Perkembangan Janin Buruk dan Aborsi Sebagai Jalan Terbaik

perkembangan janin https://www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan janin tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Walaupun ibu sudah mengerahkan segala cara, ada saja hal yang mengakibatkan janin berkembang tidak normal.

Lalu, secara medis, ada kondisi di mana aborsi menjadi jalan yang terbaik walaupun memang tidak sedikit yang menentang tindakan aborsi ini. Akan tetapi, banyak dokter kandungan yang akan merekomendasikan untuk melakukan aborsi jika terjadi hal-hal yang sudah memenuhi syarat agar aborsi benar-benar harus dilakukan sebagai jalan yang terbaik.

Tentu informasi ini merupakan informasi baik sekaligus buruk. Buruk karena ibu harus kehilangan sang buah hati dan baik karena penanganan bisa dilakukan sedini mungkin agar tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi bagi ibu.

Kondisi Kritis Sehingga Diperbolehkannya Aborsi

Ahli medis sudah memperhitungkan matang-matang ketika memutuskan agar dilakukan aborsi. Tentu saja beberapa tes akan dilakukan sehingga dikeluarkannya pertimbangan untuk melakukan aborsi.

Keputusan untuk mengaborsi janin yang ada di dalam kandungan itu diambil ketika perkembangan janin tidak normal dan justru membahayakan keselamatan ibu. Pada saat kondisi inilah ahli medis akan menyarankan untuk dilakukan aborsi sesegera mungkin.

Bagi ibu yang mengandung, tentu menerima keputusan seperti itu sangatlah sulit. Bagaimana pun juga, yang ada di dalam kandungan adalah buah hati walaupun belum sempat dilihat atau disentuh sang ibu.

Di Negara Indonesia, keputusan untuk melakukan aborsi dalam kondisi seperti itu masih dianggap tidak baik karena dianggap menyakiti dan membunuh anak yang sudah ada nyawanya. Akan tetapi, para pemuka agama beserta ahli kesehatan mulai menyadarkan bahwa pada kondisi seperti di atas aborsi merupakan langkah yang paling tepat karena salah satu bisa diselamatkan, dalam hal ini ibu.

Penyalahgunaan Aturan

Memang sudah ada undang-undang yang mengatur kapan dan pada kondisi seperti apa bayi dalam kandungan sebaiknya digugurkan. Sayangnya, adanya peraturan tersebut sering disalahgunakan oleh beberapa orang.

Seperti yang sering ibu dengar diberita, ada beberapa orang yang melihat celah di dalam peraturan ini. Dengan alasan untuk menyelamatkan nyawa sang ibu, banyak wanita yang menggugurkan anaknya padahal hal tersebut dikarenakan faktor ekonomi. Mereka tidak menginginkan memiliki anak karena ketidakmampuan secara finansial untuk menghidupi anak tersebut.

Ada juga pasangan muda-mudi yang belum menikah namun sudah hamil. Tentu ada banyak lagi kasus lain yang memanfaatkan longgarnya peraturan diperbolehkannya aborsi. Alibinya adalah bahwa kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk melahirkan anak. Namun, pada kenyataannya bukan itu alasan yang sebenarnya.

Para penegak hukum pun tidak diam saja. Sekarang ada undang-undang yang semakin ketat mengatur aborsi. Selain itu, ancaman berupa kurungan penjara menanti siapa saja yang mencoba melakukan aborsi.

Dari keterangan tersebut di atas, jelaslah bahwa aborsi itu memang diperbolahkan dengan syarat-syarat tertentu seperti perkembagan janin yang membahayakan keselamatan ibu. Itulah mengapa kementerian kesehatan selalu mengkampanyekan agar ibu hamil selalu mengkonsultasikan kehamilannya mulai usia kehamilan muda sampai hampir tiba masa bersalin.

Hal tersebut diperlukan agar hal-hal yang bisa membahayakan janin dan juga ibu bisa diketahui. Lebih dari itu, pemeriksaan secara berkala sangat penting agar bisa diberikan treatment khusus jika ada indikasi masalah dalam kandungan.

Dari semua kebijakan itu, ujungnya adalah menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Pada saat ini, angka kematian ibu dan bayi masih cukup tinggi. Dengan berkonsultasi dengan dokter secara rutin bisa mengurangi resiko kematian bayi dan ibu dan juga sekaligus mengetahui perkembangan janin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*