Pahami Psikologi Anak Balita Dan Temukan Cara Mendidik Yang Tepat

Mendidik Anak http://madujuara.com

Ibu bisa saja belajar tentang psikologi anak balita dari buku atau dari seminar. Dan bersiaplah menghafal banyak sekali pelajar tentang psikologi anak.

Tentu saja cara yang ibu lakukan tidak salah. Namun, apakah yang sebenarnya tujuan ibu mempelajari psikologi balita? Jika tujuannya agar ibu bisa menerapkan mendidik balita yang tepat, maka tidak banyak hal yang perlu ibu pelajari.

Balita Mudah Meniru

Satu hal tentang psikologi balita yang harus ibu ketahui adalah kemampuan balita untuk meniru. Bisa dikatakan anak ibu sangat lihat dalam hal meniru. Bahkan, ia belajar dan berkembang melalui cara meniru, entah itu meniru gerakan atau meniru ucapan.

Dua indera yang ia gunakan, yaitu indera melihat dan indera mendengar. Dengan melihat, ia akan meniru apa saja yang ibu lakukan. Dengan mendengar, ibu akan meniru apa yang ibu ucapkan. Karena itulah, ibu sebagai orang tua harus hati-hati dalam bertindak dan berbicara. Karena balita mudah sekali meniru, maka sebaiknya ibu tidak melakukan hal yang negatif atau mengatakan perkataan yang kotor.

Apakah ibu pernah dengar nasehat agar pertengkaran orang tua tidak boleh di depan balita? Bahkan ketika masih bayi pun, ibu tidak boleh bertengkar dengan suami di hadapan bayi. Begitu pun dengan mengucapkan kata. Ibu tidak sadar jika otak balita merekam apapun yang ia lihat dan ia dengar sehingga entah langsung atau menunggu hingga ia dewasa balita ibu akan menirukannya.

Balita Cederung Ingin Tahu

Ini hal yang sangat lumrah. Perkembangan psikologi anak terjadi lantaran adanya rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Sayangnya, banyak orang tua yang menganggap hal tersebut tidak seharusnya dilakukan. Contohnya saja ketika balita nekad ingin sekali bermain hujan, bermain di genangan air hujan, memanjat pohon, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, rasa ingin tahu lah yang membuat balita melakukan hal tersebut.

Akankah ibu melarang? Melarang berarti ibu mengahalangi balita untuk berkembang. Bukannya menghalangi tapi justru ibu harus memfasilitasi. Jika anak suka main hujan, beri waktu dan siapkan hal-hal yang diperlukan seperti mandikan dan berikan minyak kayu putih agar anak tidak demam setelah hujan. Jika anak suka memanjat pohon, ibu bisa arahkan anak untuk bermain wall climbing dengan membelikan alat-alat keselatan. Jika anak suka bermain di genangan air, ibu bisa ajak dia bermain di kolam renang barangkali bakatnya memang berenang.

Jadi, ibu harus memahami psikologi anak balita sehingga tindakan yang ibu lakukan bisa mendukung potensi yang ada di dalam diri balita, bukan justru sebaliknya.

Cara mendidik anak atau yang disebut dengan parenting hanya bisa diterapkan jika ibu mengerti apa saja dari sudut pandang anak kecil. Dengan demikian, ibu tidak lantas langsung melarang jika ibu merasa hal yang akan dilakukan oleh balita ibu berbahaya. Ibu akan mengarahkan agar suatu kegiatan yang kelihatannya berbahaya tersebut bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang balita.

Terkadang orang tua yakin jika cara asuh atau cara mendidik anak yang mereka terapkan benar. Padahal, dari sudut pandang ilmu perkembangan psikologi anak, ternyata cara tersebut salah. Oleh sebab itu, ada baiknya ibu mempelajari psikologi anak langsung dari ahlinya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*