Mitos Tentang Susu Pertumbuhan Yang Patut Untuk Dipertanyakan

susu pertumbuhan https://www.facebook.com/FrisoIndonesia

Susu pertumbuhan untuk balita memiliki imej negatif. Apakah imej tersebut muncul karena fakta ilmiah atau hanyalah mitos? Terlepas dari itu, masyarakat sudah terlanjur mempercayai sehingga hal tersebut dianggap mitos.

Berikut beberapa mitos tentang susu pertumbuhan atau susu formula yang harus ibu ketahui. Mitos-mitos berikut pasti sudah pernah ibu-ibu dengar. Yang diperlukan adalah kekritisan ibu untuk menanggapi mitos tersebut, apakah benar atau salah.

Susu Formula Membuat Balita Gemuk

Banyak sekali yang membandingkan antara balita yang mendapatkan ASI eksklusif dengan balita yang mengkonsumsi susu formula. Ternyata, hasilnya adalah bayi yang mendapatkan ASI tubuhnya lebih kecil. Sementara, bayi yang mendapatkan asupan gizi dari susu formula memiliki tubuh yang lebih gemuk.

Lalu, masyarakat menyimpulkan mengkonsumsi susu pertumbuhan (bukan hanya ASI) bisa membuat tubuh bayi lebih gemuk.

Ternyata, itu hanyalah mitos belaka. Yang menjadikan tubuh bayi gemuk atau tidak itu bukan hanya susu formula saja. Ada banyak faktor seperti genetik, keaktifan balita, dan lain sebagainya. Yang jelas, ibu harus memahami faktor penyebab balita gemuk itu bukan pada susu yang dikonsumsi sang bayi

Tidak juga berarti ASI itu membuat bayi tidak berkembang. ASI memang asupan gizi terbaik bagi balita. Namun, bagi para ibu yang tidak bisa memenuhi ASI sang bayi dengan berbagai alasan, maka solusi yang terbaik adalah memberikan susu anak terbaik.

Susu Formula Membuat Balita Sering Kentut

Ibu pasti sering mendengar guyonan bahwa bayi yang terlalu banyak menghabiskan susu formula setiap hari akan lebih sering kentut. Hal itu memang benar karena buang gas atau kentut merupakan reaksi dari sistem pencernaan sang bayi terhadap apa yang dikonsumsi.

Akan tetapi, tidak benar jika bayi yang mengkonsumsi susu formula lebih sering kentut daripada yang mengkonsumsi ASI. Ternyata, banyak juga bayi yang mengkonsumsi ASI juga sering ketut.

Yang harus dipahami adalah bahwa kentut itu merupakan reaksi dari sistem pencernaan sang bayi. Jika bayi hanya mengkonsumsi ASI dan sering kentut, perlu diperhatikan makanan yang dikonsumsi sang ibu. Sementara itu, untuk bayi yang mengkonsumsi susu pertumbuhan anak, sebaiknya ganti dengan merk susu yang lain.

 

Susu Formula Membuat Balita Bodoh

Ini juga mitos yang terlanjur diterima dan dipercaya oleh masyarakat. Mulai sekarang, ibu harus mulai berpikir bahwa apa yang dikonsumsi bayi itu hanya berperan sedikit sekali dalam menentukan apakah nantinya menjadi orang yang pintar atau tidak.

Justru beberapa susu formula mengandung zat yang penting. ASI memang terbaik. Tapi bagaimana jika sang ibu tidak begitu memperhatikan makanan yang ia konsumsi. Padahal, sumber utama ASI berasal dari makanan yang ibu konsumsi, bukan?

Jadi, salah jika membuat kesimpulan bahwa susu formula membuat balita bodoh sementara susu ASI pasti membuat balita pintar. Sebagai ibu yang cerdas, Anda harus lihat dulu komposisi susu formula yang ibu berikan. Pastikan ibu memilih susu anak terbaik.

Itulah beberapa mitos yang patut untuk dipertanyakan. Semoga informasi tersebut bisa mencerahkan pemahaman para orang tua yang masih memiliki balita. Pastinya, tidak ada yang salah dengan susu formula yang sekarang ini beredar. Meskipun benar ASI itu masih yang terbaik. Susu formula menjadi alternatif terakhir jika pada kondisi tertentu sang ibu tidak bisa memberikan ASI untuk sang buah hati. Pastikan juga ibu memilih yang terbaik untuk balita ibu, terutama perihal susu pertumbuhan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*