Mengetahui Berapa Usia Bayi Tengkurap Sendiri

si kecil bisa duduk awalsehat.nestle.co.id

Sebagai orang tua pasti akan merasa sangat senang dan bahagia jika melihat bayinya bisa tengkurap sendiri. Tentu, para orangtua banyak yang menantikan momen dimana bayinya bisa terngkurap, karena mereka berpikir bahwa bayinya sudah mengalami kemajuan dan mempunyai suatu kepandaian baru.

Hal ini tidak salah, sebab  tengkurap merupakan bagian penting dari suatu urutan perkembangan kemampuan motorik bayi sebelum ia bisa melangkah pada perkembangan yang lebih tinggi lagi yaitu merangkak, duduk dan akhirnya dapat berjalan.

Tengkurap adalah suatu kegiatan membalik tubuh dengan posisi perut berada dibagian bawah sebagai tumpuannya.

Ada sebagian bayi yang sudah bisa menengkurapkan dirinya saat usianya baru dua bulan, selain itu ada juga sebagian lainnya yang dapat menengkurapkan tubuhnya saat berusia tiga atau empat bulan.

Dengan begitu, masa perkembangan tengkurap bayi antara bayi satu dengan bayi lain tidak sama dan mengalami perbedaan. Gerakan bayi tentu banyak didominasi oleh gerak refleks.

Dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 bulan gerakan refleksnya akan berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi yang justru akan berkembang pesat.

Akan tetapi, secara umum bayi akan mulai bisa melakukan usaha untuk tengkurap sendiri ketika ia berusia tiga sampai enam bulan.

Namun, hal yang sangat penting diketahui oleh para orangtua adalah jangan pernah membiarkan bayi Anda tengkurap saat ia terlelap tidur dan tidak dalam pengawasan Anda.

Karena Saat usia bayi tengkurap dan dalam keadaan tidur maka berpotensi menyebabkan terjadinya Suddent Death Infant Syndrome atau  kematian bayi saat mereka tertidur.

Penyebab dan Tanda Bayi Sulit Untuk Tengkurap Sendiri

Pada umumnya, semua itu berpusat dan bermula dari kemampuan tengkurap bayi. Bila bayi tidak bisa tengkurap sendiri, maka dapat dipastikan perkembangan motorik berikutnya pada si bayi akan sedikit terhambat.

Perkembangan kemampuan tengkurap pada bayi satu dengan yang lainnya tentu tidak sama.  Oleh karena itu, bagi para orangtua sebaiknya jangan mengkhawatirkan bayi Anda bila mengalami perkembangan yang telat untuk  tengkurap sendiri dibandingkan dengan teman seusianya.

Karena ada banyak penyebab yang bisa mempengaruhi kemampuan bayi untuk dapat menengkurapkan tubuhnya, salah satunya berat badan yang semakin gemuk.  Yang harus Anda perhatikan adalah saat bayi Anda tidak dapat tengkurap sendiri dan menunjukkan tanda seperti berikut ini:

  • Berat badan bayi normal dan tidak terlalu gemuk tetapi pergerakannya kurang lincah.
  • Tangan dan kaki bayi tidak lincah dalam bergerak
  • Tangan belum bisa memegang sesuatu atau daya cengkramnya kurang baik meskipun usianya sudah mencapai 6 bulan.
  • Bayi tidak dapat memiringkan tubuhnya sendiri setelah usianya lebih dari 3 bulan.
  • Kepala bayi tidak dapat berdiri atau tidak tegak ketika Anda menengkurapkan tubuhnya atau di saat Anda menggendongnya.

Bila bayi Anda menunjukkan tanda seperti diatas tadi, maka sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter anak untuk berkonsultasi. Jika dibiarkan begitu saja justru akan berakibat buruk pada bayi Anda nantinya sebab tidak segera ditangani dengan baik.

Cara Membantu Bayi Supaya Dapat Tengkurap Sendiri

Secara alami jika perkembangannya normal, bayi sebenarnya dapat menengkurapkan tubuhnya sendiri. Akan tetapi, ada beberapa bayi yang harus dibantu supaya dapat tengkurap sendiri.

Tidak ada salahnya jika Anda membantu bayi Anda untuk dapat tengkurap dengan cara menstimulusnya sehingga ia dapat membalikkan tubuhnya sendiri sampai akhirnya mampu tengkurap. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu bayi Anda supaya dapat tengkurap sendiri, yaitu:

1. Anda bisa melatih bayi Anda tengkurap setiap hari dalam waktu singkat. Bantu bayi membalikkan tubuhnya dan biarkan ia berada pada posisi tengkurap sekitar 3 sampai 4 menit. Jika sudah terbiasa, durasi dapat ditingkatkan menjadi 9 sampai 14 menit sehari. Anda bisa melakukan 3 kali tengkurap setiap harinya.

2. Anda dapat mengkurapkan bayi pada kedua paha Anda. Posisi ini akan membuat kepala bayi tergantung dan melatih dirinya untuk dapat mengangkat kepalanya sendiri.

Posisi lainnya yaitu dengan menengkurapkan bayi di atas tubuh Anda yang berbaring dalam posisi terlentang. Posisi tersebut bisa membuat kontak mata antara Anda dan bayi Anda tetap seimbang.

Jika bayi Anda belum dapat mengangkat kepalanya, maka Anda bisa membantunya dengan cara memberi sanggahan berupa bantal lembut untuk menopang dagunya. Dalam hal ini Anda harus tetap berhati-hati dan terus mengawasinya.

3. Jika bayi Anda sudah terbiasa ditengkurapkan, maka Anda dapat menengkurapkan bayi Anda pada bidang datar lainnya yang tetap lembut, empuk dan lunak.

Tengkurapkan si bayi di tempat yang dianjurkan seperti di atas kasur atau matrass. Anda juga bisa meletakkan berbagai jenis mainan dengan warna menarik, mainan yang dapat mengeluarkan suara, atau buku dengan gambar lucu di sekitarnya.

Hal itu bertujuan untuk melihat bagaimana respon bayi Anda dalam meraih berbagai macam mainan yang berada di sekitarnya. Disamping itu, meletakkan mainan di sekitarnya akan menstimulus bayi untuk bisa menggerakkan otot tangan, paha dan lehernya.

4. Saat bayi berada pada posisi tengkurapnya, Anda bisa menggulingkan tubuhnya menjadi posisi telentang. Jika ia sudah merasa nyaman dengan posisi tengkurap, maka ia akan mencoba untuk membalikkan tubuhnya sendiri ke posisi tengkurap tanpa bantuan Anda.

Jika ia belum mampu, maka Anda bisa membantunya dengan cara menyilangkan salah satu kakinya supaya kakinya dapat menggulingkan tubuhnya sendiri.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*