Penyebab Gangguan Pencernaan Anak yang Paling Sering Terjadi dan Solusinya

pencernaan anak https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Keluhan yang paling sering terjadi pada anak adalah gangguan terkait dengan sistem pencernaan. Hal ini disebabkan sistem pencernaan anak harus beradaptasi dengan semua jenis makanan dan minuman yang ia konsumsi.

Gangguan pencernaan pada anak paling sering terjadi ketika mengkonsumsi makanan atau minuman baru. Bahkan, anak yang baru pertama kali minum susu pun sering mengalami masalah pada pencernaannya.

Jadi, pada dasarnya ibu tidak perlu khawatir. Gangguan pada sistem pencernaan tersebut bagian dari proses adaptasi.

Meskipun demikian, bukan berarti ibu tidak perlu melakukan hal apapun. Ibu juga bisa melakukan sesuatu agar gangguan pada pencernaan tersebut tidak semakin parah.

Berikut ini beberapa gangguan sistem pencernaan pada anak yang paling sering terjadi dan solusinya.

Diare

Keluhan pencernaan yang satu ini hampir dialami oleh balita, terutama ketika pertama kali mengkonsumsi susu. Banyak orang tua yang menganggap diare tersebut disebabkan susu yang kurang baik. Padahal tidak demikian.

Jika ibu yakin sudah memberikan susu balita yang terbaik, maka diare tersebut bukan dikarenakan oleh susu, melainkan adaptasi sistem pencernaan dalam mencerna kandungan di dalam susu.

Solusi awal yang bisa ibu lakukan adalah mengurangi takaran susu. Kurangi takaran separoh dari yang disarankan. Selain itu, ibu juga bisa memberikan susu tapi dalam bentuk yang lebih encer. Hal ini bisa ibu lakukan hingga keluhan diare tidak terjadi lagi.

Bagaimana jika diare disebabkan oleh faktor lain? Bisa saja diare itu disebabkan oleh faktor lain seperti alat makan dan minum anak (terutama botol susu) yang kurang higienis, lingkungan yang kotor sehingga bakteri masuk ke dalam tubuh si kecil sehingga ia terkena diare, dan lain sebagainya.

Jadi, selain mengurangi takaran susu, ibu juga perlu untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.

Konstipasi

Seperti halnya diare, konstipasi atau susah buang air besar ini juga bisa disebabkan makanan atau minuman dikonsumsi oleh si kecil. Ketika anak baru pertama kali mengenal makanan, yaitu ketika ibu memberikan MPASI, sering kali anak akan mengalami konstipasi.

Konstipasi memang berkaitan dengan gangguan sistem pencernaan. Akan tetapi, hal ini juga bisa dikaitkan dengan asupan serat yang kurang.

Oleh karena itu, cara yang paling efektif mengatasi konstipasi adalah memperbanyak serat yang bisa ibu berikan dari berbagai jenis sayuran hijau. Ibu tidak boleh berpikir untuk memberikan obat konstipasi. Ingat, anak kecil sebaiknya tidak diberi obat-obatan kimia. Jika ada keluhan kesehatan seperti konstipasi, sebaiknya ibu menggunakan cara lain selain memberi si kecil obat.

Sering Mengeluarkan Air Liur

Air keluar biasanya keluar sangat banyak ketika gigi si kecil tanggal. Namun, aneh jika hal ini masih terjadi ketika usia anak sudah di atas 2 tahun.

Tidak ada solusi yang tepat selain memberikan pengertian kepada si kecil untuk tidak bermain dengan air liur. Karena pada dasarnya keluarnya air liur disebabkan ada kecenderungan si kecil senang bermain dengan lidah sehingga mengeluarkan air liur.

Memang ada kaitannya dengan gangguan pencernaan. Akan tetapi, behavior lebih menjadi faktor yang dominan.

Jika hal ini terjadi hingga berlarut-larut, apalagi jika usia si kecil sudah menginjak 3 tahun, sebaiknya ibu konsultasikan dengan dokter anak agar ibu mendapatkan solusi yang tepat.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan gangguan pencernaan pada anak lengkap dengan solusinya. Semoga informasi ini bisa membuat ibu lebih tahu apa yang harus ibu lakukan jika ada gangguan pada sistem pencernaan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

1 Comment on Penyebab Gangguan Pencernaan Anak yang Paling Sering Terjadi dan Solusinya

  1. makasih infonya bunda.
    apakah boleh memakai obat /pil/kapsul untuk orang deasa bila dedek bayi sakit , meski dosis separuh nya ??

Leave a comment

Your email address will not be published.


*