Konsultasi Kehamilan Mengenai Asthma Dan Pengaruhnya Terhadap Janin

konsultasi kehamilan mengenai asma www.ibudanbalita.com

Kenapa ibu harus melakukan konsultasi kehamilan? Karena kondisi badan yang terlihat baik-baik saja belum tentu sehat, apalagi yang berhubungan dengan kesehatan janin yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan pemeriksaan USG. Inilah mengapa semua ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan konsultasi entah itu dengan bidan atau dokter kandungan satu kali dalam satu minggu. Dengan pemeriksaan yang rutin, kondisi kesehatan ibu dan bayi yang ada di dalam rahim bisa dikontrol.

Beruntung sekali sekarang ini sudah ada konsultasi kehamilan online. Dengan mendaftarkan diri di situs Ibu dan Balita, ibu bisa melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Karena konsultasi dilakukan secara online, tentu dokter tidak bisa melakukan pemeriksaan secara langsung. Ibu harus menceritakan apa yang ibu rasakan atau keluhan kesehatan apa yang ibu alami.

Contoh permasalahan yang bisa dikonsultasikan secara online adalah masalah asthma. Banyak ibu hamil yang bertanya apakah asthma yang mereka alami bisa berimbas buruk terhadap perkembangan bayi yang mereka kandungan atau tidak.

Kesehatan Ibu Hamil Pengaruhi Kesehatan Janin

Rumus utamanya adalah bawasanya apa yang dialami oleh ibu hamil akan berpengaruh kepada kesehatan janin. Jadi, jika ibu hamil sehat, kemugkinan besar janin pun sehat. Begitu pun sebaliknya. Jadi, makanan yang ibu konsumsi sangat berpengaruh terhadap nutrisi yang didapatkan oleh janin untuk berkembang.

Lalu, pertanyaannya adalah bagaimana jika ibu mengalami asthma? Apakah bayi yang ibu kandung nantinya juga bisa mengalami asthma? Untuk menjawab pertanyaan ini, harus dipahami dulu bawasannya asthma bukanlah penyakit genetika. Tidak sama dengan penyakit AIDs di mana jika ibu hamil dinyatakan positif mengidap HIV, maka bayi pun bisa tertular. Meskipun demikian, sekarang ini sudah ada metode pencegahan agar bayi tidak tertular HIV. Terlepas dari hal tersebut, harus diketahui asthma bukan penyakit yang genetik.

Meskipun asthma bukan bersifat genetik, bukan berarti masalah yang satu ini tidak berbahaya ya.  Ada beberapa hal yang harus ibu ketahui. Bahkan, jika ibu mengalami asthma yang begitu parah sementara ibu sekarang ini sedang hamil, ada baiknya ibu konsultasi ibu hamil dengan dokter kandungan segera.

Pengaruh Asthma Terhadap Janin

Meskipun asthma bukanlah penyakit genetik, bukan berarti ibu tidak perlu waspada. Bagaimanapun juga, penyakit yang ibu alami ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan janin yang ada di dalam kandungan.

Menurut dokter kandungan, seorang ibu hamil yang mengalami asthma mengalami masalah dengan suplai oksigen. Masuknya oksigen ke dalam tubuh terhambat sehingga sedikit banyak bisa menganggu perkembangan janin. Pasalnya, perkembangan janin dipengaruhi oleh bagaimana kondisi oksigen yang ia dapatkan.

Tidak ada bukti yang valid jika asthma ini bisa menyebabkan keguguran. Akan tetapi, jika asthma yang ibu alami begitu parah, maka hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi. Sebaiknya, segeralah ibu konsultasi kesehatan ibu hamil dengan bidan atau dengan dokter kandungan.

Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang dikhawatirkan oleh para pengamat kesehatan ibu hamil. Jika seorang ibu hamil mengalami asthma, yang paling dikhawatirkan adalah ketika melahirkan. Dokter kandungan biasanya tidak mau mengambil risiko dengan tetap membantu persalinan normal. Persalinan normal yang dilakukan oleh ibu hamil yang mengidap asthma sangatlah berisiko. Apalagi jika selama masa kehamilan, asthma yang dialami parah sehingga mengakibatkan pendarahan pada bagian vagina.

Ibu pasti sudah pernah dengar tentang morning sickness? Betul sekali. Ini merupakan mual atau muntah yang wajar dialami oleh seorang ibu hamil. Namun, siapa sangka jika ini juga menjadi salah satu gejala kekurangan oksigen akibat asthma. Jika morning sickness disebabkan oleh peningkatan produksi hormon, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Ini menjadi masalah yang serius dan ibu harus melakukan konsultasi kehamilan jika morning sickness disebabkan oleh kekurangan oksigen akibat asthma.

Untuk masalah kesehatan yang tidak memerlukan pemeriksaan secara langsung, ibu bisa gunakan fasilitas konsultasi online. Atau ibu bisa bergabung dengan Forum Ibu Dan Balita di mana banyak topik yang dibahas di forum tersebut, tak terkecuali tentang asthma saat sedang hamil.

Namun, yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana caranya agar ibu bisa meredakan atau bahkan mengobati asthma yang ibu alami sehingga tidak berakibat buruk bagi perkembangan janin. Harus dipahami asthma memang bukan penyakit yang mudah disembuhkan. Dibutuhkan penanganan khusus serta waktu yang tidak sebentar untuk mengatasi masalah ini.

Pengobatan Asthma Saat Hamil

Ibu harus benar-benar hati-hati memilih obat. Disarankan agar selama masa kehamilan, ibu tidak mengkonsumsi obat-obatan kimia. Lalu, bagaimana cara mengobati asthma?

Biasanya, dokter akan melakukan tiga prosedur. Yang pertama, dokter akan melakukan observasi untuk menilai obyektif fungsi paru. Yang kedua, dokter akan memberikan daftar apa saja yang harus dihindari untuk mengendalikan faktor dari lingkungan yang menjadi penyebab asthma semakin parah. Dan yang terakhir adalah terapi obat-obatan. Prosedur nomor 3 ini biasanya hanya diberikan ketika asthma yang dialami oleh ibu hamil sudah sangat parah sehingga bisa membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan.

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya ibu konsultasi dengan dokter kandungan yang ibu percaya. Jelas sekali asthma saat hamil tidak hanya membahayakan ibu hamil tapi juga bayi yang ada di dalam rahim. Jadi, sangat disarankan agar ibu datang ke bidan atau dokter kandungan untuk melakukan konsultasi. Atau ibu bisa gunakan fasilitas konsultasi kehamilan online terlebih dahulu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*