Meningkatnya Komunikasi Di Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan

perkembangan bayi 4 bulan

Apa yang menarik dari perkembangan bayi usia 4 bulan? Jawabannya bisa bermacam-macam. Namun, yang unik dari bayi 4 bulan adalah bagaimana ia sudah mengeluarkan daya dan upaya untuk berkomunikasi dengan ibu.

Apa mungkin bayi usia 4 bulan sudah bisa berkomunikasi? Memang belum bisa dikatakan bisa berkomunikasi jika standarnya adalah orang dewasa. Hanya saja, tanda-tanda di mana si kecil mulai belajar untuk berkomunikasi dengan ibu sudah sangat terlihat. Di masa-masa seperti inilah kata-kata pertama biasa terucap dari si bayi.

Dalam hal ini, ibu harus memahami bawasannya komunikasi itu tidak hanya melalui bahasa yang sama persis seperti yang digunakan oleh orang dewasa. Tentu saja bayi belum bisa berkomunikasi layaknya orang dewasa. Akan tetapi, ada hal yang perlu ibu lakukan jika ibu ingin memastikan kemampuan berkomunikasi sang buah hati mulai terasah ketika perkembangan bayi 4 bulan.

Bagaimana Bayi 4 Bulan Berkomunikasi Dengan Ibu?

Sebelum lebih jauh mengatahui bagaimana bayi usia 4 bulan bisa berkomunikasi, ibu sebaiknya memahami terlebih dahulu apa itu komunikasi. Komunikasi merupakan cara berinteraksi antara dua orang. Dan bahasa merupakan salah satu media berkomunikasi. Lebih dari itu, bahasa pun berbeda-beda. Pengucapan kata sangat dipengaruhi oleh organ tubuh berupa mulut, lidah, dan organ lain yang terkait dengan bagaimana bunyi diproduksi.

Dari definisi yang sangat luas tersebut, maka bayi yang sedang menangis itu sebenarnya sedang berkomunikasi. Hanya saja, bahasa yang digunakan tersebut tidak sama seperti orang dewasa. Keterbatasan bayi dalam mengucapkan kata membuatnya berkomunikasi dengan cara menangis.

Ketika ia sudah berusia 3-4 bulan, tentu cara berkomunikasinya berbeda. Caranya semakin jelas dan seperti orang dewasa. Memang tidak sama persis tapi setidaknya ia sudah bisa mengeluarkan suara, tidak hanya tangisan atau tawa.

Saat perkembangan bayi mencapai 4 bulan, ia sudah mulai mengeluarkan bunyi seperti cuitan, rengekan, jeritan, dan bunyi-bunyian lainnya untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan.

Apakah ibu tahu bawasannya perkembangan tersebut sangat penting? Jelas sangat amat penting sekali. Pada dasarnya, yang terpenting adalah bagaimana bayi mampu mengeluarkan bunyi-bunyian. Itu artinya, pita suara bagus dan si kecil tidak dalam keadaan di mana ia tidak bisa berbicara atau bisu. Dan langkah selanjutnya adalah bagaimana ibu mengajarkan agar ia tidak hanya mengeluarkan bunyi-bunyian saja tapi juga mampu mengucapkan suku kata layaknya bahasa yang digunakan oleh orang dewasa.

Mengoptimalkan Kemampuan Bahasa Bayi

Tentu saja ibu tidak bisa mengajarkan berbahasa kepada bayi layaknya orang dewasa. Ingat, bayi ibu masih berusia 4 bulan. Untuk itu, diperlukan cara yang berbeda untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa bayi.

Sebelumnya, ibu sebaiknya memahami teori linguistik. Ini merupakan cabang ilmu bahasa yang memfokuskan pada bahasa ucapan atau berbicara. Menurut ahli linguistik, anak belajar bicara itu bukan dengan diajarkan dengan kata, tapi prosesnya dari mendengarkan. Jadi, bayi mendengarkan kemudian memproses. Pada awalnya, ia hanya merekam. Lama kelamaan, ia akan mencoba menirukan suara tersebut. Inilah yang perlu ibu lakukan saat tumbuh kembang bayi 4 bulan.

Semakin sering ibu mengajak si kecil berkomunikasi, tentu akan semakin baik hasilnya. Memang si kecil tidak bisa mengucapkan atau menirukan. Pada awalnya, ia hanya memahami apa yang ibu katakan. Lama kelamaan, ia akan menirukan kata seperti yang ibu ucapkan.

Apakah ada cara lain selain terus mengajak si kecil berkomunikasi? Tentu saja ada.

  • Menyanyikan Lagu

Ibu suka bernyanyi? Tentu bukan nyanyian orang dewasa dengan kosakata yang sulit. Ibu harus mulai belajar menyanyikan lagu anak biasanya tersusun dari kata-kata yang mudah diikuti oleh anak.

Tentu ibu tidak bisa berharap bayi usia 4 bulan bisa mengucapkan kata-kata tersebut. Namun, sesuai dengan teori linguistik, semakin sering ibu memperdengarkan kata, maka kemampuan berbahasa si kecil terasah dan ia akan semakin mudah berbicara suatu saat nanti.

  • Membacakan Buku

Bukan membaca buku melainkan membacakan buku. Buku ini hanya sebagai stimulus saja untuk membuat si kecil tertarik. Akan lebih baik jika ibu memilihkan buku bergambar yang berwarna. Ibu bisa sebutkan nama dari gambar di buku tersebut.

  • Bermain

Meskipun bayi belum bisa menjawab pertanyaan, ibu bisa terus memberikan pertanyaan seperti “Perut siapa ini?” sambil menunjuk pada perut, dan lain sebagainya.

Ibu sudah mempelajari hal-hal teknis untuk mengopitimalkan tumbuh kembang bayi usia 4 bulan. Namun, yang tak kalah penting untuk ibu ketahui adalah nilai filosofis. Pada dasarnya, yang paling penting adalah bagaimana ibu terus menerus membangun ikatan dengan sang buah hati. Dan hal ini hanya bisa dilakukan dengan cara berinteraksi terus menerus dengan sang buah hati. Dan interaksi ini akan juga berimbas pada kemampuan berkomunikasi sang buah hati. Untuk itu, alangkah baiknya jika ibu selalu meluangkan waktu untuk bermain ketika si kecil sedang terjaga. Jangan sampai ibu biarkan si kecil bermain dengan mainannya sendiri.

Bayi usia 4 bulan memang belum boleh mengkonsumsi makanan selain ASI. Tinggal 2 bulan lagi, si kecil akan mendapatkan menu MPASI atau makanan pendamping ASI. Ibu bisa mempersiapkan diri apa saja menu MPASI yang sebaiknya ibu ketahui. Dengan demikian, ibu tidak akan kebingungan jika anak ibu berusia 2 bulan dan ibu harus siap memberikan menu MPASI.

Yang pasti, peran ibu sebagai orang tua sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan bayi usia 4 bulan. Jadi, apakah ibu sudah menjadi ibu yang benar-benar bisa mengoptimalkan tumbuh kembangnya?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*