Menjaga Kehamilan Muda dan Mengurangi Resiko Keguguran

menjaga kehamilan muda www.facebook.com/ibudanbalita

Menjaga kehamilan muda itu tidak mudah. Hal ini berdasarkan pada suvey di mana angka keguguran itu semakin tinggi dan dari sample yang digunakan 80% mengalami keguguran pada masa kehamilan muda.

Tentu saja survey tersebut tidak ingin membuat ibu takut dan was-was apalagi jika ibu pada saat ini hamil muda. Survey tersebut setidaknya memberikan alert agar ibu senantiasa menjaga kehamilan mulai dari sekarang hingga nanti ketika masa persalinan. Dan yang jelas, ibu harus memberikan perhatian yang lebih ketika usia kandungan masih muda.

Untuk itu, apa yang bisa ibu lakukan agar tidak mengalami keguguran? Sebelum membahas tentang bagaimana cara menjaga kehamilan muda agar tidak keguguran, ibu harus tahu bahwa faktor keguguran ada yang bisa dicegah dan ada yang tidak bisa dicegah.

Faktor Keguguran yang Tidak Bisa Dicegah

Terkadang, masyarakat selalu menyalahkan ibu yang tidak bisa menjaga kehamilan dengan baik sehingga terjadi keguguran. Ada juga yang dikaitkan dengan pekerjaan dan karir sehingga banyak wanita karir di luar sana yang terintimidasi. Mereka dianggap wanita yang tidak bisa memutuskan mana yang lebih penting antara kehamilan dan pekerjaan, seolah-olah pekerjaan itu mengakibatkan keguguran.

Masyarakat harus tahu sebenarnya ada faktor yang bisa mengakibatkan keguguran di mana hal tersebut tidak bisa dihindarkan. Kelainan genetik, kondisi medis tertentu seperti infeksi dan kelainan bentuk rahim merupakan dua di antara beberapa faktor yang menjadikan keguguran dan hal tersebut tidak bisa diantisipasi.

Sementara itu, ada beberapa faktor keguguran yang bisa ditanggulangi sedini mungkin. Apa saja faktor-faktor tersebut? Dan bagaimana cara menghindari keguguran?

Faktor Keguguran dan Cara Menghindarinya

Sebenarnya, faktor keguguran yang bisa dihindari itu berkaitan dengan gaya hidup. Apakah ibu perokok? Jika ya, mulailah untuk meninggalkan rokok. Dan juga bagi wanita hamil yang sering mengkonsumsi alkohol sebaiknya dihindari.

Masayakat Eropa memang menjadikan alkohol sebagai minuman yang biasa. Akan tetapi, kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan kehamilan muda membuat mereka tidak mengkonsumsi alkohol selama kehamilan.

Itu juga yang harus ibu lakukan. Selain itu, usahakan juga mengontrolkan kesehatan ke dokter secara rutin, setidaknya satu bulan sekali. Jika ibu tidak tahu cara menghitung usia kehamilan, ibu bisa langsung tanya dan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting agar ibu bisa mengetahui berapa usia janin dalam kandungan. Pasalnya, dengan mengetahui usia janin, maka ibu bisa mengecek sendiri perkembangan janin. Seperti contoh, apakah janin sudah mulai bergerak pada usia 25 minggu dikarenakan perkembangan janin pada usia tersebut sudah bisa bergerak seperti menendang ketika mendengar suara atau sentuhan dari luar.

Kesimpulannya, ibu jangan merasa yang menjadi bersalah jika terjadi keguguran jika ibu sudah yakin betul telah menjaga kesehatan diri dan juga janin dalam kandungan. Ada faktro yang tidak bisa ibu hindari seperti yang dijelaskan di atas.

Ibu juga harus benar-benar memperhatikan kesehatan ketika hamil muda. Memang beban janin belum berat dan kelihatannya mudah saja menjalakan kegiatan setiap hari. Namun, menurut survey, keguguran itu sering terjadi ketika masa kehamilan muda. Artinya, ibu harus lebih ekstra dalam menjaga kehamilan pada trisemester pertama.

Minum susu ibu hami, konsumsi makanan sehat dan baik bagi ibu hamil serta ikuti kegiatan positif yang menunjang kesehatan ibu hamil merupakan cara menjaga kehamilan muda yang tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*