Pentingnya Nutrisi Balita Seimbang Kala Menurunkan Berat Badan

nutrisi balita seimbang www.ibudanbalita.com

Tumbuh kembang si kecil tentu menjadi faktor yang cukup menentukan kesuksesan orang tua. Bila si kecil tumbuh ceria, maka ayah bunda bisa bernafas lega, lain cerita bila salah langkah. umur 5 tahun merupakan masa buah hati belajar mengenal dunia untuk pertama kalinya. Pentingnya nutrisi balita diberi perhatian lebih disebabkan faktor tersebut.

Dilema membesarkan anak ada bermacam-macam, dari yang paling terduga sampai hal yang tak pernah diharapkan. Biasanya gizi anak yang menjadi masalah, sebab berat badan anak sangat jauh dibawah standard. Ya, ada alasan prosedur pemeriksaan rutin si kecil kerap diawali pengukuran berat badan. Memang, salah satu faktor penentu tingkat pemenuhan gizi secara gamblang terletak pada berat buah hati ayah bunda.

Tidak semua orang bermasalah dengan berat badan dibawah rata-rata. Justru, era modern ini malah menimbulkan masalah baru yakni obesitas. Gaya hidup yang semakin praktis, disertai mainan instant berbentuk gadget canggih bikin orang dewasa sampai dengan balita malas gerak. Hal ini menjelaskan mengapa begitu banyak terjadi obesitas pada anak.

Orang tua bisa saja kaget mendengar bahwa berat badan anak perlu diturunkan. Umumnya, ayah bunda malah dipusingkan berat si kecil yang terus menurun. Wajar, saja, balita merupakan masa dimana segala jenis makanan terasa tidak enak. Kalau sudah mulai jam makan malam, duh, hawanya bikin pusing. Apalagi disertai anak lari-lari minta dikejar, yang ada kalori terbakar lebih banyak dibanding makanan yang masuk.

Ambil nafas, tenang, dengan ilmu kesehatan jaman sekarang, menurunkan berat badan anak secara efektif dan efisien bukan hal yang mustahil, kok. Malahan sudah banyak dukungan untuk buah hati ayah bunda guna membakar lemak berlebih dalam gizi anak. Tidak perlu sedih, karena memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut buah hati tidak selalu mudah. Justru dengan gendutnya anak, setidaknya menjadi pertanda beban memberi makanan sudah sedikit terangkat.

“Adeknya suruh olah raga saja!”

Umumnya, orang-orang awam akan mendorong balita mengikuti klub olah raga tertentu, entah bela diri seperti tae kwon do, atau muay thai sampai lari-lari pagi. Sedikit yang tidak terungkapkan adalah fakta olah raga bukan segalanya.

Gary Bennet, seorang lulusan universitas Durham, calafornia utara, telah mendedikasikan karirnya sebagai pengamat gizi anak. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan anggapan banyak gerak, lemak sirna. Olah tubuh tidak dapat dibantah kepentingannya, sayang, banyak orang terlalu mengagung agunkan kegiatan olah raga seolah hanya itulah faktor penurun berat badan.

Kinerja penurunan berat badan dengan berolah raga saja tidak bisa dibilang seratus persen tepat. penelitian terkini yang dilakukan Bennet bersama rekan kerjanya melibatkan anak-anak dengan kondisi yang nyaris serupa, yakni sehat namun kegendutan. Kemudian, partisipan yakni anak-anak dipisah menjadi dua kelompok.

Pertama, kelompok yang diminta berolah raga jauh lebih keras dibanding kelompok sebelumnya. Sebagai gantinya, golongan kelompok tersebut dipersilahkan makan sesuka hati, termasuk junk food, dan makanan instant. Hipotesisnya berdasar banyak perkataan orang mengenai betapa tidak pentingnya makanan yang masuk selama tubuh terus bergerak.

Kelompok kedua sangat berbeda dengan yang pertama. Bukan hanya porsi olah raga dikurangi, namun Bennet dan tim memperbolehkan anak berbuat sesuka hati, malas-malasan sekalipun sah saja. Sebagai pembanding, kelompok kedua diberi hidangan menu makanan penuh nutrisi yang ditakar dengan baik. Hasilnya, cukup mengejutkan, yakni kelompok kedua justru mengalami penurunan berat badan signifikan dibanding kelompok pertama.

Gizi anak bukan sesuatu yang dapat diremehkan, bahkan hingga dirinya bertambah dewasa, penelitian tersebut membuktikkan makanan masih menentukan arah berat badan. Hingga kini, beberapa oportunis mengincar penurunan berat badan disertai pemenuhan gizi dengan konsumsi suplemen. Apakah memakai produk tersebut dibilang tepat?

Suplemen memang cukup praktis dalam memenuhi nutirisi seseorang gampang dan cepat. Tapi, anak bukanlah robot yang hanya mampu makan vitamin untuk bertahan hidup. Usia belia harusnya digunakan untuk mengenal dan membiasakan diri konsumsi makanan yang sehat betul, bukan malah fokus pada rating vitamin saja.

Suplemen vitamin tidaklah salah, jika dikonsumsi orang dewasa yang memang super sibuk dan tidak punya waktu. Walau, pada satu titik orang dewasa juga tetap membutuhkan makanan. Bagi anak-anak, dirinya masih mencari tahu cara terbaik untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Terbiasa makan suplemen yang bisa menurunkan berat badan meski berbahan dasar nutrisi sekalipun membahayakan sudut pandangnya kelak.

Anak yang tahu dengan suplemen saja tubuhnya akan merasa lebih nyaman, akan kesulitan menemukan daya Tarik makanan. Padahal pada satu titik, manusia harus kembali ke alam. Bahkan beberapa anak yang terbiasa minum suplemen mulai jauh dari makanan karenan memang dirinya tidak tertarik. Hal ini justru berbahaya.

Alih-alih memberikan alternatif suplemen, lebih baik berfokus pada sumber gizi yang kaya akan serat. Tak perlu sulit, beragam buah dan sayur siap membantu penurunan berat badan si kecil. Tidak perlu yang mahal, bahkan buah pasaran seperti pisang dan apel saja sudah lebih dari cukup. Harap diingat sayur jangan sampai ketinggalan ya.

Sarapan merupakan sesi makan yang menentukan hari si kecil. Meninggalkan sarapan tidak hanya membuat badannya lebih lemas, namun juga berat badan bisa naik. Paragraf sebelumnya telah menjelaskan pentingnya nutirisi balita, orang tua sebaiknya langsung bicara dengan ahli gizi terpercaya guna penakaran nutrisi yang lebih pas.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*