Membedakan Mana yang Mitos Mana yang Fakta Seputar Kehamilan

ibudanbalita

Ada banyak sekali mitos yang diterima dan diamini oleh masyarakat sampai saat ini. Terutama mitos tentang kehamilan.

Apakah itu berbahaya? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Ya, berbahaya karena bisa jadi mitos tersebut justru bertentangan dengan ilmu kesehatan yang kebenarannya sudah dibuktikan secara ilmiah.

Tidak, jika mitos tersebut hanya digunakan sebagai langkah antisipasi saja. Karena memang ada mitos tentang kesehatan kehamilan yang sebenarnya sebagai langkah pencegahan agar hal buruk tidak terjadi.

Jadi, ada sisi baik dan sisi buruk mempercayai mitos.

Tapi, bagaimana ibu bisa membedakan? Sulit dan tidak mungkin bisa dilakukan jika ibu tidak tahu mana yang mitos dan mana yang fakta tentang kehamilan.

Mengenal Mitos Kehamilan Tanpa Melakukan Penelitian

Bagaimana cara membedakan mitos dengan fakta? Jawabannya selalu sama. Ibu harus meneliti, entah lewat tanya jawab dengan pakar atau melakukan penelitian sendiri jika ternyata ibu seorang ahli di bidang kesehatan ibu hamil.

Akan tetapi, tanpa melakukan hal ribet tersebut, sebenarnya ibu bisa mengetahui mana yang mitos dan mana yang fakta.

Jika ibu mendengar tips kesehatan ibu hamil, ibu bisa perhatikan apakah tips tersebut masuk akal atau tidak. Seperti contoh, ada tips yang mengatakan ibu hamil harus makan lebih banyak.

Apakah mungkin ibu bisa mengkonsumsi makanan dengan porsi lebih dari biasanya ketika hamil? Apakah ada perbedaan ukuran lambung sebelum dan ketika hamil? Tidak ada bedannya. Maka tidak masuk akal jika seorang ibu hamil harus makan lebih banyak dan bahkan dua porsi orang.

Dan tentunya masih ada mitos lain lagi yang kedengarannya tidak masuk akal. Dan ibu tidak perlu mempercayai mitos tersebut.

Cara lain yang lebih mudah untuk ibu lakukan adalah dengan mengetahui fakta ilmiah tentang bagaimana menjaga kehamilan, mulai dari makanan yang boleh dan tidak boleh dilakukan hingga kegiatan yang disarankan untuk dilakukan dan mana kegiatan yang tidak boleh untuk dilakukan.

Semua informasi tersebut bisa ibu dapatkan dari situs ibu dan balita. Karena situs tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengedukasi semua ibu hamil agar mengerti bagaimana cara menjaga kehamilan.

Lebih dari itu, situs tersebut juga ingin menjadi bagian dari kampanye untuk menurunkan prosentase kematian ibu dan bayi, terutama saat persalinan. Dan tidak ada cara lain selain memberikan pemahaman yang tepat bagaimana cara menjaga kehamilan yang tepat.

Jadi, jika ditanya apakah penting membedakan antara mitos dan fakta kehamilan, jelas penting sekali. Setidaknya ibu bisa memastikan bawasannya yang ibu lakukan memang benar-benar diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan. Dengan  harapan, ketika kesehatan ibu dan bayi sehat, maka ibu dan bayi akan selamat ketika proses persalinan nanti.

Kenapa Masih Percaya Mitos?

Sebenarnya banyak masyarakat yang masih mempercayai mitos disebabkan mereka tidak tahu apakah yang mereka percaya itu mitos atau fakta. Yang mereka tahu adalah apa yang mereka dengar itu bagus dan tidak bagus kesehatan ibu hamil.

Jadi, cara agar masyarakat tidak termakan mitos adalah dengan memberikan informasi sebanyak-banyaknya seputar fakta ilmiah mengenai menjaga kehamilan.

Dan ini bukan hanya peran pemerintah atau tenaga kesehatan saja. Ibu bisa berperan. Ibu bisa share informasi penting di ibudanbalita misalnya melalui media sosial. Dengan harapan, semakin banyak orang yang share maka semakin banyak ibu hamil yang tahu mana yang termasuk mitos dan mana yang merupakan fakta.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

1 Comment on Membedakan Mana yang Mitos Mana yang Fakta Seputar Kehamilan

  1. setuju sekali dengan ulasan artikel diatas,
    ibu hamil dan pasangan sebenarnya ingin nya logis, cuman terkadang mertua suka menyarankan hal-hal yang bersifat mitos, misal selalu bawa gunting lipat, jangan suka kluar malam2,,ya dituruti sja, selama ga nyuruh makan yg aneh2.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*