Memperlakukan si Kecil Seperti Raja Merupakan Cara Mendidik Anak yang Tepat

cara mendidik anak https://www.facebook.com/FrisoIndonesia/

Cara mendidik anak setiap orang tua itu berbeda-beda. Dahulu kala, pola asuh orang tua berbeda dengan pola asuh orang tua model sekarang ini. Perbedaannya pun sangat jauh. Jika orang tua dahulu sering memarahi si kecil agar ia menurut apa kata orang tua, sekarang justru cara tersebut membuat anak semakin berontak.

Untuk itulah, cara mendidik anak sekarang ini membuat anak bak seorang raja. Apapun yang ia inginkan harus dituruti oleh orang tua. Jika tidak, maka si kecil akan rewel dan menangis hingga apa yang ia inginkan dituruti.

Bolehkah Menerapkan Cara Mendidik Anak Seperti Itu?

Banyak yang menganggap dengan memperlakukan anak seperti raja maka hal tersebut akan berlangsung terus menurus hingga ia dewasa nanti. Akibatnya, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang manja. Apakah ibu juga berpikiran demikian?

Sebenarnya, menerapkan cara mendidik anak dengan memperlakukannya bak seorang raja itu tidak masalah usianya masih kecil. Kriteria masih kecil itu seperti apa? Yaitu ketika usianya baru mencapai 1-5 tahun. Ibu sebagai orang tua boleh memanjakan si kecil seperti ibu sedang memperlakukan seorang raja. Turuti apapun yang ia inginkan.

Akan tetapi, saat usianya sudah di atas 5 tahun dan bahkan sudah 7 tahun, pada saat itulah ibu harus mengerem keinginan si kecil jika tidak masuk akal. Inilah yang menjadi perbedaan cara mendidik anak yang masih kecil atau balita dengan anak yang sudah bisa dikatakan menginjak dewasa.

Ketika usianya sudah menginjak 6 atau 7 tahun, tidak masalah jika ibu melarang sesuatu hal kepada si kecil. Bahkan, jika si kecil tidak mengerjakan apa yang menjadi kewajibannya, ibu harus marah. Namun, dalam hal ini marahnya adalah marah sayang. Ibu boleh membentak tapi membentak dengan nada yang menunjukkan kasih sayang.

Jadi, pada intinya, tips mendidik anak yang masih balita memperlakukannya seolah-olah anak ibu adalah seorang raja. Namun, hal tersebut ada batasannya. Saat ia sudah dewasa, ibu harus lebih keras mendidik. Ibu boleh mulai melarang dan memaksa si kecil jika tidak melakukan kewajibannya seperti belajar di rumah, bersekolah, shalat, dan lain sebagainya.

Bagaimana Kalau Anak Terlanjur Manja?

Tentu sangat beralasan jika ibu khawatir jika justru si kecil terlanjur manja. Apalagi, menganggapnya sebagai seorang raja dengan memberikan apapun yang ia mau hingga usia 5 tahun itu sangat lama sekali. Bagaimana jika hal tersebut terlanjur terjadi hingga dewasa?

Tentu saja ibu tidak boleh membayangkan bahwa cara mendidik anak yang satu ini memperbolehkan ibu memberikan apapun juga. Tentu ada batasannya. Jika ibu tahu ada keinginan si kecil yang justru membahayakannya, maka sebaiknya ibu membuatnya lupa akan keinginan tersebut.

Kemudian, saat usianya sudah mencapai 4 tahun, ibu harus mulai mengajaknya berbicara apakah keinginannya tersebut baik atau buruk. Dengan demikian, ia tidak akan menjadi anak yang manja. Dan yang lebih penting lagi, saat ia sudah mencapai usia di atas 5 tahun, ibu akan mudah sekali untuk memberikan perintah atau mempertingatkan jika si kecil akan melakukan hal yang buruk.

Jadi, pada dasarnnya orang tua harus bijak dalam menerapkan cara mendidik anak. Orang tua tidak boleh terlalu longgar tapi juga tidak boleh terlalu kolot. Ada situasi di mana sebagai orang tua harus memperlakukan anak bak seorang raja. Tapi, saat ia sudah dewasa apalagi sudah menginjak remaja, ibu harus mengaggapnya sebagai teman. Dengan demikian, ibu akan menjadi orang tua yang sukses dalam menerapkan cara mendidik anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*