Perkembangan Janin 1 Bulan Dan Beberapa Tanda Kehamilannya

Perkembangan Janin 1 Bulan

Ceritawanitamodern.com – Pada perkembangan janin 1 bulan, umumnya belum ada tanda-tanda yang sangat jelas pada tubuh ibu yang sedang hamil. Sebelum para ibu tahu bahwa mereka hamil, dalam masa 1 bulan ini, embrio telah mengalami perlembangan yang sangat signifikan meskipun tidak dirasakan oleh ibu hamil di usia kehamilan 1 bulan. Pada masa kehamilan ini, para ibu masih belum tau apakah mereka hamil atau belum.

Berikut ini beberapa tanda yang biasa terjadi pada masa kehamilan usia 1 bulan:

  • Terasa nyeri saat buang air kecil

Salah satu tanda  tersebut disebabkan karena peningkatan hormon progesteron yang mempersiapkan perkembangan janin di dalam rahim. Anda bisa pergi ke dokter bila mengalami tanda tersebut sebab perawatan terhadap janin pada masa 1 bulan pertama dapat sangat mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan. Sudah banyak gizi dan produk yang membantu ibu dalam mempersiapkan kesehatan bayi sejak usia 1 bulan kehamilan. Tidak hanya itu, beberapa produk susu yang diperjualbelikan juga telah dilengkapi dengan formula yang membantu menghilangkan rasa  kurang  nyama selama kehamilan 1 bulan, misalnya seperti muntah dan mual.

  • Terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma

Pada mingu pertama akan berjalan pembuahan sel telur oleh sperma, dimana hal itu terjadi pula sistem pertukaran kromosomdari sel sperma dan  sel telur yang mempunyai kandungan gen pembawa karakter bagi  janin. Bersamaan dengan itu, kandungan hormon estrogen dan progesteron akan bertambah, yang menyebabkan adanya pergantian dalam susunan serta metabolisme badan ibu dalam mendukung untuk tumbuh kembang janin. Sel telur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim. Dalam perjalanan dari ovarium sampai pada rahim, sel telur ini akan membelah diri dan membuat satu massa sel, yang biasa dikenal dengan blastosis. Setelah tiba di rahim, blastosis akan melekat atau yang biasa disebut dengan implantasi pada dinding rahim.

  • Tidak mendapatkan haid

Dalam masa ini, tanda  Ibu hamil yaitu tidak akan mendapatkan haid. Selain itu juga terjadi perdarahan, yang biasanya wanita mengartikan hal tersebut sebagai darah haid. Pendarahan yang terjadi  yaitu karena dampak dari implantasi sel telur dengan dinding rahim. Setelah terjadi implantasi atau melekatnya zigot di dinding rahim, makan akan mulai berlangsung pelepasan hormon HCG.

  • Embiro akan tumbuh

Sisi embrio yang belum menempel pada rahim akan mengalami pertumbuhan. Tulang ekor, tulang belakang, tulang iga, dan juga sistem syaraf pusat akan mulai terbentuk. Selain itu , jantung dan jaringan pembuluh darah juga akan terbentuk.

  • Bakal terbentuk dua buah lubang di wajah pada janin.

Lubang ini bakal terisi oleh mata. Pada mingu ke lima ukuran bayi anda saat ini kurang lebih sebesar biji apel serta pada minggu ini di sebut sebagai embrio. bayi anda telah memiliki detak jantung sendiri.

  • Plasenta sudah akan bekerja

Plasenta dan  tali pusat telah bekerja sepeneuhnya pada minggu ini.  Berbagai vesikel otak primer juga akan mulai terbentuk dan juga sistem saraf mulai tumbuh. Jantung sudah akan berfungsi serta berdetak, selain itu juga akan memompa  darah ke semua sisi badan janin. Beberapa sel akan membuat berbagai organ, misalnya saja rahang bawah,  ginjal, tulang-tulang leher, kaki, muka, dan tangan.

Ukuran Janin Pada Pertumbuhan Janin 1 Bulan

Pada masa kehamilan bulan pertama, embrio telah mengembangkan semua perlindungan yang dibutuhkan untuk bertahan hingga nanti bayi dilahirkan seperti terbentuknya plasenta. Setelah 10 hari dari pembuahan maka jantung, paru-paru dan beberapa bagian penting akan mulai berkembang. Setelah 3 minggu, jantung janin sudah bisa untuk memompa darah. Janin usia 1 bulan berukuran sekitar  1/8 inchi.

Pada perkembangan janin bulan pertama ini, ibu hamil harus melindungi janin dengan baik. Janin yang masih dalam tahap  pembentukan awal memiliki keadaan yang cukup lemah. Oleh sebab itu, sekarang ini disebut masa kritis. Untuk mempersiapkan mental ibu harus optimis serta jika sekarang ini sudah menerima anugerah dari Tuhan. Sebab masih ada beberapa ibu yang belum beruntung dan belum diberikan hamil.

Perubahan Tubuh Ibu Pada Perkembangan Janin 1 Bulan

Tepat ketika telur dibuahi, tubuh ibu akan mulai memproduksi hormon progesteron yang sangat banyak. Fungsi peningkatan hormon ini yaitu untuk mencegah menstruasi dan menjaga kehamilan tetap kuat dan sehat. Sebagai tanggapan dari peningkatan progesteron, lapisan kandung kemih akan menebal dan membuat aliran darah ke uterus semakin meningkat.

Perubahan pada uterus juga akan terjadi pada kehamilan 1 bulan yang membuat ibu akan merasakan seperti kram saat menstruasi. Metabolisme yang meningkat juga akan membuat ibu merasa ingin selalu buang air kecil dan lebih mudah lelah. Perubahan pada payudara juga akan terjadi. perubahan ini  terjadi sebab homon kehamilan mempersiapkan kelenjar payudara yang akan digunakan untuk menyusui nantinya.

Bagi kalian pasangan suami istri, saat masa kehamilan harus selalu berdoa dan menjaga keharmonisan. Perkembangan emosi yang tidak menentu akan mulai terlihat pada calon ibu. Selain itu juga terkadang akan merasa bahagia dan sedih secara bersamaan tanpa ada alasan jelas. Sekitar lingkungan calon ibu harus bisa mengerti keadaan ini sebab jika tidak dimengerti itu akan berakibat tidak baik pada kondisi emosi ibu hamil.

Selain kondisi emosi sang ibu, hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah asupan gizinya. Kekurangan gizi tertentu dapat menyebabkan kelainan pada janin, salah satunya adalah kelainan tulang belakang. Pada saat perkembangan janin menginjak usia 1 bulan ke atas, mulai terjadi perkembangan tabung saraf yang apabila tidak sempurna dapat menyebabkan kelainan tulang belakang. Hal ini umumnya diakibatkan kekurangan asam folat. Asam folat ini dapat kita temui di sayuran berdaun hijau, jamur, kacang merah, kacang hijau, kacang-kacangan, polong, sereal berfortifikasi, dan roti gandum. Untuk itu penting sekali untuk para ibu hamil memperhatikan asupan gizi serta pantangan – pantangannya. Semoga bermanfaat.

Image Source: webmd.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*