Latih Kognitif Anak Dengan Berbagai Media Berikut Ini!

latih kognitif anak mybaby.co.id

Latih  kognitif anak ini bisa dengan berbagai macam cara, misalnya puzzle. Dengan penggunakan media puzzle, Anda bisa mengetahui kemampuan anak berfikir, menyimpan informasi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Perkembangan kognitif adalah perubahan berfikir atau intelektual dengan tujuan menciptakan pemikiran kritis yang merupakan hal penting yang perlu dimiliki anak. Perkembangan kognitif pada anak-anak terjadi berdasarkan urutan yang berbeda. Tahapan ini membantu menerangkan cara anak berfikir, menyimpan informasi, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. 

Maksud dari program ini yaitu untuk melatih kognitif dalam mengingat bentuk gambar yang telah disediakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih kognitif dengan cara yang bisa menjadi alternatif bermain sambil belajar. Dengan dilakukannya kegiatan melatih kognitif  ini, diharapkan anak-anak bisa mengaplikasikannya ke dalam pelajaran. Intinya ialah jika anak berlatih sesering mungkin tentu ia akan cepat menyelesaikannya. Cara ini dapat di aplikasikan pada materi belajar sekolah semakin sering belajar maka akan bisa.

Latih Kognitif Anak Usia 1 Sampai 2 Tahun

Saat lahir, berat otak anak kurang lebih 27% berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa atau sekitar 1200 gram. Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap kecerdasan anak. Pada usia 1 sampai 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini diantaranya :

– Belajar melalui pengamatan atau melakukan mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak  hal yang terjadi di sekitarnya  dan akam mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyadari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.

– Meniru orang tua. Anak belajar dari lingkungan yang ada disekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru perilaku orangtua.

– Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini bisa dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar sepuluh menit.

-Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.

– Memahami bentuk, kedalaman, ruang serta waktu. Pada tahun kedua, anak sudah mempunyai  kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.

– Mulai bisa berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk hal abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.

-Dapat berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.

-Mudah menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Disamping itu, anak sudah mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.

Latih Kognitif Si Kecil  Usia 2 sampai 3 Tahun

Kemampuan kognitif anak usia 2 sampai  3 tahun semakin jelas. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang bisa  dicapai anak, diantaranya berikut ini ;

– Berpikir realita. Anak usia 2 tahunan mempunyai kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Contohnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil untuk balapan.

– Mengelompokkan, mengurut serta menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa dalam hal kemampuan menghitung.

– Meningkatnya kemampuan untuk mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak bisa  mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga bisa memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Latih kognitif anak ketika memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*