Mungkin Saja Anak Susah Makan Gara-Gara Ibu Salah Memberi Susu Pertumbuhan

susu pertumbuhan www.facebook.com/ibudanbalita

Susu pertumbuhan tidak selalu baik jika ibu tidak cermat memberikan kepada si kecil. Bahkan, bisa jadi susu tersebut menjadi penyebab si kecil mogok makan.

Susah makan memang hal yang biasa, apalagi jika anak ibu sudah berusia di atas 1 tahun. Pada usia ini, anak sudah mulai senang bergerak dan berjalan. Ibu sering menggunakan kata-kata “usil” untuk menggambarkan aktifnya anak ibu tersebut. Tentu senang sekali melihat si kecil sudah terlihat giat dan mulai berjalan, bukan?

Akan tetapi, di lain sisi ibu harus ekstra aktif. Ibu harus menuruti ke manapun si kecil mau berjalan. Dan hal ini sering berimbas pada anak susah makan. Ibu seolah-olah harus mengejar si kecil jika ingin menyuapinya.

Apakah ibu merasakan hal yang sama? Mungkin bukan karena “usil” atau keaktifannya yang membuat si kecil susah makan. Bergerak dan berjalan itu sudah menjadi nalurinya. Si kecil baru senang bergerak sehingga terlihat sedikit susah jika disuapi.

Jadi, ibu jangan menyalahkan hal tersebut. Bisa jadi, anak susah makan dikarenakan cara ibu memberikan susu formula yang salah.

“Apanya yang salah?” Mungkin ibu melontarkan pertanyaan tersebut karena ibu yakin telah memberikan susu pertumbuhan sesuai dengan usia si kecil. Selain itu, ibu juga sudah pasti memberikan susu formula sesuai takaran yang direkomendasikan di dalam tabel pada bungkus susu.

Lalu apa yang salah?

Beberapa ibu tidak sadar ternyata selama ini ada yang kurang pas ketika mereka memberikan susu balita. Seperti contoh, mereka lupa mengontrol pemberian susu. Ibu langsung memberikan susu formula kepada balita jika sudah merasa haus seolah tidak ada pilihan lain seperti memberikan air putih.

Hal tersebut dianggap benar. Padahal, pemberian susu yang berlebihan bisa membuat si kecil hipervitamin. Ini merupakan istilah medis untuk menggamabarkan balita mendapatkan jumlah vitamin yang terlalu berlebihan.

Bukankah itu lebih baik karena vitamin itu penting bagi perkembangan anak? Vitamin memang baik, tapi terlalu banyak itu menjadi tidak baik. Dalam susu formula, terdapat nutrisi yang menunjang kebutuhan gizi balita. Dan semua itu sudah diukur oleh ahli gizi anak. Jika berlebihan, tentu saja hal tersebut tidak baik bagi kesehatan balita ibu. Kasus seperti obesitas, tidak berfungsinya beberapa organ tubuh dengan baik, dan diabetes sering muncul karena hipervitamin. Tentunya ibu tidak ingin melihat buah hati sakit, bukan?

Penyakit seperti obesitas, disfungsi organ, serta diabetes itu jangka panjang. Jangka pendek yang dirasakan ketika ibu memberikan terlalu banyak susu pertumbuhan adalah anak mogok makan. Si kecil sudah merasa kenyang dan semua gizinya sudah terpenuhi dari susu yang dikonsumsi. Hal tersebut diluar kontrol si kecil, tapi organ-organ tubuhnya memang sudah merasa tidak perlu lagi mendapatkan asupan gizi dari makanan lagi.

Itulah mengapa terlalu banyak mengkonsumsi susu formula bisa membuat anak susah makan. Tentu saja ada faktor lain yang mungkin berpengaruh. Hanya saja, ibu bisa mencoba mengurangi porsi pemberian susu dan lihat hasilnya. Mulailah dengan membuat jadwal pemberian susu. Ketika si kecil merasa haus namun belum waktunya memberikan susu, ibu bisa memberi air putih. Jelas air putih ini baik bagi si kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi ibu. Jika baik buat ibu, mungkin baik juga buat teman atau suadara yang memiliki masalah dengan anak susah makan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*