Maag Berawal Dari Pola Makan Yang Salah Saat Balita

pola makan saat balita www.ibudanbalita.com

Maag tidak hanya dialami oleh orang dewasa yang terlalu sering menunda makan. Penyakit pada lambung ini bisa juga disebabkan oleh perilaku atau pola makan yang salah ketika balita.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak menyadari hal tersebut. Mungkin ibu selama ini sudah memastikan si kecil makan pada waktunya. Akan tetapi, hal tersebut tidak cukup untuk memastikan ia terhindar dari maag, terutama ketika ia beranjak dewasa nanti.

Memahami Penyebab Maag

Secara umum, penyebab utama maag itu ada dua.

Yang pertama, adanya bakteri yang disebut dengan bakteri Helicobacter Pylori. Bakteri ini bersarang di bawah lapisan selaput lendir dinding lambung bagian dalam.

Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi pada lambung sehingga dinding lambung mengalami peradangan. Pada saat inilah, seseorang akan merasakan sakit pada bagian lambung atau yang disebut dengan maag.

Penyebab yang kedua adalah gesekan antar dinding lambung. Gesekan ini disebabkan karena tidak adanya makanan yang dicerna oleh lambung. Gesekan ini menyebabkan rasa perih.

Meskipun demikian, ada juga faktor penyebab yang lainnya seperti stress, kurang istirahat, dan lain sebagainya. Hanya saja, dua faktor penyebab utama tersebut di atas yang harus diantisipasi.

Kesalahan Saat Masih Balita

Maag harusnya dicegah sejak dini. Tidak cukup dengan hanya makan tepat waktu. Ibu juga harus pastikan tidak ada kesalahan pada saat balita.

  • Tidak Mengunyah Makanan

Apakah balita ibu sering langsung menelan makanan? Sebaiknya ibu ajarkan agar ia mengunyah hingga lembut terlebih dahulu.

Menelan makanan secara langsung akan membuat lambung bekerja lebih keras. Lambung harus mencerna makanan yang belum dikunyang oleh mulut.

Hal ini berbahaya jika dilakukan terus menerus. Apalagi jika anak ibu sudah mulai mengkonsumsi makanan yang keras. Bukan tidak mungkin lambung akan luka akibat terlalu sering mencerna makanan keras tersebut.

Pada dasarnya peran mulut itu sangat signifikan. Selain melumat makanan, ada saliva yang akan membungkus makanan sebelum masuk ke lambung. Saliva inilah yang akan mempermudah lagi kinerja lambung untuk mencerna makanan.

Kebiasaan tidak mengunyah makanan biasanya dikarenakan ibu terlalu lama memberikan makanan yang lunak. Sebaiknya, ketika usia si kecil sudah mencapai 9-10 bulan, ibu bisa mulai memberikan menu makanan yang sedikit lebih keras.

Tujuannya tidak lain agar ia terbiasa mengunyah sehingga ketika balita ia tidak langsung menelan makanan begitu saja.

  • Makan Terlalu Banyak

Senang sekali ya bu jika anak makan banyak. Akan tetapi, ternyata inilah salah satu penyebab maag lho.

Apalagi jika balita baru mau makan ketika ia benar-benar lapar dan ketika makan ia makan dalam porsi yang banyak. Ini sebaiknya dihindari mulai sekarang juga agar ketika dewasa nanti ia tidak mengalami maag.

Akan lebih baik jika balita mengkonsumsi cemilan yang bergizi di antara makan utama. Ibu bisa berikan buah di antara sarapan dengan makan siang atau antara makan siang dengan makan malam. Buah akan menunda lapar dan tidak membuat perut kosong.

Terlepas dari tips itu semua, yang harus diperhatikan adalah perkembangan bakteri. Pencegahannya bisa dilakukan dengan cara menjaga kesehatan serta menguatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara minum susu balita Frisian Flag.

Karena bagaimana pun juga, salah satu penyebab maag adalah bakteri yang menyebabkan infeksi sehingga terjadi peradangan pada dinding lambung.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*