Menonton Televisi Perlambat Tumbuh Kembang Balita

tumbuh kembang balita https://www.facebook.com/ibudanbalita

Tumbuh kembang balita itu dipengaruhi banyak hal. Salah satu tanda bahwa balita ibu tumbuh dengan normal adalah ketika balita ibu pada usia 1,5 tahun sudah mulai belajar berbicara. Walaupun terbata-bata, ada kata yang sudah terucap dan dapat dimengerti oleh orang dewasa.

Sementara itu, jika pada usia 2-3 tahun balita ibu belum bisa berbicara, ada indikasi balita ibu terlambat bicara. Lalu, bagaimana solusinya?

Sebelum mengetahui solusinya, ibu harus tahu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan balita terlambat berbicara. Ternyata, salah satu penyebab balita telat berbicara adalah terlalu sering menonton TV. Kegiatan menonton TV tidak mengakibatkan interaksi bolak balik. Balita hanya mendapatkan apa yang dilihat dari TV. Balita akan cenderung pasif dan jelas hal tersebut akan mengganggu tumbuh kembang balita.

Tentu saja ada banyak lagi faktor yang memperlambat balita bicara selain televisi, seperti keturunan, hambatan perkembangan otak, dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi pada balita ibu, apa yang harus ibu lakukan? Berikut beberapa saran dari ahli untuk ibu praktekkan.

Memperdengarkan Lagu Anak

Saat ini, memang susah untuk mendapatkan lagu anak. Dibandingkan dengan tahun 80-90an, jumlah lagu anak turun drastis saat ini.

Akan tetapi, ibu bisa mendownload lagu akan melalui youtube. Di sana ada lagu anak zaman dulu yang bisa ibu perdengarkan untuk balita ibu. Namun, jangan hanya memperdengarkan saja. Ibu sebaiknya mencoba untuk mengajak sang buah hati untuk menirukan. Dengan menonton video lagu anak-anak, pasti balita ibu akan semakin tertarik.

Membacakan Buku Cerita

Kegiatan yang sungguh membantu tumbuh kembang balita terutama dalam hal berbicara namun sering diabaikan adalah membacakan cerita. Ternyata membacakan cerita itu tidak hanya memperkuat batin antara ibu dan buah hati. Membacakan cerita merupakan salah satu cara mengajari anak untuk belajar bicara.

Hanya saja ibu tidak boleh hanya mendekte saja. Sesekali ibu mengajak balita untuk mengucapkan satu atau dua kata. Ajak sang balita ibu berinterakasi verbal. Hal ini bisa ibu terapkan agar balita ibu bisa tidak mengalami keterlambatan bicara.

Satu hal lain yang harus ibu ketahui. Sebaiknya membacakan cerita itu dilakukan sebelum tidur. Pasalnya, otak balita akan menyerap pelajaran dari buku cerita tersebut ketika balita mengantuk dan hampir terlelap. Itulah mengapa para psikolog anak menyarankan agar sang balita diberikan wejangan atau nasehat ketika balita hampir terlelap. Pada masa itu, otak balita akan menangkap nasehat tersebut.

Ajak Balita Bermain

Tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak bisa mengajak balita bermain. Mungkin ibu harus bekerja dari pagi hingga petang. Akan tetapi, apakah tidak ada waktu walaupun sebentar bagi ibu untuk mengajak sang balita bermain? Mungkin pada weekend atau waktu libur panjang?

Mengajak balita bermain ternyata juga secara tidak langsung mengajak balita belajar berbicara. Karena pada waktu bermain, pasti ada interaksi verbal antara ibu dengan sang buah hati. Interaksi tersebut harus diintensifkan.

Bermain tentu berbeda dengan mengajari anak berbicara. Bermain cenderung lebih fun. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak sabar dan langsung memasukkan ke sebuah sekolah balita khusus untuk yang telat berbicara. Langkah tersebut memang tidak salah. akan tetapi, akan lebih bijak jika ibu ikut serta membantu anak belajar bicara.

Jadi, ibu tidak perlu khawatir lagi jika sang buah hati terlambat berbicara. Kenali faktor penghambat kemudian hilangkan faktor tersebut. Lalu, ibu bisa menerapkan tiga hal tersebut di atas agar tidak ada gangguan lagi terkait dengan tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*