Orang tua harus tahu perawatan tepat tumbuh gigi pada bayi satu ini

tumbuh gigi pada bayi https://www.awalsehat.nestle.co.id/

“Wah sudah mulai muncul, ya, gigi pertama” Kalimat satu ini bisa menimbulkan rasa bangga pada diri orang tua. Kala pertama tumbuh gigi pada bayi merupakan suatu batu loncatan yang cukup berarti untuk memori kedepan. Betapa tidak ? mengingat perjuangan orang tua hingga tumbuh gigi pada bayi akhirnya tiba. Namun, bukan berarti orang tua sudah bisa duduk manis nan bersantai, segera pasang ‘sabuk pengaman’ anda karena perawatan tumbuh gigi pada bayi tidak boleh diremehkan ! Berikut ini hal hal yang ayah dan bunda harus perhatikan agar proses tumbuh gigi berjalan dengan mulus :

1. Makanan bayi Kalau dulu, jaman sebelum menikah mungkin anda malas membaca nutrition fact yang ada di bagian belakang kemasan. Kini apa yang anda beli harus di pertanggung jawabkan demi kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Mulai cermati apa yang anda beli di pasaran, adakah kandungan kalsium dengan gula yang cukup ? memang gula adalah musuh gigi, tapi gula memang masih diperlukan oleh tubuh bayi. Gula yang anda cari adalah gula tanaman alias gula tersebut diperoleh dari tanaman (sayur mayur dan buah buahan). Mengingat banyaknya produk di pasaran, jika anda menemukan produk dengan kandungan mirip dengan merek berbeda, dan anda merasa tidak yakin pilih brand atau merek yang anda kenal. Anda bisa bertanya pada orang tua, kerabat, teman, atau siapapun yang anda anggap berpengalaman membesarkan anak sebagai refrensi.

2. Tidak semua hal harus dibawa ke dokter

Pada saat gusi dan gigi mulai membentuk, bersiap memunculkan diri, akan sangat menganggu si kecil. Ia akan sering menangis, meraung, dan mengamuk karenanya. Anda tidak perlu cemas berlebihan sampai sampai membawa bayi ke dokter setiap kali dia mengamuk, tidak hanya membuang uang namun juga dokter hanya bisa menyarankan pereda dan hanya bekerja sementara. Temui dokter sekali dua kali, namun tidak harus selalu datang ke dokter melulu karena kondisi yang dialami si kecil sebetulnya normal normal saja.

Yang bisa anda lakukan adalah membelikan bayi mainan atau kudapan (tidak manis). Bayi sangat butuh mengkunyah sesuatu. Pastikan kudapan atau mainan bayi pas di mulut, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Guna menghindari bayi tersedak atau kesulitan mengkunyah dan bisa melukai gusi. Tapi jangan berikan kempeng terlalu sering. Kempeng sebetulnya tidak diperlukan semua bayi dan jika memang bayi anda tidak berminat dari awal, jangan berikan kempeng padanya. Apalagi sampai melumuri kempeng dengan manisan atau sejenisnya agar bayi mau mengkunyah kempeng. Sejatinya kempeng bisa saja memberi efek buruk jangka panjang pada bentuk gigi.

3. Kecelakaan tak diinginkan

Tidak hanya gigi yang akan berkembang, kini tulang dan organ tubuh juga sudah berkembang pesat. Bayi mulai bisa berjalan sampai lari lari kecil. Bukannya mau terdengar berlebihan, perhatian ekstra memang diperlukan di masa masa pertumbuhan gigi. Kenapa ? bayi senang bermain dan melakukan banyak gerak, tidak menutup kemungkinan bayi bisa terjatuh atau terantuk sesuatu meski anda sudah berusaha meminimalisir jumlah objek keras di sekitar bayi.

Walau gigi belum muncul ketika gusi terluka, bisa saja merusak perkembangan gigi di dalamnya. Bayi tetap boleh bermain, hanya orang tua atau pengasuh yang ada di sekitar harus mengawasi bayi dengan baik jangan sampai hal tidak diinginkan terjadi.

Jikalau bayi benar mengalami kecelakaan, tertabrak meja hingga gusi berdarah misalnya, segera temui dokter untuk memastikan apakah benar cidera hanya sampai disitu saja atau adakah dampak yang lain dari insiden tersebut. Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati bukan ?

4. Biarkan bayi mengisap jempol

Mengisap jempol seolah olah menjadi trade mark bayi dari berbagai belahan dunia. Secara alami bayi akan mulai belajar mengisap jempol ketika gigi giginya mulai bermunculan. Beberapa orang tua atau mungkin anda sendiri tidak senang melihat bayi anda mengisap isap jempol, padahal jika anda mau mengerti, mengisap jempol menimbulkan rasa aman dan nyaman pada bayi sehingga hal ini lumrah saja. Kebanyakan bayi akan berhenti mengisap jempol saat menginjak usia 4 tahun.

Kekhawatiran anda akan berarti apabila bayi tidak kunjung berhenti mengisap jempol ketika usianya sudah mencapai 4 tahun lebih atau ketika bayi mengisap jempol terlalu keras sampai menimbulkan bunyi. Mengisap jempol terlalu keras bisa merubah struktur gigi dan bahkan melukai, menanggalkan gigi. Jika hal tersebut benar terjadi segera alihkan perhatian anak ke aktivitas lain.

5. Beri obat jika terdesak

Tidak selamanya usaha membuahkan hasil yang diinginkan termasuk meringankan rasa sakit gigi bayi sekalipun. Disinilah peran dunia medis, dimana terdapat banyak obat dan cara untuk meringankan rasa sakit bayi. Perlu diingat kekhawatiran orang tua tidak menjadi alasan untuk terus memberi obat pada anak. Hanya berikan obat pada bayi ketika memang bayi tidak berhenti mengamuk di dini hari tanpa henti meski banyak usaha telah dilakukan untuk menenangkan bayi. Jika anda memilih obat peringan rasa sakit pada gigi, ada baiknya berkonsultasi ke dokter lebih dahulu untuk memastikan obat yang akan diberikan pada bayi pada kadar yang pas dan tidak berbahaya bagi sang buah hati, agar keberlangsungan proses tumbuh gigi pada bayi berjalan dengan lancar.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*