Mengatasi Demam Agar Balita Tidak Sampai Mengalami Kejang

ibudanbalita https://www.facebook.com/ibudanbalita/

Demam bisa menyebabkan kejang lho. Ini yang harus sangat diwaspadai. Mulai sekarang ibu tidak boleh menyepelekan demam yang dialami oleh balita.

Meskipun kasus demam yang menyebabkan kejang ini tidak begitu banyak, bukan berarti ibu bisa tenang-tenang saja ketika si kecil mengalami demam.

Ibu harus tahu batas demam yang tidak perlu ibu khawatirkan. Artinya, ibu harus waspadai tanda-tanda demam yang bisa menyebabkan kejang-kejang.

Berikut informasi yang perlu untuk ibu ketahui, mulai dari tanda-tanda kejang pada balita dan bagaimana cara mengatasinya.

Demam dan Kejang

Ketika demam, balita belum tentu mengalami kejang. Karena kejang yang disebabkan oleh demam itu diikuti oleh faktor lain. Salah satunya adalah faktor kesehatan terdahulu.

Jika balita ibu pernah mengalami kejang, maka ibu harus waspadai. Walaupun ibu sudah yakin bawasannya kejang yang dialami oleh si kecil sudah diobati, bisa saja lho kejang tersebut terjadi lagi.

Saat demam di mana suhu mencapai di atas 37 derajat celsius, ibu harus ekstra waspada. Karena demam yang sangat tinggi memicu balita mengalami balita.

Penting sekali bagi ibu untuk menyiapkan thermometer serta kompres di rumah. Sekarang sudah ada kompres yang bisa langsung menempel di kening si kecil. Ini jelas lebih mudah dan lebih efektif.

Penyebab Kejang

Dilihat dari ilmu kesehatan, sebenarnya bukan demam yang menyebabkan kejang. Memang belum ada penelitian yang bisa menentukan secara pasti apa penyebab kejang yang dialami oleh oleh balita.

Akan tetapi, secara umum, dapat dipahami bawasannya kejang itu disebabkan oleh virus yang menyerang tubuh si kecil. Selain itu, ada juga temuan di mana kejang pada balita disebabkan oleh radang amandel, infeksi pada telinga, serta dehidrasi ringan.

Tentu balita ibu bisa mengalami hal tersebut dengan sebab yang berbeda. Jadi, penting sekali jika si kecil pernah mengalami kejang, ibu cari tahu apa penyebabnya sehingga ibu bisa melakukan pencegahan.

Saat Balita Kejang

Tentu saja orang tua manapun tidak ingin balita mereka mengalami kejang. Hanya saja, bagaimana jika hal tersebut sudah terjadi?

Ada beberapa langkah yang harus ibu lakukan. Ibu akan berpikir untuk membawa balita ibu ke rumah sakit. Tapi, sebenarnya itu bukan cara yang bijak.

Sebaiknya ibu memberikan penanganan sendiri sehingga hal yang lebih berbahaya tidak terjadi.

  • Posisikan tidur miring

Posisi ini akan membantu agar muntahan yang keluar dari mulut si kecil tidak tertelan lagi. Karena jika tertelan, maka akan menghambat udara yang seharusnya masuk ke dalam tubuh.

  • Masukkan Sendok pada Mulut

Apa gunanya? Kegunaannya agar agar lidah tidak tergigit. Karena saat balita mengalami kejang, lidahnya secara tidak sengaja digigit sendiri.

  • Jangan Memberikan Minum

Sebenarnya tidak hanya minuman saja. Apapun tidak boleh ibu berikan seperti obat yang berbentuk pil atau cair sekalipun.

Semoga dengan mengetahui cara penanganan seperti tersebut di atas, ibu tidak panik jika balita mengalami kejang-kejang. Dan yang pasti, ibu bisa share informasi penting ini kepada ibu-ibu lain yang memiliki balita.

Situs ibudanbalita membahas lebih lengkap lagi tentang bagaimana cara menangani balita yang mengalami kejang-kejang. Tidak itu saja. Di sana juga dibahas bagaimana menjaga kesehatan balita serta bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembangnya dengan memberikan permainan edukatif yang tepat dan sesuai dengan usia si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*