Pengaruh Mengontrol Secara Berlebihan Terhadap Tahap Perkembangan Anak

tahap perkembangan anak www.friso.co.id

Setiap orang tua pasti ingin tahap perkembangan anak baik, tak terkecuali Anda. Hanya saja, terkadang apa yang dilakukan orang tua tidak membuat perkembangan anak menjadi optimal. Justru sebaliknya.d

Ada banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh orang tua pada saat ini. Sayangnya, mereka tidak sadar jika mereka telah melakukan yang berimbas pada terganggunya perkembangan anak. Mereka mengira apa yang dilakukan untuk kebaikan sang buah hati. Pada kenyataannya justru sebaliknya. Contohnya saja terlalu berlebihan dalam mengontrol kegiatan anak.

Apakah Anda juga melakukan hal tersebut? Sebaiknya Anda hentikan jika ingin melihat tumbuh kembang anak lebih optimal.

Akibat Mengontrol Anak Secara Berlebihan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, banyak orang tua yang ingin menjaga anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Mereka akhirnya mengontrol apa saja yang dilakukan oleh sang buah hati mereka. Namun, justru akibatnya kurang baik untuk perkembangan anak.

Salah satunya anak menjadi penakut. Ia selalu merasa dibayang-bayangi oleh orang tuanya. Setiap kali ia ingin melakukan sesuatu, ia ingat orang tuanya. Ia takut dilarang atau dimarahi orang tuanya. Sehingga, ketika ia sedang bermain dengan temannya dan mencoba mengerjakan sesuatu hal yang baru, ia tidak berani.

Padahal, secara naluri, anak memiliki kecenderungan untuk melakukan atau mencoba hal yang baru. Rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dan tinggnya rasa ingin tahu menjadi pemicu tumbuh kembang anak. Lalu, apa jadinya jika rasa ingin tahunya tersebut Anda matikan dengan cara mengontrol kegiatan anak secara berlebihan? Tentu saja hal tersebut berimbas pada terganggunya perkembangan anak. Anda tidak ingin hal ini terjadi pada sang buah hati, bukan?

Tentu bukan hanya faktor ini saja yang membuat anak menjadi penakut. Ada hal lain juga yang mempengaruhi. Yang pasti, sebaiknya Anda tidak terlalu ketat mengontrol anak. Beri kebebesan kepada anak Anda untuk melakukan sesuatu. Sekalipun itu sebuah kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan. Justru dari kesalahan tersebutlah anak akan berkembang dan mempelajari suatu hal.

Faktor Lain Menyebabkan Anak Menjadi Penakut

Kesalahan yang tidak disadari oleh banyak orang tua namun sering dilakukan adalah mengontrol anak secara berlebihan. Seperti penjelasan di atas, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab anak menjadi penakut.

Namun, ada kesalahan lain yang juga tak kalah penting untuk Anda ketahui agar Anda tidak menjadikan anak penakut.

  • Sering Menakut-Nakuti

Sering sekali orang tua menakut-nakuti anak mereka sendiri, terutama ketika mereka melarang anak untuk melakukan suatu hal. Seperti contoh, ketika anak ingin bermain di luar padahal hari sudah malam, mereka menakut-nakuti dengan hantu.

Menakut-nakuti seperti ini awalnya efektif sebagai cara lain melarang anak melakukan sesuatu. Akan tetapi, efek jangka panjangnya harus harus ibu perhatikan. Sering menakut-nakuti ternyata membuat anak Anda penakut. Ia akan mengingat terus bawasannya hantu itu sesuatu hal yang harus ditakuti. Semakin banyak hal yang Anda gunakan untuk menakut-nakuti anak Anda, maka anak Anda akan semakin takut.

  • Memberikan Hukuman

Bolehkah memberikan hukuman kepada anak? Tentu saja boleh. Hanya saja, perhatikan dulu hukuman apa yang Anda berikan.

Hukuman yang boleh Anda berikan harusnya hukuman yang wajar. Jangan sampai Anda memberikan hukuman yang membuat anak tidak berani melakukan apa-apa lagi lantaran lantaran ia takut jika Anda hukum lagi. Hukuman seperti itu membuat anak mengalami trauma. Dan ini tidak akan baik untuk tumbuh kembang anak.

Seharusnya, hukuman yang Anda berikan disertai dengan penjelasan mengapa anak Anda tidak boleh lagi melakukan kesalahan yang sama. Dengan penjelasan seperti itu, seharusnya hukuman tidak perlu dilakukan. Bukankah tujuan memberikan hukuman adalah agar anak tahu kesalahan yang ia lakukan dan tidak akan melakukannya lagi?

  • Menonton Film Horor

Film horor tidak hanya untuk orang dewasa. Ada juga lho film kartun yang menyeramkan. Mungkin tujuannya hanya untuk lucu-lucuan saja. Namun, bagaimana jika anak Anda merasa ketakutan?

Akan lebih baik jika Anda memilihkan film apa yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh si kecil. Menonton film yang menyeramkan walaupun itu kartun bisa membuat otak anak terkondisikan dengan hal yang menyeramkan tersebut. Ia akan memikirkan hal yang sama di dunia nyata.

Anak yang penakut cenderung tidak mampu berkembang. Ia takut melakukan sesuatu hal yang baru. Jadi, jangan biarkan Anda sebagai orang tua justru menyebabkan anak Anda penakut.

Dalam hal ini, parenting menjadi sangat penting. Anda sebaiknya meluangkan waktu untuk belajar tentang parenting. Ini adalah ilmu tentang bagaimana membesarkan dan mendidik anak. Setiap orang tua seperti Anda wajib menguasai parenting. Kunjungi saja situs www.friso.co.id untuk mempelajari beberapa hal tentang parenting. Yang pasti, Anda sebagai orang tua sangat menentukan bagaimana masa depan anak Anda.

Selain itu, perlu juga bagi Anda untuk memperhatikan gizi anak. Perkembangan anak selalu berhubungan dengan gizi yang ia dapatkan. Berikan makanan yang bergizi. Hindari memberikan makanan instan sejak dini agar ia tidak terbiasa mengkonsumsi makanan seperti itu. Berikan susu balita terbaik 3 gelas setiap hari. Susu akan memberikan gizi minimal harian. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan perkembangannya. Semoga informasi ini bisa membuat Anda semakin memahami tentang tahap perkembangan anak serta bagaimana cara membantu mengoptimalkannya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*