Langkah Yang Langsung Bisa Dilakukan Jika Balita Mengalami Konstipasi

Friso

www.friso.co.id

Jika anak anda yang masih balita mengalami konstipasi, tindakan yang harus anda lakukan adalah jangan langsung buru-buru memberikan obat, apalagi obat pengecer BAB. Ibu harus ingat bahwa usia anak yang masih balita tentu berbeda dengan orang dewasa tingkat kekebalan tubuhnya dalam bereaksi terhadap obat.  Memberikan apapun jenis obat entah itu oral atau yang berbentuk obat pengencer BAB itu sama saja karena setiap obat pasti mengandung zat kimia yang bisa saja berbahaya. 

Memang obat tersebut sudah lulus BPOM. Namun, apakah ibu yakin tubuh si kecil sudah bisa menerima zat kimia tersebut? Balita yang mengalami konstipasi atau susah BAB tidak harus langsung mendapatkan obat. Tidak perlu juga ibu langsung membawanya ke dokter. Karena ada dua kemungkinan jika ibu membawanya ke dokter.

Yang pertama, dokter akan memberikan obat BAB untuk balita. Ingat, apapun obat, walaupun untuk balita, tetap saja ada bahan kimia di dalamnya.

Kemungkinan yang kedua, dokter akan menyarankan agar ibu melakukan langkah-langkah tertentu untuk mengatasi susah BAB. Ini saran yang sering diberikan oleh dokter yang peduli sekali terhadap kesehatan balita ibu.

Yang Perlu Langsung Ibu Lakukan

Sekarang ibu sudah tahu jangan memberi obat. Lalu, apa yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi susah BAB yang dialami oleh balita.

Pertama, ibu bisa mencoba untuk memijat bagian perut si kecil. Mungkin si kecil akan menangis. Tapi, usahakan ibu memijat bagian perut secara perlahan. Gunakan lotion agar mudah untuk mengurut bagian perut si kecil. Atau ibu juga bisa gunakan minyak telon. Urut bagian perut dari atas ke bawah agar BAB mudah untuk dikeluarkan.

Langkah selanjutnya adalah memberikan makanan yang lunak. Ketika balita mengalami konstipasi, sangat dianjurkan agar ibu memberikan pepaya. Lumat pepaya hingga benar-benar lunak dan berikan kepada si kecil. Pepaya akan membuat BAB menjadi mudah.

Akan lebih baik lagi jika ibu membandikan si kecil terlebih dahulu. Dalam hal ini, ibu harus gunakan air hangat. Karena hangat akan membuat otot rileks sehingga BAB akan lancar. Setelah mandi, ibu bisa memberi pepapa yang sudah dihancurkan.

Namun, yang pasti, ibu harus memberikan susu balita. Karena di dalam susu, terdapat probiotik yang penting untuk mengatasi masalah pada pencernaan seperti diare dan tidak terkecuali susah BAB.

Untuk itu, pastikan ibu memberikan susu balita yang ada kandungan probiotiknya.

Untuk lebih lengkapnya apa yang seharusnya ibu lakukan saat balita mengalami susah BAB, ibu bisa baca www.friso.com. Di sana ada berbagai cara mengatasi BAB tanpa obat dan tanpa harus datang ke dokter.

Kapan Ibu Harus Waspada?

Susah BAB itu sering dialami oleh bayi ketika ia baru pertama kali mengkonsumsi MPASI. Namun, ada kalahnya juga balita yang sudah usianya sudah 3 tahun lebih tapi mengalami susah BAB. Untuk kasus seperti ini, biasanya ibu lalai memberikan menu makanan yang mengandung serat.

Jadi, penting sekali bagi ibu untuk selalu memastikan si kecil mendapatkan kandungan serat yang cukup.

Akan tetapi, jika si kecil sudah mengalami susah BAB, maka ibu perlu menerapkan tips tersebut di atas.

Jika susah BAB dialami oleh balita ibu selama 2 hari, itu tidak masalah. Namun, jika sudah terjadi selama 3 hari lebih, sebaiknya ibu segera konsultasikan dengan dokter anak agar mendapatkan penanganan medis.

Atau, ibu bisa konsultasi online dulu dengan pakar kesehatan anak di website Friso. Mungkin ada jawaban yang bisa meredakan konstipasi pada balita ibu tanpa harus datang ke rumah sakit atau klinik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*