Perkembangan Balita yang Patut Ibu Khawatirkan

perkembangan balita https://www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan balita bisa dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Apapun itu faktornya, ibu memiliki peran yang sangat penting dalam hal perkembangan sang buah hati ibu.

Itulah mengapa kehadiran ibu sebagai orang tua tidak bisa digantikan oleh orang lain, tidak terkecuali babysitter. Kalaupun ibu mempekerjakan babysitter, pastikan ibu meluangkan waktu untuk memberi perhatian serta mengamati tumbuh kembang balita ibu.

Ada beberapa hal yang perlu ibu khawatirkan seputar tumbuh kembang si kecil. Apa saja itu?

Memainkan Alat Kelamin

Tentu tidak ada motivasi apupun ketika si kecil bermain selain merasa kesenangan dan rasa ingin tahu. Begitu juga ketika sang buah hati memainkan alat kelamin. Tugas ibu adalah menjelaskan mana aktivitas yang baik dan mana aktivitas yang tidak baik. Ibu harus menjelaskan memainkan alat kelamin itu tidak boleh dilakukan.

Yang harus ibu ketahui adalah si kecil belum tahu tentang norma. Sebagai orang tua, ibu harus sedikit demi sedikit mengajarkan tentang norma.

Cara mengajarkan pun berbeda dengan cara mengajarkan kepada anak yang sudah dewasa. Jika si kecil sering memainkan alat kelamin, ibu bisa mengalihkan perhatian. Ibu jangan sampai memberikan teguran apalagi terkesan intimidasi. Sebaiknya, ibu memberikan penjelasan daripada teguran.

Senang Bermain Sendiri

Perkembangan balita tidak hanya terkait dengan perkembangan fisik maupun psikis, tapi juga sosial. Jika ibu melihat si kecil lebih sering di dalam rumah sendiri dan tidak mau diajak menemui tamu, pantas jika ibu harus khawatir.

Kebanyakan balita yang lebih senang bermain sendiri akan mengalami masalah dalam hal sosialisasi dengan lingkungan. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan si kecil kecanduan bermain game. Banyak sekali kasus di mana balita sudah tahu gadget dan game di dalamnya dan akhirnya sosialisasi terhadap lingkungan kurang. Hal ini dikarenakan si kecil merasa lebih nyaman dan bahagia bermain game sendiri daripada bermain dengan balita lain.

Jika ibu menemukan perkembangan sang buah hati seperti ini, sudah saatnya ibu harus menghentikan sang buah hati kecanduan game. Tentu hal tersebut tidak mudah. Ibu perlu mengatur jadwal main game agar sedikit demi sedikit waktu untuk bermain berkurang.

Selain itu, ibu juga harus mengalihkan dengan kegiatan-kegiatan menarik lainnya, tentunya kegiatan tersebut bisa membuat balita lebih mudah bersosialisasi dengan lingkungan. Seperti contoh, ibu lebih sering mengajak jalan-jalan di sekitar rumah, bertamu ke tetangga, dan lain sebagainya.

Akan lebih baik lagi jika ibu mengajak balita mengunjungi rumah saudara atau tetangga yang mempunyai balita seumuran dengan si kecil. Dengan demikian, si kecil akan memiliki teman seusia dengannya.

Dua perkembangan balita tersebut di atas harus diantisipasi. Sebagai orang tua, ibu harus melakukan langkah antisipasi yang bijak. Jangan sampai ibu melakukan cara yang kasar agar balita ibu tidak melakukan hal tersebut di atas.

Langkah yang bijak diperlukan untuk menghindari trauma pada balita. Yang jelas, apa yang dilakukan balita ibu tersebut karena ketidaktahuannya. Tugas ibu adalah memberitahu bahwa hal tersebut di atas tidak boleh dilakukan. Dan ibu harus membantu si kecil mencari solusi bagaimana tidak memainkan alat kelamin dan tidak kecanduan bermain game sendiri.

Sesibuk apapun ibu dengan pekerjaan atau kegiatan setiap hari, seharusnya ibu tidak hanya menyerahkan si kecil kepada babysitter. Sebisa mungkin ibu harus tahu perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*