibu hamil. di sela waktu senggang, ibu bisa buka forum ibu hamil untuk mendapatkan informasi menarik mengenai kehamilan. Tentunya bukan informasi yang membuat ibu khawatir.

Itulah tiga fase dengan perubahan yang terjadi pada setiap fase kehamilan. Tentu ada banyak sekali perubahan yang lainnya. Beberapa hal di atas hanya sebagai contoh perubahan saja.

Menjaga Kehamilan Bukan Hal Yang Sulit

Angka kematian ibu dan bayi memang masih tinggi. Hal ini lebih disebabkan oleh kebutuhan nutrisi ibu hamil yang tidak terpenuhi. Akibatnya, banyak bayi yang mengalami keguguran.

Dengan fenomena kematian pada ibu dan bayi tersebut, hal itu tidak lantas membuat ibu memahami bawasannya menjaga kehamilan itu hal yang sulit. Sebenarnya tidak. Menjaga kehamilan itu hal yang mudah.

Jika ibu mengkonsumsi makanan yang sehat setiap hari, maka ibu sebenarnya sudah menerapkan cara menjaga kehamilan. Akan tetapi, hal tersebut juga harus dibarengi dengan konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan secara rutin, setidaknya satu kali dalam satu bulan.

Jika terjadi keluhan di mana ibu ingin sekali segera mendapatkan jawaban secara medis, tanyakan saja pada ahlinya melalui konsultasi online. Yang pasti, ada keluhan yang berbeda di setiap fase. Oleh sebab itu, ada baiknya ibu semakin memperkaya wawasan mengenai ilmu kesehatan kehamilan agar ibu bisa menjaga perkembangan bayi di dalam kandungan di setiap fase kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*