Malu Sekali Jika Si Kecil Teriak Di Depan Orang Banyak, ini Cara Mengatasinya

Friso www.friso.co.id
Friso

www.friso.co.id

Siapa tahu ibu yang menyebabkan anak terbiasa teriak di depan orang banyak. Walaupun memang banyak sekali faktor penyebabnya, ternyata ibu juga bisa bisa menjadi salah satu penyebabnya lho.

Untuk lebih jelasnya, ibu perlu mengetahui penjelasan berikut ini.

Pengaruh Lingkungan

Harus dipahami bawasannya balita itu peniru yang sangat ulung. Dan bisa dikatakan perkembangannya itu tidak akan terjadi jika lingkungan tidak mempengaruhi.

Itulah mengapa para orang tua selalu diingatkan oleh ahli perkembangan anak bawasannya perkembangan balita itu tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi dari makanan dan minuman yang diberikan, tapi juga stimulus lingkungan.

Dalam hal ini, ibu sebagai orang tua lah yang sangat menentukan. Pasalnya, kebanyakan waktu bersama ibu. Dan anak itu ada genetik dengan ibu. Jadi, pengaruh ibu sangat penting.

Karena peran ibu sangat penting inilah barangkali kebiasan anak ibu yang sering teriak-teriak di depan orang banyak juga disebabkan oleh kebiasan ibu sendiri.

Coba ibu ingat-ingat lagi apakah ibu sering membentak anak? Apakah ibu selalu memanggil anak dengan suara yang keras dan lantang? Apakah ibu pernah bertengkar dengan suami sehingga mengeluarkan suara yang keras?

Jika hal semacam itu terjadi, bukan tidak mungkin anak suka teriak-teriak, entah itu ketika sendirian atau sedang dengan orang-orang banyak.

Ibu harus ingat, anak adalah peniru yang hebat. Apapun yang ada di sekitar akan ia tiru. Apapun yang ibu katakan ia akan serap dan akan menirunya.

Memang yang dimakud lingkungan tidak hanya lingkungan keluarga, dalam hal ini ibu dan suami ibu. Lingkungan bisa juga kakek nenek, saudara, tetangga, dan siapa saja di mana anak ibu sering berinteraksi.

Cara Mengatasi Anak yang Suka Teriak

Jika ditelusuri lebih jauh, maka akan ada faktor lain yang menyebabkan anak suka teriak-teriak. Karena bisa juga hal ini disebabkan energi yang berlebihan sehingga ibu perlu menyalurkan energi tersebut dengan baik.

Nah, menyalurkan dengan kegiatan yang lain bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi anak yang suka teriak. Mungkin anak ibu berbakat dalam hal bernyanyi mengingat ia suka sekali teriak-teriak. Jadi, ibu bisa memilihkan permainan seperti karaoke di rumah.

Namun, ibu juga harus sekaligus mengajarkan bagaimana bersikap jika berada di depan orang banyak. Ajarkan agar ia bisa berbicara dengan halus khususnya jika di depan banyak orang. Dalam hal ini, ibu juga perlu mencontohkan. Jangan mengucapkan perkataan dengan nada yang keras kepada anak. Ini merupakan cara memberikan contoh yang sangat tepat.

Ada baiknya juga ibu memberikan peringatan. Ini cara yang bisa dilakukan untuk balita yang sudah bisa berbicara atau setidaknya sudah paham jika diajak berkomunikasi. Peringatan ini bersifat mengingatkan namun sedikit lebih keras. Ibu bisa bilang “Adik tidak boleh berteriak kalau berteriak nanti ibu tidak kasih roti lho” Peringatan seperti ini bisa sesekali ibu berikan jika sepertinya anak ibu pada kondisi tertentu tidak bisa dikendalikan.

Perkembangan balita itu berbeda-beda. Mungkin saja kebiasaan si kecil yang suka berteriak-teriak itu bagian dari bakat yang ada pada diri anak ibu. Siapa tahu.

Untuk itu, ibu perlu lebih banyak memahami tentang bagaimana mengetahui serta mengarahkan tumbuh kembang anak, terutama agar ia segera menemukan bakatnya. Kunjungi www.friso.co.id agar ibu mendapatkan informasi lebih lengkapnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*