Penyebab Keguguran yang Harus Dikenali Oleh Ibu Hamil

penyebab keguguran

Mengetahui beberapa penyebab keguguran adalah suatu tindakan yang tepat dilakukan oleh ibu  hamil. Sebab dengan memahami tanda awal keguguran ini penanganan secara baik bisa menolong kehamilan Anda dari bahaya yang bisa saja terjadi.

Untuk pasangan yang sudah lama menunggu kehadiran sang buah hati di dalam keluarga, kehamilan dari seorang ibu hamil menjadi kabar yang sangat dinanti. Segala usaha harus dilakukan supaya proses kehamilan selama 9 bulan ini berjalan dengan semestinya, mulai dari awal tumbuh kembang janin sampai proses persalinan nantinya. Namun bahaya keguguran memang menjadi salah satu masalah yang selalu menganggu saat proses kehamilan.

Dalam dunia kesehatan, keguguran biasa disebut dengan istilah abortus yang artinya keluarnya hasil pembuahan secara tiba-tiba sebelum janin bisa bertahan hidup di luar kandungan sampai usia kandungan kurang dari 20 minggu. Beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan seorang wanita hamil mengalami keguguran, oleh karena itu Anda sebagai ibu hamil harus mengenali beberapa tanda keguguran dan juga penyebab seorang ibu  hamil mengalami keguguran.

Beberapa Tanda Keguguran yang Harus Diketahui

Beberapa kasus keguguran yang terjadi saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu diakibatkan oleh gagalnya pertumbuhan janin di dalam rahim. Hal ini pula yang menyebabkan janin di dalam kandungan terlepas dari rahim dan menimbulkan beberapa keluhan yang tidak lain merupakan tanda-tanda keguguran. Berikut ini beberapa tanda yang harus diwaspadai untuk mencegah keguguran;

  • Keluarnya darah dari jalan bayi lahir

Tanda keguguran pertama yang biasa dikeluhkan oleh ibu hamil yang mengalami keguguran yaitu keluarnya darah dari rahim ibu. Pendarahan yang dirasakan oleh seorang ibu  hamil pada usia kandungan kurang dari 20 minggu memang tidak selalu mengarah kepada kondisi abortus, akan tetapi keluhan ini menandakan sudah terjadi sesuatu dengan kehamilan Anda. Pendarahan dari jalan lahir yang akan dialami oleh seorang ibu hamil pada masalah aborsi juga bermacam-macam, mulai dari yang hanya muncul berupa bercak sampai pendarahan hebat yang dapat membahayakan jiwa sang ibu  sebab kurangnya darah dalam jumlah besar. Oleh karena itu, seorang ibu yang sedang hamil perlu mengenali keluhan ini. Apabila Anda merasakan munculnya pendarahan dari jalan lahir maka Anda harus segera periksa ke bidan atau dokter kandungan guna memastikan keadaan janin di dalam rahim.

Yang harus Anda ketahui yaitu tidak semua masalah abortus dengan pendarahan berakhir tidak baik. Apabila Anda dengan segera memeriksakan diri dan memperoleh pertolongan yang tepat maka janin Anda masih dapat dipertahankan. Masalah seperti ini biasa disebut dengan istilah abortus iminens. Oleh karena itu mengapa sangat penting untuk ibu hamil dalam mengetahui dan mengatasi berbagai tanda keguguran tersebut.

  • Rasa nyeri pada perut

Tanda selanjutnya yang juga biasa dikeluhkan oleh ibu hamil yaitu munculnya nyeri atau kram pada perut bagian bawah. Rasa nyeri perut dan rasa kram yang datang ini adalah respon dari terlepasnya jaringan di dalam rahim seorang wanita dan memaksa rahim untuk berkontraksi bukan hanya untuk mengeluarkan jaringan tersebut. Selain itu juga untuk mengurangi pendarahan yang muncul akibat pelepasan jaringan itu sendiri. Rasa nyeri yang dirasakan dapat datang dengan tiba-tiba tanpa adanya keluhan sebelumnya disertai dengan pendarahan dari jalan lahir.

  • Keluarnya kantung dari jalan lahir

Tanda keguguran berikutnya yaitu keluarnya jaringan berbentuk kantung dari jalan lahir Anda. Keluhan keguguran yang satu ini adalah pertanyaan yang biasa ditanyakan tenaga kesehatan pada setiap ibu hamil dengan keluhan pendarahan dari jalan lahir saat usia kandungan kurang dari 20 minggu. Hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk ditanyakan, sebab  tidak semua masalah abortus akan berakhir dengan kematian janin di dalam kandungannya sendiri.

Namun, bila seorang ibu hamil mengaku bahwa dia sudah  mengalami keluhan keluar jaringan berbentuk kantung dari jalan lahir, maka dapat dipastikan bahwa dia telah mengalami keguguran. Setelah itu dokter kandungan akan melanjutkan pemeriksaan guna melihat apakah masih ada jaringan yang tersisa dalam rahim Anda ataupun tidak. Apabila sudah tidak ada jaringan tersisa maka Anda akan disarankan untuk beristirahat. Akan tetapi bila hasil pemeriksaan menandakan bahwa masih ada sisa jaringan di dalam rahim, maka Anda harus menjalani sejumlah tindakan, misalnya saja kuretase.

Mengenali Beberapa Faktor Penyebab Keguguran

Setelah mengetahui beberapa tanda yang biasa dikeluhkan oleh ibu  hamil tersebut, saat ini Anda juga harus mengenali apa saja faktor penyebab seorang ibu hamil mengalami keguguran. Dengan mengetahui beberapa faktor penyebab keguguran ini, Anda dapat mencegah dan menurunkan risiko mengalami kondisi seperti ini di waktu yang akan datang.

01. Faktor janin

Faktor utama penyebab seorang  ibu hamil mengalami keguguran yaitu masalah pertumbuhan janin yang kurang sempurna. Hal ini diakibatkan oleh kelainan kromosom yang terjadi ketika awal pertumbuhannya sehingga berbagai organ penting di dalam tubuhnya tidak bisa  berkembang dan berakhir dengan terjadinya keguguran.

02. Faktor ibu

Setelah itu adalah berasal dari penyakit atau kebiasaan tidak baik yang biasa dilakukan oleh ibunya. Misalnya saja pada penyakit infeksi kehamilan yang diakibatkan oleh beberapa virus dan parasit atau biasa disebut dengan infeksi TORCH pada kehamilan, dan juga penyakit kencing manis. Makan makanan yang setengah matang juga bisa mengundang parasit pada tubuh seperti yang dilansir di Awal Sehat Nestle. Kedua macam penyakit ini bisa menyebabkan kelainan pertumbuhan janin saat awal kehamilan. Disamping itu, faktor nutrisi ibu dan kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol berlebih dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin dari minggu ke minggu. Trauma yang cukup parah dan paparan radiasi berlebih juga merupakan penyebab keguguran pada ibu hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*