Penyebab Mual Saat Hamil? Cek Di Sini

penyebab mual saat hamil momjunction.com

Rasa tidak nyaman selama masa kehamilan sepertinya bukan hal aneh lagi. Kebanyakan perempuan mengalami sampai rasanya garuk – garuk kepala karena kebingungan sebenarnya ada apa. Penyebab mual saat hamil seringkali dikaitkan dengan hal medis yang cukup ribet, padahal sebenarnya mual saat hamil cukup normal.

Pencegahan mual saat hamil, salah satunya morning sickness cukup simpel selama tahu apa pemicu rasa mual itu sendiri. Sama dengan membereskan masalah pada umumnya, bila sumber saja tidak diketahui, bisa kesusahan menentukan langkah berikutnya. Ilmu kedokteran jaman sekarang membuat siapa saja bisa mengakses pengetahuan terbaru termasuk mengenai mual selama kehamilan. Langsung saja ini dia 5 penyebab mual saat hamil.

– Hidung yang sensitif
Indera penciuman diberikan oleh tuhan salah satunya untuk mengetahui apakah suatu makanan berbahaya atau tidak. Bau hidangan yang harum cenderung mengundang selera makan sebagai pertanda bahwa tidak ada bahaya di dalamnya, sedangkan bau tidak sedap membuat perut bergejolak ingin memuntahkan isinya. Meski, tidak ada jaminan hidung adalah filter paling akurat dalam hal makanan, tapi ketika berbicara mengenai kuliner memang penciuman masih memegang peran dalam membentuk presepsi akan suatu makanan.

Problematika mual kala mengandung bisa saja disebabkan bau di sekeliling. Indera penciuman bunda meningkat dua hingga tiga kali lipat. Beberapa makanan ‘bau’ seperti durian mungkin bukan masalah bagi bunda dulunya tapi saat hamil, durian bisa menjadi musuh terbesar bunda. Kemampuan bunda mendeteksi keberadaan makanan bau yang memicu mual bisa sampai bermeter – meter jauhnya. Bunda sangat disarankan untuk jujur pada diri sendiri maupun pada pasangan. Jangan takut mengutarakan pendapat bunda mengenai sesuatu yang dirasakan. Semisal saja, bunda tidak suka bau parfum ayah karena membuat pusing dan mual, bicarakan.

– Esterogen

Tidak ada kehamilan tanpa kenaikan esterogen. Bahkan pada ibu hamil yang tidak mengalami rasa mual sekalipun bisa menjumpai esterogen tetap naik. Ya, kehamilan memang membawa banyak hormone naik pangkat alias bertumbuh dengan liar. Ngidam, mudah marah, hanya beberapa efek samping dari kenaikan hormone. Nah, usut punya usut, esterogen juga sering disalahkan pada saat mual kala mengandung menyerang. Berbarengan dengan kenaikan hormone lain, esterogen menimbulkan rasa ingin mual dan muntah pada saat mengandung.

– Bakteri helicobacter pylori

Penyebab penyakit kebanyakan memang berasal bakteri, termasuk rasa mual. Awalnya, berabad – abad lalu banyak orang menganggap sakit perut karena gaya hidup yang tidak sehat. Minum soda di pagi hari, terlalu banyak merokok, sampai dengan makan tidak teratur semuanya bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian pencernaan. Tahun 1982, barulah bakteri helicobacter pylori ditemukan dengan hasil yang cukup mencengangkan. Banyak kasus menunjukkan sakit perut bisa jadi disebabkan oleh serangan helicobacter pylori.

Strategi bakteri jahat satu ini juga patut diberi tepuk tangan riuh. Sekali terinfeksi bakteri helicobacter pylori, tubuh tidak akan sadar dan merasa baik – baik saja. Bak agen rahasia 007 helicobacter pylori diam – diam menelusuri jalur perut menuju ke pertahanan guna meruntuhkan batas antar perut dengan asam lambung dengan perlahan. helicobacter pylori akan pergi meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara) ketika dirinya yakin asam lambung sudah lepas bebas siap menjadikan perut sakit. Penderita umumnya tidak menyadari kedatangan helicobacter pylori, bahkan pada negara kaya akan air bersih seperti Indonesia, helicobacter pylori tetap mampu bertahan hidup untuk menyerang.

Kehamilan dan rasa mual seolah tidak dapat dipisahkan. Beberapa teori memang menyambungkan antara helicobacter pylori dengan rasa tidak nyaman di perut selama mengandung. Tidak perlu buru – buru menghadap dokter kepercayaan guna menanyakan persoalan bakteri tersebut. Belum ada penelitian konkrit yang berhasil menemukan secara pasti hubungan antar helicobacter pylori dengan rasa mual kehamilan. Kendati demikian, guna meminimalisir resiko helicobacter pylori, cucilah semua peralatan makan dan tangan ibu sebelum menyantap hidangan. Ingat, helicobacter pylori menempel pada peralatan makan termasuk kotoran di tanah.

– Human chorionic gonadotropin (HCG)

 

Kebanyakan bunda mungkin pernah mendengar soal Human chorionic gonadotropin alias hormone kehamilan. Pembuat masalah selama masa kehamilan sebenarnya ditandai dengan kenaikan hormone Human chorionic gonadotropin. Rasa ngidam, perasaan tidak menentu termasuk kecemasan pada masa kehamilan bisa dipicu oleh Human chorionic gonadotropin. Rasa mual bisa juga terjadi ketika Human chorionic gonadotropin semakin menanjaki posisi atas hormone tubuh. Beberapa penelitian meyakini ada penyebab lain selain Human chorionic gonadotropin, sayangnya, sejauh ini studi hanya menunjukkan kenaikan Human chorionic gonadotropin signifikan dengan makin parahnya rasa mual kehamilan.

– Stress masa kehamilan

Tidak ada yang mengatakan kehamilan itu mudah, kalaupun ada, pasti sangat jarang. Ada berbagai tantangan selama kehamilan sehingga menimbulkan rasa stress. Perasaan yang dirasakan seorang bunda memang campur aduk, belum lagi dengan fase gugup akan memiliki anak. Ketidak tahuan seseorang bisa membutakan sehingga menyebabkan kecemasan yang tidak perlu. Tingkat stress bisa naik dan melakukan kegiatan yang disukai sekalipun bisa terasa tidak nyaman. Bukan rahasia lagi bahwa pencernaan kurang menerima rasa stress dengan baik sampai berujung mual. Kalau sudah begini, ada baiknya bunda memanjakan diri dan mulai terbuka dengan suami tentang apa yang dirasakan, meski hal tersebut perasaan remeh sekalipun. Memendam perasaan hanya akan memperparah stress sehingga berujung pada rasa mual saat hamil yang kian menjadi – jadi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*