Mainan Sederhana Untuk Mempercepat Perkembangan Motorik Halus

mengajarkan anak menghitung melindahospital.com

Dua aspek yang mempengaruhi perkembangan motorik anak, yaitu nutrisi dan stimulus. Keduanya harus berdampingan. Jika nutrisi tercukupi namun stimulus tidak ada, motorik akan berkembang tapi lamban. Sementara itu, ketika stimulus ada namun nutrisi tidak tercukupi, maka sulit bagi anak untuk melakukan gerakan motorik. Jadi, keduanya harus berjalan seiring.

Selain itu, ibu juga harus tahu perbedaan antara motorik kasar dengan motorik halus. Untuk perkembangan motorik kasar, sepertinya ibu sudah tahu bagaimana cara memberikan stimulus yang tepat. Anak belajar jalan itu adalah contoh pergerakan motorik kasar. Dan yang harus ibu lakukan adalah melatih dan mengajak anak untuk berdiri kemudian berjalan.

Lain hal dengan motorik halus. Ibu harus lebih serius dalam mempelajari bagaimana memastikan si kecil memiliki perkembangan motorik halus yang optimal. Berikut ini permainan sederhana yang bisa memicu si kecil mengembangkan gerakan motorik halusnya.

Memakai Pakaian Sendiri

Anggap saja ini sebuah permainan. Jadi, ibu mengajak anak untuk bisa memakai pakaian sendiri. Bagi anak balita usia 1 atau 2 tahun, ini bukan hal yang mudah. Kegiatan ini memberikan tantangan tersendiri. Anak harus mulai mencari bagian depan dan bagian belakang baju. Ia juga harus memakai pakaian dengan tepat. Setelah itu, ia harus mengancingkan dengan rapih. Semua itu harus ibu anggap sebagai permainan.

Sebenarnya tidak hanya memakai pakaian saja. Ibu juga bisa meminta si kecil untuk melepaskan pakaiannya sendiri ketika akan mandi. Ini juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri meskipun jelas lebih mudah melepaskan baju daripada memakainya.

Yang pasti, kegiatan atau permainan sederhana ini sangat bagus untuk mengembangkan pergerakan motorik halus si kecil. Ini juga mengasah kemampuan otak anak tentang bagaimana memecahkan masalah dan sampai pada tujuan, yaitu melepas dan memakai baju sendiri.

Mencocokkan Gambar

Sekarang ini, sudah banyak permainan yang bisa ibu beli di toko mainan.  Namun, jangan asal membeli mainan saja ya bu. Permainan tersebut harus bisa mengasah otak dan juga perkembangan motorik halus sang buah hati.

Salah satu permainan yang memenuhi kriteria tersebut adalah permainan mencocokkan gambar. Ada satu lembar yang berisikan beberapa gambar binatang lalu di lembar lainnya ada gambar bintang lain dengan ukuran atau warna yang beda. Permainan ini meminta anak untuk mencocokkan gambar yang sama. Permainan ini juga banyak variasinya, tidak hanya gambar binatang tapi juga gambar barang-barang yang ada di sekitar, dan lain sebagainya.

Permainan seperti ini tidak hanya membuat anak merasa fun atau gembira. Lebih dari itu, otak anak juga diajak untuk berpikir sembari otot kecil bergerak untuk berkembang.

Bermain Koin

Ibu tahu kan uang logam? Di sela waktu istirahat, ibu bisa mengajarkan anak ibu untuk memutar koin dengan posisi berdiri. Ulangi lagi dan biarkan anak melihat bagaimana memutar koin. Kemudian, biarkan anak ibu mencobanya sendiri sampai ia bisa.

Permainan sederhana ini tidak mudah bagi balita usia di bawah 4 tahun. Apalagi memutar koin hanya menggunakan dua jari saja. Ini jauh berbeda dengan menggerakkan tangan. Semakin sederhana permainan justru kesulitannya semakin tinggi.

Menyambung Titik ke Titik Lain

Tidak semua mainan itu harus ibu beli. Ibu bisa membuatnya sendiri. Siapkan saja kertas gambar dan pensil. Buatlah beberapa titik dengan jarak yang berbeda. Kemudian, mintalah anak ibu untuk menarik garis antar titik.

Permainan ini akan membuat anak konsentrasi. Ketika ia memiliki konsetrasi yang tinggi, garis yang ditarik akan lurus.

Dan ibu harus tahu, konsentrasi ini bagus untuk anak. Karena survey membuktikan anak yang berprestasi itu bukan anak yang memiliki IQ tinggi saja. Justru anak yang berprestasi merupakan anak yang memiliki daya konsetrasi yang tinggi. Karena itulah ketika ia di sekolah mendengarkan gugu, mengerjakan apa yang diminta untuk dikerjakan, sehingga kemampuannya terus terasah.

Dan permainan menyambungkan titik dengan titik yang lain ini bisa ibu jadikan cara untuk melatih konsentrasi anak. Menarik, bukan?

Bermain Kertas

Pernah lihat video origami? Jika ibu menonton video tutorial membuat origami di Youtube, ibu pasti merasa sulit sekali untuk membuat seperti itu. Apalagi jika itu dilakukan oleh anak kecil. Sepertinya anak ibu tidak mungkin bisa.

Namun, ibu tidak boleh pesimis dulu. Ada juga origami atau seni membuat sesuatu dari kertas yang sederhana. Ini bisa ibu ajarkan pada anak ibu. Ibu cari saja video tutorial membuat origami untuk balita.

Permainan ini tidak hanya bagus untuk perkembangan gerakan motorik halus anak tapi juga melatih anak untuk kreatif. Bahkan, permainan yang mengasah kreativitas ini sangat disarankan untuk diberikan kepada balita usia di atas 3 tahun. Pada saat usia tersebut, anak sebaikya tidak dibiarkan bermain mainan yang hanya membuatnya senang tanpa berpikir. Seharusnya ia sudah diajarkan bagaimana membuat hal yang kreatif. Salah satunya dengan mengajarkannya bermain kertas ini.

Tentu masih banyak lagi ide yang bisa ibu coba di rumah. Namun, setidaknya ibu sekarang sudah tahu ternyata membuat anak senang itu tidak hanya bisa dilakukan dengan cara membelikan mobil-mobilan, boneka, robot, dan semua permainan yang harus ibu dapatkan dengan cara mengeluarkan uang. Ternyata ada juga lho permainan yang murah meriah dan bahkan ibu bisa buat sendiri di rumah. Yang perlu digarisbawahi, permainan tersebut harus membuat anak bergerak aktif, terutama untuk memaksimalkan perkembangan motorik halusnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*