Pengaruh Penggunaan Popok Terhadap Perkembangan Balita

perkembangan balita www.facebook.com/ibudanbalita

Perkembangan balita itu juga dipengaruhi oleh cara ibu mendidik serta merawat si kecil. Jadi, jangan hanya berkutat pada nutrisi dari susu balita atau makanan sehat yang ibu berikan. Faktor eksternal juga mempengaruhi perkembangan si kecil.

Masalah yang sering dialami oleh ibu-ibu sekarang ini adalah masalah ketergantungan terhadap popok. Adanya popok membuat seolah-olah tidak ada alternatif lain selain memakaikan popok pada si kecil. Lebih mudah dan jika kecing tidak akan mengotori lantai. Selalu itu yang menjadi alasan.

Akan tetapi, tahukah ibu ada pengaruh antara penggunaan popok dengan perkembangan si kecil?

Ini berdasarkan pengalaman ibu-ibu di luar sana. Banyak yang merasa kesulitan untuk mengajarkan kepada si kecil agar bicara atau memberitahukan jika ingin buah air atau buang air besar. Hal itu dikarenakan si kecil sudah terbiasa buang air kecil dan buang air besar di popok.

Jika tahap perkembangan balita sudah masuk pada periode berbicara lancar, maka seharusnya pada tahap itu balita sudah bisa berbicara dan meminta ibu untuk membawanya ke kamar mandi untuk buang air kecil atau buang air besar.

Sayangnya, banyak orang tua yang terlambat menyadarinya. Balita sudah menginjak usia 3 tahun namun belum bisa memberitahu ibu kapan ia ingin buang air besar dan kapan ingin buang air kecil.

Lalu, bagaimana solusinya? Salah satu solusinya adalah melepaskan popok. Ibu harus mulai tidak tergantung dengan popok. Bagaimana kalau si kecil ngompol sembarang? Itu awalnya. Ketika si kecil buang air kecil sembarang, pada saat itulah ibu mulai mengajari si kecil agar mau memberitahu jika ingin buang air besar.

Mungkin hal tersebut tidak langsung bisa secara instan berhasil. Si kecil akan tetap ngompol sembarangan. Untuk itu, ibu harus bersabar dan selalu menasehati agar mau memberitahu ibu jika si kecil ingin buah hari besar.

Satu hal yang harus ibu ketahui. Jangan mempermalukan balita ibu di depan umum jika mengompol. Bukannya mengajari, tapi justru hal tersebut akan mempersulit ibu mengajarkan bagaimana memberitahukan ketika ingin buang air kecil.

Selain itu, jangan pua membandingkan dengan balita lain. Jika ibu sering membandingkan dengan balita lain, maka yang terjadi adalah trauma. Anak akan tidak percaya diri dan beberapa masalah lainnya yang akan muncul.

Sebenarnya tidak sulit untuk memahami perkembangan balita. Yang perlukan hanya peran aktif ibu serta kesabaran. Balita itu belum tahu apa-apa dan tugas ibu lah mengajari bagaimana balita tidak tahu menjadi tahu. Tentu saja berbeda sekali antara mengajari balita dengan mengajari orang dewasa. Mengajari balita perlu berkali-kali. Dan ibu harus memahami cara berpikir si kecil.

Yang jelas, jika balita ibu sudah mengijak usia 1-2 tahun, mulailah melepas popok. Mungkin popok hanya ibu pakaikan ketika dalam perjalanan atau ketika si kecil tidur. Namun, jika pada siang hari, anak sebaiknya tidak menggunakan popok. Selain itu, mulailah mengajarkan anak agar mau berbicara atau memberitahu ibu ketika ingin buah air besar atau buah air kecil.

Jadi, tidak ada salahnya dengan nutrisi yang ibu berikan. Tidak ada kaitannya juga dengan susu balita yang anak konsumsi. Faktor ekstenal juga sangat mempengaruhi perkembangan si kecil. Jadi, ibu harus perbaharui terus informasi yang berkaitan dengan perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*