Kenali Jenis Gangguan Mental Penganggu Perkembangan Psikologi Anak

Psikologi Anak Pengaruh Internet exercise.com

Perkembangan psikologi anak menjadi bagian penting dalam masa kecilnya. Kebanyakan orang mungkin hanya berpendapat selama anak tersenyum dan mau bermain, berarti tidak ada masalah. Minimnya pengetahuan akan psikologis makin menutup pengetahuan seputar gangguan perkembangan emosi anak. Padahal jika ditilik lebih lanjutan, hambatan psikologi anak tidak sekedar anak menangis dan mudah marah, melainkan ada beragam tipe.

Jangan jadi orang tua yang hanya bisa melonggo saat anak terkena masalah mental. Kenali dan lakukan pencegahan sebelum terlambat.

Anxiety

Anxiety dalam bahasa Indonesia berarti cemas. Serupa dengan namanya, penderita anxiety akan merasa cemas berlebihan. Memang, semua orang merasa khawatir pada satu titik dalam hidupnya. Apalagi dengan masa depan yang kerap tidak menentu, sudah pasti rasa cemas akan tiba.

Berbeda dengan rasa khawatir atau cemas biasa, anxiety bisa membahayakan tubuh. Salah satu reaksi dari gangguan mental satu ini disebut serangan panik atau panic attack. Penderita tidak lagi menahan pikiran buruk yang melintas, hingga tumpukan emosi tersebut muncul ke permukaan. Dada sesak, keringat jagung, sampai dengan kesulitan bernafas merupakan deskripsi panic attack.

Bipolar dan depresi

Lingkungan yang buruk, sampai dengan kisah tak menyenangkan bisa memicu beragam perasaan. Anak kecil boleh saja tertawa dan sedih dengan ekspresif. Namun, imej anak satu ini menyimpan bahasa tersendiri. Deteksi kelainan bipolar dan depresi sangatlah sulit pada mereka yang masih berada dalam usia belia.

Gejala tetap saja bisa muncul, tapi orang tua butuh berikan perhatian intensif. Pola  makan berubah, kehilangan minat bermain, sampai dengan menutup diri adalah contoh bipolar dan depresi. Sebaiknya jangan menyangkal kemungkinan buruk, namun hadapi dan atasi.

ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder dikenal luas sebagai ADHD. Banyak orang mungkin pernah mendengar nama ADHD, namun tidak pernah mengerti madsudnya. Tenang, pengertian ADHD sangatlah mudah di pahami.

ADHD adalah kondisi bawaan yang menyebabkan penderita tidak mampu fokus. Seringkali orang asosiasikan ADHD dengan rasa malas, padahal keduanya sangat berbeda. ADHD bukan alasan bagi si kecil untuk tidak mengerjakan pekerjaan sekolah. Justru, dirinya sedang berjuang untuk fokus dalam kelas, karena terlalu gampang teralihkan sebetulnya bikin lelah juga.

Gejala ADHD ada banyak, tapi secara garis besar terdapat 3 kategori. Pertama, penderita kesulitan memperhatikan satu hal dalam kurun waktu lama. Kedua, penderita terlalu banyak bergerak atau biasa dikenal dengan hiperaktif. Kategori terakhir jatuh pada penderita yang selalu bersikap impulsif, atau kesulitan merasa bersalah dan refleksi diri. Tidak semua pengidap attention deficit hyperactivity disorder menunjukkan semua gejala, terkadang hanya satu atau dua namun cukup kronis.

ASD

Autism spectrum disorder, seringkali disebut pula dengan autis. Kondisi satu ini menyebabkan seorang anak kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Dibanding semua gangguan psikologi anak, autis merupakan penyakit yang cukup gampang dikenali, terlebih pada anak berusia 3 tahun. Biasanya, seorang pengidap autis ditandai dengan kesulitan berbaur dengan semua orang meski dirinya berani menghampiri.

Jangan salah paham, autis bukan berarti idiot. Pengidap autis justru menunjukkan bakat tertentu dan cenderung jenius. Bagaimana orang tua mendorong si kecil untuk maju dalam hidup, tentu sangat menentukan masa depannya. Tidak perlu malu memiliki anak autis, toh, banyak orang pintar memang sulit dimengerti.

Schizophrenia

Gangguan mental yang paling banyak dikenal adalah mereka yang kurang mampu membedakan kenyataan dengan imajinasi. Banyak orang memakai kata gila ketika mendengar sesuatu yang mustahil, seolah orang tersebut tidak pernah melihat dunia nyata. Dalam lingkup pergaulan ahli psikologi, kondisi tersebut disebut schizophrenia.

Tidak banyak orang memahami schizophrenia hingga penderita sudah terlalu parah. Schizophrenia seringkali sulit dibedakan dengan anak yang senang berimajinasi. Terlebih anak kecil memang senang bermain sendiri dalam pikiran sehingga tidaklah aneh baginya untuk mengungkapkan pendapat yang tidak wajar. Lain cerita dengan orang dewasa, yang langsung dianggap konyol bila mengatakan hal di luar logika.

Schizophrenia banyak ditemukan pada anak remaja. Mengingat gejala schizophrenia sangat sulit dikenali pada anak-anak. Jangan khawatir orang tua tidak akan menjadi satu-satunya yang terlambat menangani schizophrenia pada anak. Hal yang paling penting bukan kapan mengobati, namun bagaimana ayah bunda mengambil sikap berani dalam mengakui kondisi si kecil.

Anorexia

Orang tua seringkali tidak menyadari penyakit gangguan makan seperti anorexia bisa saja menjangkit anak. Memang, imej anorexia lebih luas terlihat di kalangan model, dan selebritas, atau mereka yang harus berjuang untuk selalu nampak ramping. Kendati demikian, jangan lupa bahwa di era global, anak kecil sekalipun bisa tercuci otak oleh media.

Bukannya menyalahkan mereka yang kurus karena genetik, melainkan bagaimana sebagian besar orang menghubungkan perempuan menawan adalah mereka yang kurus. Anak kecil bisa jadi tidak sadar bahwa dirinya ingin kurus hingga mendengar atau melihat orang dewasa menghindari makanan manis, atau makanan apapun dengan alasan tidak mau tambah berat badan.

Jaman sekarang, anak kecil sekalipun ingin tampil kurus. Sayangnya, tidak banyak orang memahami, badan kurus tidak selalu ideal. Dukung lingkungan yang positif, untuk mengingatkan si kecil bahwa badan kurus atau berisi bukanlah hal buruk selama tidak berlebih atau kekurangan. Hindarkan pula anak dari ekspos media yang mengedepankan mantra kurus berarti cantik. Lagipula, bukan hanya psikologi perkembangan anak yang penting, tapi ancaman penghambat itu sendiri.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a comment

Your email address will not be published.


*