Masalah Kekurangan Gizi Ibu Hamil Yang Bisa Menyebabkan Kematian

ibudanbalita

Ada yang bilang persalinan itu pertaruhan nyawa. Karena sakit sekali dan bisa saja ibu hamil kehilangan nyawa.

Kasus semacam ini sering terjadi. Namun, bukan berarti tidak bisa dicegah. Terbukti angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan sekarang semakin menurun.

Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Yang pertama adalah tenaga medis yang semakin professional dan handal. Yang kedua, semakin banyak ibu hamil yang sadar akan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi.

Masalah yang kedua ini yang masih harus diperhatikan. Karena menyadarkan ibu hamil akan pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil itu tidak mudah. Ada yang acuh. Ada yang tidak tahu. Dan ada juga yang merasa sudah memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil tapi ternyata belum tercukupi.

Gizi yang Paling Penting.

Sebenarnya semua nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil itu penting. Karena satu nutrisi saling berkaitan atau saling berketergantungan dengan nutrisi yang lain.

Akan tetapi, ada satu nutrisi yang sekarang ini menjadi sorotan oleh banyak ahli gizi, yaitu zat besi. Saking pentingnya zat besi, ada juga kampanye agar setiap ibu hamil tercukup nutrisinya terutama zat besi.

Kenapa zat besi ini penting? Karena nutrisi untuk ibu hamil yang satu ini berpengaruh terhadap produksi sel darah merah. Jika zat besi sedikit, maka sel darah pun diproduksi dalam jumlah yang sedikit. Dan jika hal ini terjadi, maka ibu hamil akan mengalami anemia.

Bagi wanita yang tidak sedang mengandung, mungkin anemia ini hal yang sangat wajar. Akan tetapi, berbeda jika anemia dialami oleh ibu hamil. Survey membuktikan anemia menjadi salah satu faktor penyebab seorang ibu meninggal saat persalinan.

Kematian seorang ibu hamil ketika melakukan proses persalinan normal disebabkan pendarahan hebat sementara ia mengalami anemia.

Untuk itu, hal buruk ini harus dicegah dengan cara memastikan gizi untuk ibu hamil terpenuhi secara seimbang, terutama zat besi.

Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil

Sebenarnya hampir semua ibu hamil mengalami anemia, terutama ketika usia kehamilan mencapai trimester kedua dan ketiga. Hanya saja, ibu tidak boleh menganggap remeh keluhan kesehatan yang satu ini.

Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi, masalah anemia bisa diatasi dan bahkan dihindari. Ibu bisa mengkonsumsi beberapa jenis seafood seperti kepiting dan sarden. Selain mengandung zat besi, seafood juga kaya akan nutrisi berupa omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi di dalam rahim.

Jika ibu tidak suka seafood, ada alternatif lain, yaitu daging sapi. Daging sapi dikenal sebagai makanan yang mengandung tinggi protein. Namun, ternyata kandungan zat besinya juga tak kalah tinggi.

Akan tetapi, ibu harus hati-hati jika mengkonsumsi daging sapi. Pastikan daging sapi diolah benar-benar matang agar bakteri yang mungkin masih menempel pada daging bisa mati. Dengan demikian, bakteri tidak masuk ke dalam tubuh ibu yang mungkin bisa membahayakan perkembangan janin.

Cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu hamil, terutama zat besi adalah mengkonsumsi susu ibu hamil. Meskipun kandungan zat besi di dalam susu tidak terlalu banyak, tapi setidaknya ibu sudah mendapatkan semua gizi harian yang ibu butuhkan dalam porsi yang seimbang.

Semoga ibu bisa melewati masa kehamilan dengan baik dan terhindar dari anemia.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*