Perawatan Bayi yang Salah Kaprah Tapi Sering Dilakukan

perawatan bayi ibudanbalita.com

Perawatan bayi bisa ibu pelajari dari orang lain yang sudah memiliki bayi atau dari orang tua ibu sendiri. Akan tetapi, ada beberapa cara merawat bayi sudah dipraktekkan secara turun menurut namun ternyata hal tersebut tidak dianjurkan menurut medis.

Untuk ibu yang baru memiliki bayi, ibu harus tahu apa saja perawatan yang sudah biasa dilakukan tapi ternyata tidak boleh dilakukan menurut ahli kesehatan bayi. Berikut ulasannya.

Memakaikan Gurita

Orang tua ibu pasti akan menyarankan agar bayi ibu dipakaikan gurita. Alasanya, dengan memakai gurita, bayi akan merasa nyaman dan hangat sehingga bayi tidak mudah kembung.

Memang alasan tersebut terdengar masuk akal. Akan tetapi, ternyata, memakaikan gurita justru mengganggu perkembangan organ-organ sang buah hati ibu. Seperti ibu ketahui, gurita biasanya dipasangkan sangat kencang. Bagaimana tulang-tulang sang bayi bisa berkembang jika seperti itu?

Bedong Membuat Kaki Bayi Lurus

Perawatan bayi yang salah kaprah selanjutnya adalah memakaikan bedong. Khususnya orang jawa, bedong menjadi pakaian wajib bayi yang baru berusia 0-1 bulanan. Menurut cerita, bedong akan membantu membuat kaki sang bayi lurus.

Tentu hal tersebut ada benarnya. Bayi yang lahir memiliki postur kaki yang bengkok. Hal ini dikarenakan ketika masih di dalam rahim, bayi tidak memiliki ruang yang cukup untuk meluruskan kaki. Walhasil, ketika lahir, kaki bayi bengkok.

Akan tetapi, memakaikan bedong bukanlah langkah yang benar. Pasalnya, memakaikan bedong justru akan menghambat peredaran darah. Jantung sang bayi akan bekerja semakin keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tentu hal tersebut akan sangat berbahaya sekali jika bedong diikatkan terlalu kuat.

Para dokter sekarang tidak menyarankan menerapkan cara merawat bayi seperti ini. Selain beresiko, tanpa dibedongpun kaki bayi akan lurus dengan sendirinya. Jadi, tidak ada kaitannya antara dibedong dengan kaki bayi menjadi lurus.

Membuang Sedikit ASI Sebelum Memberikan Kepada Bayi

Orang dahulu sering membuang ASI sedikit sebelum memberikan kepada sang bayi. Hal tersebut dilakukan karena mereka tidak ingin bayi keracunan karena mengkonsumsi ASI yang sudah basi. Apakah ibu juga melakukan hal tersebut?

Memang ada kalanya ASI berawarna kekuning-kuningan. Orang dahulu mengatakan ASI tersebut sudah basi. Oleh karena itu, ASI harus dibuang sedikit dan baru memberikan kepada bayi.

Hal tersebut jelas salah kaprah. Tidak ada istilah ASI basi. Jika ibu menemukan warna ASI kekuning-kuningan, itu adalah kolostrum. Biasanya, kolostrum ini keluar pada hari pertama. Itu bukanlah ASI basi, tapi justru ASI dengan kualitas terbaik.

Menaburkan Bedak di Kepala Bayi

Menurut orang dahulu, menaburkan bedak di kepala bayi merupakan salah satu perawatan bayi yang harus dilakukan agar bayi tidak mudah pilek. Ternyata, memberikan bedak ke kepala bayi dengan pilek itu tidak ada hubungannya sama sekali. Yang terjadi justru adalah kerak yang ada di kepala bayi yang kemungkinan menjadi tempat tumbuhnya kuman. Lebih parah lagi, hal tersebut bisa menyebabkan infeksi.

Itulah sebagian dari cara merawat bayi yang salah kaprah namun sampai sekarang masih dilakukan oleh sebagai ibu. Mulai sekarang, ibu harus tahu alasan dari segala jenis perawatan yang ibu berikan kepada si kecil. Jangan sampai perawatan yang ibu lakukan justru berdampak tidak baik bagi perkembangan si kecil. Selain itu, ibu juga harus mengupdate informasi tentang perawatan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*