Normalkah Pertumbuhan Si Kecil? Cek Lewat Kalendar Bayi Ini!

kalender bayi Source: Mom Junction

Kalendar bayi seringkali tidak dihiraukan dengan asumsi semua bayi sama saja. Padahal kalau ditilik lebih lanjut, tidak semua bayi punya kriteria yang sama. Kemungkinan si kecil berbeda dengan bayi di sebelahnya jauh lebih tinggi dibanding serupa. Inilah mengapa orang tua lebih baik memperlakukan bayi berdasar standard, dan tindakan dalam merawat buah hati dimodifikasi berdasarkan standard tersebut.

Tidak ada salahnya menarik suatu standard, atau garis besar dari suatu populasi, atau dalam hal ini kumpulan bayi. Dengan adanya nilai tengah, berbasis mayoritas, seseorang dapat menimbang apakah pertumbuhan dalam rentang normal atau malah layak ditinjau ulang. Entah nanti si kecil di atas atau lebih rendah dibanding nilai normal, setidaknya orang tua tidak ‘cengok’ menanti tumbuh kembang bayi.

Definisi kalender secara umum adalah perhitungan hari atau biasa disebut tanggal dengan beberapa titik sebagai penanda. Biasanya terdiri dari dua belas bulan, empat minggu, dan dua puluh sembilan sampai tiga puluh hari. Sedangkan, dalam topik kali ini kalendar bayi adalah penentuan umur pencapaian suatu pertumbuhan berdasarkan rata-rata. Gampangnya batu loncatan.

Berhubung bayi kemungkinan besar lahir di tanggal dan bulan yang berbeda, tentu penambahan umur bisa beragam. Karenanya langkah pertama membuat kalendar untuk si kecil didasari momen dirinya pertama kali keluar dari rahim ibu. Dengan demikian ayah bunda bisa langsung memahami apabila terjadi percepatan atau malah kelambatan dalam pertumbuhan.

1 sampai 2 bulan

Indahnya tangisan bayi ketika dirinya baru lahir, membuat ayah bunda merasa perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pada masa inilah bayi akan benar-benar membutuhkan orang tua. Mulai dari konsumsi air susu ibu hingga pergantian diaper atau popok harus dilakukan oleh ayah bunda. Apakah ini artinya tak ada perkembangan di bulan pertama?

Fisik bayi mungkin tidak terlihat berubah, justru kemampuan bertahan hidupnya di dunia yang akan berkembang. Terlepas dari tawa bayi di awal kelahiran, sebetulnya kemampuan audio dan visualnya sangat rendah. Bahkan, sebetulnya bayi hanya memiliki jarak pandang di sekitar wajahnya saja. Ini yang menyebabkan bayi hanya bereaksi ketika wajah ayah atau bunda berada sangat dekat.

Pendengaran bayi tergolong jelek, dimana butuh waktu baginya mengenali suara-suara orang terdekatnya. Bila si kecil langsung menoleh ketika namanya dipanggil, ini artinya sistem auditori anak sudah semakin membaik. Bila pada usia 1 bulan bayi tak kunjung merespon walau hanya sekedar membuka mata terlebih terhadap suara yang sangat keras, orang tua sebaiknya meminta pemeriksaan lebih lanjut pada ahlinya.

3 bulan

Bayi yang berhasil melalui fase pertama yakni mendengar, dan melihat walau hanya sedikit, berhak lanjut pada tingkat selanjutnya.

Saraf motorik dalam diri anak akan mulai bereksi. Jangan bayangkan yang berat, bayi mampu angkat kepala saja sudah patut diberi tepuk tangan. Pencapaian kedua buah hati ayah bunda terletak pada kemampuan membalikkan badan. Ingat, dengan tenaga dan tulang yang tidak seberapa, bayi balik badan saja sulitnya bukan main.

Lingkup pandang si kecil akan semakin luas, dimana bayi sudah mampu melihat dari jarak yang sedikit lebih jauh dibanding sebelumya. Muka bayi tidak lagi kaku, sehingga dirinya akan senang menirukan mimik muka ayah dan bunda. Kalau mau, orang tua bisa mengajak pandangan bayi mengikuti objek bergerak dengan demikian dirinya akan lebih terbiasa.

Usia 1 bulan, bayi masih mampu mengangkat kepala sedikit namun tidak dalam jangka waktu lama. Inilah kenapa usia 3 bulan bayi jauh lebih kokoh dan mampu menopang kepalanya keatas untuk durasi yang lebih lama. Keganjilan akan terlihat bila hingga 3 bulan bayi tidak mampu mengangkat kepala, atau merespon ekspreksi yang sengaja ditujukkan padanya.

Usia 4 sampai 7 bulan

Usia paling menyenangkan bisa dibilang pada 4 sampai 7 bulan. Namanya manusia butuh interaksi supaya terbangun hubungan harmonis dan saling percaya. Inilah mengapa bayi sangat menyenangkan kalau berhasil melalui tahap ekspreksi wajah dan peniru kosa kata.

Otak bayi sudah jauh berkembang dibanding dulu. Kini, telinganya tidak hanya mampu dengar namun juga proses kata itu sendiri. Bayi secara tidak langsung menirukan kata yang sering dia dengar. Tak sampai disitu saja, bayi mampu tertawa, dan membuat ekspreksi. Pokoknya merawat bayi di usia ini seru dan menyenangkan.

Walau menyenangkan, tetap ada resiko dibaliknya yang harus diperhatikan. Bayi seharusnya sudah mulai belajar duduk sendiri atau malah merangkak. Sayangnya, beberapa bayi mendapati sesuatu yang tidak beres hingga otot dan tulangnya tidak mampu menopang tubuh sendiri. Bisa jadi karena berat badan atua masalah lain yang sangat perlu diperiksakan lebih lanjut.

Usia 7 hingga 1 tahun

Manusia pada dasarnya senang eksplorisasi, alias berpetualang, menjelajah sekeliling. Bisa dibilang, banyak orang tidak sadar kebiasaan ini hingga memperhatikan perkembangan bayi yang nyaris setahun ini.

Kini, si kecil harusnya mampu merangkak sendiri tanpa bantuan orang tua. Bahkan, ayah bunda bisa terkejut menyaksikkan betapa cepat bayi merangkak dan mencari tahu sumber. Jangan khawatir, bayi secara otomatis juga mengembangkan kemampuan spasial dan motorik.

Berhubung bayi juga mampu bicara sedikit lebih jelas, orang tua harus terus mengajak si kecil komunikasi. Kalendar bayi tahap ini dianggap melenceng jika ternyata anak masih saja tak merangkak, dan tak pernah mengucapkan barang satu kata.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*