Penanganan Tepat Balita Terlambat Belajar Jalan

belajar jalan https://www.facebook.com/ibudanbalita

Belajar jalan biasanya dimulai ketika balita sudah memasuki usia 8 bulan. Pada usia ini, si kecil akan mulai melatih keseimbangan untuk berdiri walaupun masih mendapatkan bantuan. Lalu, bagaimana jika sang buah hati ibu belum bisa menunjukkan kemamupannya berjalan bahkan ketika usia 1 tahun.

Tentu saja sebagai ibu pantas jika merasa khawatir. Apalagi jika balita seumur si kecil sudah mulai bisa berjalan dibantu orang tuanya. Akan tetapi, bukan berarti ibu harus terlalu khawatir sehingga terbesiti di benak ibu bahwa ada yang salah dengan balita.

Untuk itu, ibu harus tahu lebih jauh tentang belajar jalan anak balita serta apa yang harus ibu lakukan jika sang buah hati terlambat berjalan.

Penyebab Balita Terlambat Berjalan

Sebelum membahas tentang penyebab balita terlambat belajar berjalan, ibu harus tahu dulu kapan balita dianggap terlambat dalam proses belajar untuk berjalan.

Menurut dokter bayi, ada tahap-tahap perkembangan bayi normal yang bisa dijelaskan sesuai dengan usia balita. Balita usia 6-8 bulan biasanya sudah mulai belajar merangkak menggunakan dua dengkul. Sementara itu, usia di atas 8 bulan, si kecil akan mulai berdiri, berjalan merambat, atau berjalan dengan bantuan. Proses ini cukup lama hingga balita berusia 18 bulan. Baru ketika sudah masuk usia 18 bulan, balita yang normal sudah bisa berjalan tanpa ada kesulitan.

Oleh karena itu, para dokter anak menyimpulkan balita dikatakan terlambat belajar jalan jika balita sudah masuk pada usia 2 tahun. Ibu pantas untuk khawatir jika balita ibu sudah berusia 2 tahun tapi belum bisa berjalan.

Tentu ada kiat-kiat yang bisa ibu lakukan. Akan tetapi, ketahui dulu apa penyebab balita ibu susah berjalan.

Gangguan keseimbangan sering menjadi faktor balita susah untuk berjalan. Dalam dunia kedokteran, ini disebut dengan DSI (dysfunction of Sensory Integration). Ibu bisa menilai apakah si kecil mengalami gangguan keseimbangan atau tidak. Jika balita ibu tidak berani menaiki mainan yang bergoyang, berenang, atau ayunan, maka kemungkinan besar balita ibu mengalami gangguan ini. Sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan dokter anak agar gangguan ini bisa diatasi.

Selain itu, salah satu penyebab balita susah belajar jalan adalah faktor predisposisi. Bayi yang lahir dengan berat tidak ideal, mengalami masalah obesitas, lahir prematur, mengalami gangguan pencernaan, atau sering sakit ketika buang air besar biasanya akan mengalami masalah ketika waktunya belajar untuk berjalan.

Namun, yang paling sering terjadi adalah adanya gangguan sensoris dan motoris. Untuk masalah yang satu ini, tidak ada cara lain selain berkonsultasi dengan dokter anak agar balita ibu bisa mulai belajar berjalan.

Penanganan Balita Terlambat Berjalan

Sebenarnya berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah yang paling bijak jika balita ibu mengalami masalah dengan proses belajar berjalan. Akan tetapi, bukan berarti itu merupakan satu-satunya cara.

Ibu memiliki peran yang sangat besar terhadap tumbuh kembang balita. Agar si kecil bisa mulai berjalan, ibu bisa memberikan stimulan seperti kursi atau meja di mana balita bisa berjalan secara merambat. Ibu juga sebaiknya meluangkan waktu untuk membantu si kecil berdiri dan melangkah. Mengajak balita berenang atau sekedar bermain air juga bisa dijadikan stimalan agar bayi bisa belajar untuk berjalan.

Itulah beberapa hal yang ibu harus pahami jika balita mengalami masalah berjalan. Yang jelas, peran ibu sangat penting agar si kecil bisa mulai belajar jalan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*