Mengatasi Anak Penakut Dan Pemalu Dengan Mudah

tahap perkembangan anak www.friso.co.id

Mengatasi anak penakut itu sebenarnya sangat mudah. Anak balita dengan ketakutan yang tak masuk akal itu normal. Rasa takut memang bagian dari perkembangan anak usia 2-3 tahun yang sehat.  Orangtua harus jeli mengenali setiap jenis ketakutan anak, jangan lindungi berlebihan, atasi dengan bijak. Ketika anak berteriak atau menangis karena tidak mau ditinggal sendirian, dekap dia  dengan erat agar tenang.

Usahakan untuk terus bersama anak, sebab anak usia ini memang tak boleh ditinggal lama sendirian tanpa pengawasan. Bicaralah dengan lembut hingga ia tenang kembali. Anak-anak usia sekolah  yang takut masuk sekolah, akan terbantu jika sering diajak bermain peran dan dibacakan buku-buku yang dapat memotivasinya untuk lebih berani. Memberinya waktu untuk beradaptasi, sangatlah penting. Untuk mengatasi takut pada suara halilintar, tenangkan anak dengan ritual-ritual tertentu, seperti berlindung di balik selimut atau memberinya teman tidur misalnya boneka untuk dipeluk.

Ketakutan untuk bergaul dengan manusia lain. Buatlah proses berkenalan dengan orang asing dengan cara yang lebih lembut, misalnya dengan memperkenalkan anak pada orang baru ini secara tatap muka, dan hindari  kontak fisik mendadak selain bersalaman. Beri anak waktu untuk menyelidiki dulu dari jauh siapa orang baru tersebut. Biasakan ia berkumpul dengan banyak orang, terutama kerabat, sehingga ia dapat memberi kepercayaan sedikit demi sedikit pada nenek, tante, atau pengasuh baru.

Fase pembiasaan perlu dilalaui sesuai dengan kemampuan anak. Sedikit demi sedikit lamanya perpisahan dapat ditingkatkan. Akan sangat membantu jika janji Anda untuk menjemput nya tepat waktu, selalu dipenuhi. Ritual menjelang tidur yang penuh kasih sayang akan memberi rasa aman di malam hari. Anak-anak yang takut gelap biasanya tidur lebih baik jika kamarnya diterangi lampu malam kecil atau pintu kamarnya terbuka. Jika anak Anda terbangun karena mimpi buruk, jangan terlalu dibesar-besarkan

Mengatasi Anak Penakut Dan Cengeng

Dengan ketakutan-ketakutan irasional itu, anak-anak seringkali justeru mendapat ide bagaimana cara mengatasi makhluk-makhluk menyeramkan. Misalnya: nenek sihir diajak berteman, dengan begitu ia menjadi baik dan akan mengajak anak jalan-jalan naik sapu terbangnya. Namun demikian, jangan biarkan anak-anak menonton film horror atau diceritakan dongeng seram. Jika ada sesuatu yang ia takuti, tenangkan dengan cara mendekatkan diri padanya atau membacakan cerita yang dapat membangkitkan keberanian.

Rasa minder dan takut membuat anak tidak memiliki keberanian untuk tampil dihadapan orang banyak. Jika tidak segera di atasi, rasa minder dan takut yang dialami anak bisa mengganggu proses perkembangannya. Disadari atau tidak, anak yang selalu merasa minder dan takut menjadi sulit untuk bergaul.

Tentunya hal ini sangat mengganggu proses perkembangannya. Untuk itu sudah saatnya Anda sebagai orang tua harus mengatasi rasa minder dan takut pada anak Anda agar tidak berdampak buruk bagi perkembangannya. Rasa minder dan takut pada anak juga tak jarang mengganggu prestasi belajar anak di sekolah. Sebagai orang tua, Anda pasti ingin memiliki anak yang cerdas, pemberani dan berprestasi di sekolah bukan? Namun terkadang hal itu sulit untuk diwujudkan karena kondisi anak justru berkebalikan. Anak selalu merasa minder dan takut sehingga ia jarang tampil di depan kelas dan kurang dianggap sebagai siswa yang berprestasi.

Rasa minder dan takut yang dialami anak membuat anak tidak memiliki keberanian untuk tampil dihadapan banyak orang untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu berbagai dampak negatifpun bisa saja terjadi jika anak selalu merasa minder dan takut. Untuk itu Anda harus mengatasi rasa minder dan takut yang dialami anak. Beberapa cara di bawah ini bisa Anda gunakan untuk membantu mengatasi rasa minder dan takut pada anak:

Mengatasi Anak Penakut Di Sekolah Maupun Dirumah

Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi rasa minder dan takut pada anak disekolah dan dirumah;

-Memotivasi anak

Mengatasi rasa minder dan takut pada anak yang pertama adalah dengan memotivasi anak. Memotivasi anak bisa Anda lakukan dengan menceritakan kisah-kisah inspiratif pada anak. Ketika anak termotivasi, anak akan menjadi lebih percaya diri sehingga mampu mengatasi rasa minder dan takut yang sering dialaminya.

-Berikan contoh

Anak adalah peniru ulung. Anak akan meniru setiap apa yang dilakukan orang tuanya. Memberikan contoh dengan selalu berpendapat atau berani tampil dihadapan banyak orang bisa menjadi salah satu cara mengatasi rasa minder dan takut pada anak.

-Berikan pujian

Mengatasi rasa minder dan takut pada anak selanjutnya bisa Anda lakukan dengan memberikan pujian. Misalnya berikan pujian pada anak ketika anak berani mengungkapkan pendapatnya. Memberikan pujian saat anak berani melakukan sesuatu yang positif dihadapan banyak orang adalah salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa minder dan takut yang dirasakannya.

-Merancang kegiatan anak bersama dengan teman-temannya

Mengatasi rasa minder dan takut pada anak berikutnya bisa Anda lakukan dengan merancang kegiatan anak bersama dengan teman-temannya. Bersosialisasi dengan teman akan meningkatkan keberanian anak. Merancang kegiatan anak bersama dengan teman-temannya seperti mengundang teman-teman atau belajar bersama teman akan meningkatkan keberanian anak serta menghilangkan rasa minder dan takut anak.

-Melatih anak untuk berani bicara

Mengatasi  anak penakut yang bisa Anda lakukan dengan melatih anak untuk berbicara. Caranya dengan meminta anak memberikan saran atau pendapatnya tentang semua hal. Ketika anak sudah terbiasa dan berani bicara, anak juga akan berani mengungkapkan pendapatnya ketika berbicara atau berhadapan dengan banyak orang.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*