Mengetahui Kenjang-Kejang atau Stuip yang Bisa Dialami Oleh Balita

Friso www.friso.co.id
Friso

www.friso.co.id

Paling mengkhawatirkan itu ketika balita demam. Apalagi jika suhu tubuhnya sudah mencapai di atasn 38 Celcius. Ibu harus sangat berhati-hati.

Setidaknya itu yang dikatakan kebanyakan ahli kesehatan. Nasehat tersebut sangat beralasan mengingat demam yang sangat tinggi yang dialami oleh si kecil bisa mengarah pada masalah kesehatan yang lebih serius, yaitu stuip atau yang sering disebut dengan kejang-kejang.

Separah itukah?

Agar ibu mendapatkan info yang lebih obyektif sehingga ibu tidak terlalu khawatir jika anak mengalami demam, ibu harus mengetahui informasi berikut ini.

Yakin Ibu Sudah Tahu Apa Itu Stuip?

Kebanyakan orang merasa sudah tahu apa itu kejang-kejang. Karena memang hal ini bisa dilihat dari luar. Anak yang tiba-tiba tubuhnya bergetar, kaku, dan langsung seperti pingsan dikatakan kejang-kejang.

Namun, semudah itukah?

Ternyata, ada dua macam kejang-kejang yang bisa dialami oleh siapapun, termasuk anak kecil.

Yang pertama adalah kejang demam sederhana. Ini merupakan kejang-kejang yang paling sering terjadi. Bisa dikatakan masih dalam kadar yang normal.

Kejang demam sederhana ini terjadi hanya beberapa detik saja. Paling lama itu 15 menit. Dan kejang-kejang ini tidak selalu terjadi setiap hari ketika si kecil demam.

Yang kedua adalah kejang demam kompleks. Ini yang perlu diwaspadai. Kejang ini tidak  hanya terjadi setiap hari namun frekeunsi serta waktunya pun cukup lama.

Sekarang ibu sudah tahu kan gambaran kapan ibu harus khawatir ketika anak demam tinggi dan terlihat kejang? Tinggal ibu tentukan dulu apakah kejang yang dialami oleh si kecil itu sederhana atau kompleks.

Yang Paling Mengkhawatirkan

Yang pasti, ada satu catatan yang harus ibu ketahui. Suhu tubuh yang sangat tinggi tidak selalu membuat anak kejang. Dan kalaupun kejang, bukan berarti ibu harus terlalu khawatir.

Perlu mendapatkan perhatian khusus jika kejang yang dialami oleh si kecil saat demam sering terjadi dan terjadi pada kurun waktu berhari-hari.

Apalagi jika kejang tersebtu disertai dengan tanda-tanda berikut. Maka ibu sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter anak.

Apa saja tanda-tanda tersebut?

  • Keluar busa

Jika tanda ini muncul, berarti ada hal serius yang terjadi pada balita.

  • Jatuh Ke Lantai

Kejang yang biasa tidak akan membuat balita kehilangan keseimbangan. Namun, jika kejang yang dialami cukup parah, tubuhnya tidak terkontrol dan akhirnya ia terjatuh.

  • Perubahan Gerakan Bola Mata

Ini juga harus ibu perhatikan. Kejang yang diikuti dengan perubahan gerakan bola mata artinya si kecil mengalami kejang yang sangat serius.

Untuk lebih jelasnya, ibu bisa konsultasi online dengan dokter di www.friso.co.id. Di sana ibu bisa langsung bertanya dengan pakar kesehatan balita. Jadi, ibu bisa mendapatkan jawaban langsung dari seorang ahli.

Demam memang sering dialami oleh balita terutama ketika giginya tumbuh, terlalu lelah karena bermain setiap hari, atau cuaca yang tidak mendukung. Beberapa masalah demam tersebut bisa diatasi dengan cara memberikan susu Friso, mengkonsumsi makanan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan istirahat yang cukup.

Namun, ibu perlu juga memperhatikan suhu tubuh si kecil. Siapkan selalu thermometer agar ibu bisa memantau setiap saat ketika si kecil demam. Jika suhu tubuhnya di atas 38 celcius, mulai untuk memperhatikan apakah si kecil mengalai stuip atau tidak.

Semoga saja cara penanganan demam seperti yang sudah dijelaskan di website Friso sudah bisa menurunkan suhu tubuh dengan cepat.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*