Pertanda Kurang Baik Untuk Perkembangan Bayi

perkembangan bayi alodokter.com

Apakah optimal atau tidaknya perkembangan bayi bisa dilihat ketika usianya baru beberapa minggu? Sepertinya tidak bisa. Orang awam bisa melihat perkembangan si kecil ketika usianya sudah mencapai 1 tahun. Pasalnya, perkembangannya sudah bisa dilihat dari bagaimana ia beraktivitas, apakah ia sudah bisa berdiri sendiri atau belum, dan lain sebagainya.

Namun, dokter bayi mengatakan perkembangan bayi bisa diketahui apakah perkembangannya baik atau kurang baik walaupun usianya baru beberapa minggu. Tentu ada patokannya.

5 Tanda Perkembangan Bayi Kurang Baik

Meskipun bayi tidak sakit, itu bukan berarti perkembangannya baik. dalam hal ini, ibu harus tahu apa hal yang menjadi pertanda kurang baik dan bayi berpotensi mengalami perkembangan buruk.

  1. Jadwal Tidur Berubah-Ubah

Seharusnya jadwal tidur bayi itu bisa ditentukan. Bayi usia di bawah 3 bulan biasanya tidur 3-4 kali sehari, yaitu di pagi hari sekitar jam 9, di siang hari, sore hari, dan malam hari. Sementara itu, semakin dewasa, frekuensi tidur bayi berkurang. Dan ketika balita, biasanya tidurnya hanya dua kali saja, yaitu di siang dan di malam hari. Yang pasti, tidur bayi itu teratur.

Akan tetapi, jika pola tidur bayi tidak teratur, maka ibu harus hati-hati. Ini merupakan pertanda buruk bagi tumbuh kembang bayi. Mungkin saja tidurnya tidak nyenyak karena ia tidak merasa nyaman. Perhatikan baju yang ibu kenakan pada bayi. Apakah baju tersebut sudah nyaman?

  1. Sering Menangis

Menangis merupakan bahasa yang digunakan oleh bayi untuk berkomunikasi dengan ibu. Dan menangis mengandung banyak arti. Bisa saja menangis berarti sedang lapar dan ingin minum susu. Bisa juga menangis itu artinya mengantuk. Dalam hal ini, ibu sebagai orang tua harus memahami arti menangis bayi.

Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika bayi sering menangis. Ini berarti ada yang membuatnya merasa tidak nyaman, entah itu karena kurang nyaman dengan udara atau adanya gangguan kesehatan. Jika bayi ibu sering menangis, segera cari tahu penyebabnya. Jangan sampai hal tersebut disebabkan adanya gangguan kesehatan yang jika tidak segera ditangani maka hal ini akan berimbas pada perkembangan bayi.

  1. Tidak Mau Mengeluarkan Suara

Selain menangis, ada bahasa lain yang bayi coba utarakan. Bahasa tersebut bisa terdengar seperti cuitan atau suara-suara yang lain. Dan ini wajar dilakukan oleh bayi yang usianya sudah di atas 3 bulan.

Oleh sebab itu, jika bayi ibu sukar sekali mengeluarkan suara, sebaiknya ibu konsultasikan dengan dokter bayi. Mungkin saja penangangan harus segera dilakukan agar bisa ditanggulangi jika ternyata ada pertanda buruk pada perkembangannya.

  1. Jarang Melakukan Kontak Mata

Sebelum bayi bisa melakukan komunikasi secara verbal, ia sudah bisa melakukan kontak mata. Ini bisa dilihat bagaimana respon bayi ketika ibu mengajaknya berbicara. Apakah bayi ibu menatap mata ibu? Jika tidak, ada kemungkinan perkembangan bayi ibu mengalami masalah.

  1. Tidak Tertarik Pada Benda

Bayi memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Bahkan, menurut teori linguistik, bayi ingin sekali meniru bagaimana cara mengucapkan kata seperti orang dewasa.  Hanya saja, ia belum mampu menirukan kata seperti yang sering ibu ucapkan.

Bayi juga tertarik untuk mengetahui benda-benda yang ia lihat. Ia sering menarik atau memegang benda tersebut. Beruntung jika bayi ibu sering melakukan hal tersebut. Itu tandanya keingintahuannya tinggi dan itu bagus untuk perkembangan sang buah hati. Yang harus dikhawatirkan ketika bayi ibu tidak tertarik dengan benda-benda dan bahkan mainan yang ibu belikan.

Apakah ada tanda-tanda di atas yang terlihat pada sang buah hati ibu?

Agar Bayi Berkembang Dengan Baik

Setiap orang tua pasti ingin sekali melihat tumbuh kembang bayi mereka baik. Untuk itu, mereka akan melakukan semua hal yang terbaik untuk sang buah hati. Sayangnya, tidak banyak yang tahu bagaimana caranya. Berikut ini beberapa hal penting yang sebaiknya ibu lakukan untuk mengoptimalkan perkembangan bayi.

  • Memberikan ASI eksklusif

Bayi sebaiknya hanya mendapatkan ASI hingga usianya mencapai 6 bulan. Ini disebut dengan pemberian ASI eksklusif. ASI mengandung antibodi yang tidak ada pada susu merk apapun. Antibodi ini diperlukan agar bayi tidak mudah sakit. Jika bayi tidak sering sakit, maka tumbuh kembangnya pun lebih baik.

  • Memastikan Tidurnya Nyenyak

Sel saraf berkembang ketika bayi sedang tidur. Itulah mengapa bayi harus tidur cukup dan nyenyak. Bahkan, para ahli kesehatan bayi menyarankan agar bayi harus dipastikan memiliki waktu tidur yang banyak.

  • Memberikan Mainan Edukatif

Sekarang ini, sudah ada panduan mainan untuk bayi berdasarkan usia tertentu. Jadi, ibu bisa membelikan mainan yang sesuai dengan usia sang buah hati.

Untuk lebih detailnya lagi mengenai bagaimana mengoptimalkan perkembangan bayi, ibu bisa konsultasi dengan pakarnya secara langsung di www.ibudanbalita.com. Setelah ibu berhasil menjaga kesehatan bayi dan si kecil menginjak balita, saatnya ibu memperhatikan kebutuhan nutrisi yang semakin bertambah.

Saat si kecil menginjak balita, ibu harus pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Tidak hanya itu. Nutrisi juga harus seimbang. Setidaknya ibu memberikan susu balita yang terbaik agar kebutuhan semua nutrisi harian anak terpenuhi. Selain itu, ikuti juga diskusi di forum ibu dan balita. Ini sangat penting agar ibu tahu bagaimana membesarkan anak dengan tepat. Dan yang tak kalah penting lagi, di forum tersebut, ibu akan belajar banyak hal tentang bagaimana mengatasi masalah kesehatan yang dialami oleh sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*