Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini Sampai Ia Besar

latih motorik anak www.purekids.co.id

Melatih motorik halus anak bertujuan supaya anak semakin terampil, kreatif dan tidak kaku. Kali ini kami akan membahas tentang beberapa permainan yang bisa  dijadikan ide untuk melatih motorik buah hati Anda. Sebagai orangtua Anda bisa melihat perkembangan anak Anda dari bagaimana anak Anda menguasai sebuah aktivitas atau permainan. Pasalnya dunia anak tak terlepas dari dunia bermain, maka Anda bisa mengajarkan anak untuk melatih keterampilan motorik halusnya melalui sarana bermain.

Apa itu keterampilan motorik halus? Keterampilan motorik halus ialah suatu keterampilan yang membutuhkan gerakan atau otot tangan dan jari, misalnya seperti  menulis, merobek, meremas atau menggunting. Ada beberapa permainan yang memang dibuat untuk dapat menstimulasi anak dalam melatih kemampuannya menggunakan otot-otot tangan dan jari-jarinya untuk melakukan gerakan-gerakan halus penunjang kegiatan anak sehari-hari.

Anda sebagai orang tua berperan membantu anak dalam memilih permainan yang tepat, pilih permainan yang bukan hanya menyenangkan tetapi ada unsur pembelajarannya agar anak bisa belajar sambil bermain. Melatih motorik halus anak tujuannya agar anak semakin terampil, kreatif dan tidak kaku.

Melatih Motorik Halus  Anak Usia 4 Tahun

Ada beberapa permainan yang bisa Anda mainkan dengan si kecil untuk melatih motorik buah hati Anda :

– Menyusun puzzle

Ajari dan bantu anak untuk merangkai atau menyusun kembali potongan-potongan puzzle yang telah diacak menjadi gambar utuh seperti sebelumnya. Untuk permulaan, berikan gambar puzzle dengan jumlah potongan yang tidak terlalu banyak atau tingkat kesulitan puzzle disesuaikan dengan usia anak. Permainan ini melatih ketelitian, kecermatan dan konsentrasi anak dalam menempatkan setiap potongan puzzle pada tempatnya.

– Menyusun balok kayu atau lego

Permainan menyusun lego atau balok kayu dapat melatih kreativitas, konsentrasi dan kecerdasan anak. Melalui permainan ini, anak tidak hanya mengandalkan kemampuan tangannya untuk menyusun atau merangkai lego atau balok kayu sesuai keinginan anak tetapi juga mengandalkan kemampuan berpikir untuk berimajinasi membebaskan ekspresinya.

– Bermain bola lempar

Cara bermainnya sangat mudah. Anda dan si kecil saling berhadapan namun beri sedikit jarak. Anda dalam kondisi duduk sedangkan anak berdiri untuk mengimbangi bola yang nanti akan dilempar. Gunakan bola yang aman bagi anak. Kemudian lempar bola pada anak dan minta anak untuk menangkapnya, dan melemparkan kembali bola pada Anda. Kegiatan melempar dan menangkap bola dapat melatih kecepatan tangan anak, membuat anak lebih aktif dan melatih konsentrasi anak.

– Bermain dan membentuk lilin mainan

Yang perlu diperhatikan sebelum bermain lilin adalah pastikan lilin yang digunakan aman bagi anak. Kegiatan ini sangat merangsang motorik halus anak karena untuk bermain ini, anak harus bisa meremas, menggulung, dan membentuk lilin menjadi apa pun yang diinginkan. Kemampuan seluruh otot tangan diperlukan untuk bisa bermain lilin. Permainan ini sangat baik untuk mengenalkan warna dan berbagai bentuk.

– Melipat kertas atau biasa disebut origami

Seni melipat kertas atau origami ini sangat membantu kreativitas anak dan menstimulasi motorik halusnya. Biasanya kegiatan ini diajarkan pada anak di atas 5 tahun karena usia seperti itu, anak sudah dapat mengerti satu bentuk yang diajarkan. Namun, untuk permulaan Anda dapat memperkenalkan kegiatan ini pada anak usia 3 tahun.

– Bermain gundu atau kelereng

Aktivitas dalam permainan ini seperti melempar dan menyentil kelereng dapat melatih keterampilan motorik halus anak. Selain itu dapat melatih kemampuan visual dan konsentrasi anak. Sebaiknya usia anak di atas 4 tahun bila ingin bermain permainan ini karena biji kelereng sangat berbahaya bagi anak balita.

– Bermain congklak

Apa itu congklak? Meskipun permainan congklak sudah sangat jarang dijumpai saat ini, namun permainan ini sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik halus anak . Karena saat bermain yang berperan adalah kecepatan jari jemari anak. Anak harus bisa menggenggam biji-biji congklak agar tidak terlepas dan terhambur saat bermain. Permainan ini dapat membantu anak cepat menulis.

– Bermain pasir putih

Bermain pasir juga melatih perkembangan motorik halus anak. Saat anak bermain pasir, ia akan membentuk pasir menggunakan wadah atau cetakan pasir yang ada kemudian menuangnya membentuk benda yang diinginkan. Jangan takut kotor. Pastikan saja pasirnya tidak ada kotoran atau benda berbahaya lainnya.

Melatih Motorik Halus Anak Dengan Bermain

Anak-anak usia prasekolah butuh persiapan dasar yang matang sebelum bersekolah. Persiapan dasar, yang bisa dilakukan melalui permainan, antara lain melenturkan otot-otot tangan agar mampu memainkan gerakan rumit. Yaitu, gerakan-gerakan halus yang harus dikuasainya untuk melakukan kegiatan akademik seperti menulis dan menggambar.

Kegiatan memegang dan menggerakkan gunting melatih otot-otot yang sama yang akan digunakan untuk menulis. Anda perlu mencermati cara balita memegang gunting. Posisi gunting yang benar adalah, ibu jari dan jari tengah berada di dalam lubang gunting, jari telunjuk berada di bagian luar lubang gunting untuk menstabilkan gerak gunting. Sementara, jari keempat dan kelima menekuk ke arah telapak tangan. Beri anak keleluasaan melakukan kegiatan ini.

Keterampilan untuk melatih motorik halus anak dengan membuat origami baru akan dikuasai sungguh-sungguh saat anak berusia enam tahun. Tetapi latihan dapat dimulai sejak anak berusia tiga tahun. Untuk anak-anak usia prasekolah, Anda bisa melatihnya membentuk persegi panjang atau segitiga dari selembar kertas berbentuk bujur sangkar. Bila anak sudah mahir membuat lipatan sederhana, Anda bisa melatihnya melipat bentuk amplop. Latihan melipat kertas akan memperkuat otot-otot telapak dan jari tangan anak, yaitu saat anak melipat dan menekan lipatan itu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*