Menu Diet Ibu Menyusui Di Bulan Ramadhan

menu diet menyusui Makchic

Bulan Ramadhan diciptakan sebagai bulan kemenangan. Sesuai nama beken ‘kemenangan’ berarti bulan Ramadhan seharusnya membawa berkah kepada siapa saja. Ibu menyusui sekalipun bisa mendapat berkah Ramadhan berupa kesehatan dan pahala dengan strategi berpuasa yang tepat. Misalkan saja, kalau memang ingin mengembalikan berat badan ke taraf ideal, menu diet menyusui harus tersusun rapih.

Manusia tidak diberi kesempatan hidup sekali saja, dan tidak selamanya. Bukan karena Allah tidak sayang pada hambanya, akan tetapi manusia didorong agar memanfaatkan setiap detik, menit, dan jam secara optimum. Ingat, Allah berjanji tidak akan mengulang waktu kembali. Perencanaan menjadi faktor penting agar hidup yang telah diberikan tidak terbuang sia – sia.

Penting diingat, hukum islam tidak mewajibkan perempuan menyusui, mengandung, atau terkena penyakit untuk menjalankan ibadah puasa. Bunda yang menyusui bayi dibawah 6 bulan cenderung mengalami masalah sedangkan bunda dengan bayi diatas 6 bulan tidak mengalami kendala. Umur 6 bulan berarti bayi tidak bergantung seratus persen pada bunda dan mampu bertahan tanpa air susu ibu. Berbeda dengan bayi muda yang hanya mengandalkan susu ibu sebagai pemuas lapar.

Setelah melalui beragam pertimbangan, beberapa perempuan merasa mampu menjalankan ibadah tanpa mencelakakan dirinya maupun bayi. Bila bunda memang masuk kategori ingin berpuasa maka strategi menu diet ibu menyusui bulan Ramadhan harus tersusun rapih. Tidak perlu khawatir, tubuh mampu beradaptapsi dengan perubahan asupan kalori selama bulan Ramadhan. Persediaan susu tidak akan berkurang selama bunda makan penuh nutrisi dan vitamin.

Penelitian membuktikkan, perempuan yang berpuasa kurang dari dua puluh empat jam punya kadar air susu ibu yang sama dengan perempuan yang tak berpuasa. Hebatnya, berat badan bisa menurun di kala berpuasa walau air susu ibu tidak berkurang. Ketika tubuh tidak makan dari fajar hingga petang, kelenjar susu otomatis mengambil pasokan lemak ibu sebagai energi pembuat susu. Alhasil, lemak berkurang guna pencapaian yang lebih mulai yakni air susu ibu.

Seperti yang bunda mungkin sudah tahu, kehebatan air susu ibu terletak pada gizi yang secara ajaib berubah sesuai dengan kebutuhan bunda. Beberapa penelitian menunjukkan komposisi makro nutrisi seperti zat besi, magnesium, dan potassium pada ibu yang berpuasa terlalu lama sedikit lebih rendah dibanding bunda yang tidak berpuasa.

Salah satu sunnah Ramadhan secara tegas menyatakan sunnah sahur dan berbuka tepat pada waktunya. Pengertian sunnah secara umum adalah bila dilakukan tidak mengapa tapi bila dilakukan akan mendapat pahala. Sebenarnya, dari konteks ibu menyusui, sunnah menjadi kewajiban. Masalah puasa di kala menyusui umumnya ditemukan pada perempuan yang berpuasa terlalu lama dalam sehari, menjadikan sahur dan puasa sebagai satu – satunya media netralisasi.

Menu makanan sahur dan berbuka ibu menyusui memerlukan perhitungan matang dengan sumber makanan yang pas. Sebagai contoh, salah satu sunnah berbuka puasa adalah makan kurma dalam jumlah ganjil. Usut punya usut, memang kurma kaya akan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tulang bayi, dan mengembalikan tenaga yang hilang akibat aktivitas seharian. Zat besi dalam kurma akan sangat membantu bunda merasa lebih segar dan siap makan lebih banyak lagi.

Berbuka merupakan saat paling bebas dimana bunda bisa makan apa saja yang diinginkan dalam jangka waktu relative panjang. Seharusnya, momen berbuka digunakan untuk mengembalikan beragam gizi yang tidak dapat diperoleh saat sahur. Ikan salem, merupakan salah satu jenis bahan makanan yang butuh waktu masak. Dasar memasak ikan salem diantaranya menguliti salem, mencuci, hingga memanggang salem manual membutuhkan beberapa menit dan kesabaran.

Sebagai bunda yang sayang pada bayi, tentu menginginkan bayi tumbuh cerdas dan pintar. DHA pada ikan salem sudah terpercaya dalam membangun sistem otak bayi. Belum lagi, kandungan ikan salem bisa mempercepat pertumbuhan saraf dan menambah kandungan kalsium. Kandungan protein tinggi dalam ikan salem sangat membantu bunda menyediakan air susu ibu yang dibutuhkan.

Namanya empat sehat lima sempurna tentu tidak melupakan elemen sayur. Beruntungnya, sayur paling awam dan murah di Indonesia bisa memberi manfaat besar bagi bunda menyusui. Bunda pasti kenal dengan bayam, sayuran berwarna hijau pekat ini siap menyelamatkan berat badan bunda, dan stock air susu untuk si kecil. Sama dengan kurma, kandungan kalsium dalam bayam cukup tinggi walau tidak sebanyak kurma.

Kalau sudah buka puasa, tentu rasanya ingin nyemil. Sebelum bunda ceroboh dan memutuskan konsumsi kudapan tidak sehat, alangkah baiknya mengetahui tentang cemilan sehat di bulan Ramadhan. Kacang – kacangan tumbuh dalam bumi, menyerap energi baik dalam bumi. Pilihlah kacang – kacangan organik dengan kandungan zat besi untuk memastikan tidak ada ‘sampah’ menumpuk pada air susu ibu.

Setelah puas mengenyangkan perut di kala berbuka, selanjutnya mari perhatikan menu saat sahur. Adanya sahur bertujuan mencegah rasa lapar di kala puasa sudah dimulai. Sahur banyak dilewati meskipun manfaatnya sangat besar. Bunda tidak perlu memikirkan asupan nutrisi di kala sahur, melainkan fokus pada karbohidrat.

Beda bahan makanan, dan beda nutrisi akan beda sesi cerna. Karbohidrat termasuk jenis nutrisi yang cukup sulit dicerna. Untung saja, justru hal ini menguntungkan bunda di kala puasa. Sumber karbohidrat Indonesia terletak pada nasi putih, akan tetapi supaya menu diet ibu menyusui tepat sasaran, cobalah mengganti nasi putih dengan nasi merah ditambah sayur mayur.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*