Mengkhawatirkan, Kekerasan Pada Balita Meningkat

www.friso.co.id

Semakin sering saja pemberitaan di mana balita dianiaya oleh orang tuanya sendiri. Apa yang membuat orang tua tega menganiaya sang buah hati mereka sendiri?

Penyebab Penganiayaan Balita

Dari beberapa kasus balita dianiaya oleh orang tuanya sendiri, kebanyakan hal tersebut dilakukan berdasarkan motif ekonomi. Keadaan ekonomi yang kurang bagus di tengah kebutuhan yang semakin banyak membuat banyak orang tua yang emosi dan stres. Sayangnya, emosi tersebut diluapkan kepada sang buah hati mereka sendiri.

Akan tetapi, bukan itu saja motif atau penyebab orang tua tega menganiaya balita mereka sendiri. Ada juga yang bukan faktor ekonomi, namun karena mental orang tua yang belum siap untuk memiliki anak.

Pasangan yang nikah di usia muda kerap mengalami stres paska kelahiran anak. Secara psikologis, mental mereka belum siap untuk menjadi orang tua. Mereka tidak lagi bisa seperti teman sebayanya yang bisa hangout di luar. Mereka harus berada di rumah dan mengurus si kecil.

Apalagi jika bayi mulai rewel entah itu karena sakit atau sedang kurang nyaman. Tentu jika psikologi orang tua muda belum matang, maka mereka akan mudah emosi. Akibatnya, tidak jarang mereka berbuat di luar akal sehat mereka, seperti kekerasan pada sang buah mereka sendiri.

Kecemburuan juga bisa menyebabkan adanya kekerasan pada anak. Ada beberapa kasus di mana suami cemburu kepada istri lantaran berselingkuh dengan laki-laki lain. Sayangnya, kecemburuan tersebut diungkapkan dengan kemarahan dan kekerasan pada anaknya sendiri.

Apapun penyebabnya, kekerasan pada anak tidak bisa dibenarkan.

Mencegah Kekerasan Pada Anak

Jika dilihat dari penyebabnya, tentu saja jelas sekali apa yang harus dilakukan untuk mencegah kekerasan.

Namun, masyarakat sekitar pun harus ikut serta dalam pencegahan ini. Masyarakat bisa mulai memberikan edukasi kepada siapa saja yang rentan mengalami kekerasan terhadap balita. Edukasi tersebut bisa berupa pemberian informasi tentang bagaimana cara yang mudah merawat bayi atau balita. Dengan demikian, orang tua tidak stres ketika menghadap sang buah hati.

Apalagi informasi tentang perawatan bayi dan balita bisa sangat mudah didapatkan seperti dari situs Friso.

Siapapun bisa berkontribusi sebagai guru atau penyambung lidah atas semua informasi yang didapatkan agar semakin banyak orang tua yang jauh dari resiko melakukan kekerasan pada anak.

Terlepas dari itu semua, pemberdayaan sangat dibutuhkan karena sudah menjadi alasan klasik di mana faktor ekonomi sering membuat orang tua kalap dan akhirnya melakukan kekerasan pada anak mereka sendiri.

Setiap orang yang berdaya secara ekonomi bisa membimbing siapa saja agar bisa mendapatkan penghasilan sekecil apapun itu. Dengan cara ini, diharapkan pengangguran semakin menurun dan akhirnya tidak ada lain orang tua yang melakukan kekerasan kepada anak mereka sendiri lantaran stres terdesak kebutuhan hidup.

Pada kesimpulan, semua orang memiliki peran yang sangat signifikan untuk membuat kasus penganiayaan kepada balita ini tidak terjadi lagi. Diperlukan bantuan bersama agar setiap orang yang beresiko melakukan kekerasan tidak jadi melakukan hal tersebut.

Tidak tepat juga jika ada orang tua bertindak keras kepada anaknya agar ia mau menurut kepada orang tua. Atau, orang tua memukul anak lantaran anak melakukan kesalahan. Ini pun tergolong sebagai tindak penganiayaan terhadap anak.

Pemahaman seperti ini harus dipahami oleh setiap orang tua. Ada cara mendidik anak yang jauh lebih efektif daripada memberikan kekerasan, baik secara verbal maupun secara fisik. Dan cara mendidik anak yang baik bisa dipelajari melalui situs www.friso.co.id. Di sana banyak sekali tips mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik, tanpa harus melakukan kekerasan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*